SANG PENAKLUK (Satu Raga Dua Jiwa)

SANG PENAKLUK (Satu Raga Dua Jiwa)
SEASON 2 PART 132


__ADS_3

Malam pun tiba. Sejak menjelang petang tadi semua orang yang ada di dalam rumah Bu Risma sudah merasa ketar-ketir, was-was, takut dan sebagainya. Antara penasaran dan juga tidak sabar ingin segera mengetahui siapakah yang sudah mengganggu keluarga Pak Affandi. Bahkan sejak siang Bu Risma tidak berani masuk ke dalam kamarnya lagi. Alhasil Bu Risma membawa suaminya untuk beristirahat di kamar Seruni. Dengan bantuan Seruni dan istrinya, pak Affandi akhirnya berbaring di samping baby Al.


Sore harinya dengan ditemani Seruni, Bu Risma kembali masuk ke dalam kamarnya bersama Pak Affandi untuk membersihkan diri. Hanya Seruni yang tidak merasa takut. Namun dirinya tetap merasa was-was.


Reksa berusaha tenang saat melihat kegelisahan yang nampak jelas di raut wajah penghuni rumah. Seruni sejak tadi tidak membiarkan anaknya turun. Padahal baby Al memberontak meminta turun. Seruni mendekap erat anaknya dalam gendongan hingga baby Al tertidur lelap.


Makan malam pun telah usai. Mereka sejenak terdiam sibuk dengan pikirannya masing-masing. Ruang makan pun nampak hening. "Apa kalian sudah siap?" Ucap Reksa memecah keheningan.


"Hah!" Semua orang yang ada di sana tersentak. Bahkan Mbak Yanti yang baru saja ingin membereskan meja makan ikut berjingkat kaget. Jantungnya yang sejak tadi sudah dag dig dug tak karuan semakin menggila.


"Saya tanya sekali lagi. Apa kalian sudah siap?" Reksa kembali mengulang pertanyaannya yang langsung diangguki oleh semua orang. Ya, Mbak Yanti juga ikut mengangguk. Meskipun dirinya ketakutan luar biasa, namun dirinya tidak ingin mati penasaran. Biarlah jika dirinya nanti mati karena ketakutan daripada harus mati karena penasaran. Entah itu prinsip dari mana yang diterapkan oleh Mbak Yanti.


"Baiklah, Apa kamu juga ingin melihatnya Run?" Seruni mengangguk cepat. "Ayo langsung saja kita ke kamar Bu, biar tidak terlalu larut."


Semua orang kembali mengangguk kemudian mengikuti Reksa yang sudah terlebih dahulu bangkit dari duduknya melangkah menuju ke kamar Bu Risma.


Sejenak Reksa terdiam di depan pintu. Kedua matanya terpejam. Bibirnya nampak berkomat-kamit melantunkan doa-doa serta merapalkan mantra. Setelah cukup, Reksa kembali membuka matanya. Tangannya terulur memegang handle pintu yang ada di depannya. Dan gerakan itu tak luput dari pandangan orang-orang yang ada di belakangnya, yang semakin merasa tidak karuan.


Ceklek!


Reksa langsung mendorong pintu kamar Bu Risma.


Wuuuuuuuussshh!!

__ADS_1


Hawa panas langsung menampar permukaan kulit mereka. Kali ini bukan hanya Reksa dan Seruni yang bisa merasakannya, tapi semua orang yang berada di depan pintu ikut merasakannya. Sepertinya makhluk itu murka karena ada yang berusaha mengganggunya.


"Astaghfirullah...." Ucap mereka serempak. Mbak Yanti semakin mengeratkan dekapannya pada lengan Seruni. Sedangkan Bu Risma semakin mengeratkan cengkramannya pada kursi roda suaminya.


"Masuklah...." Ucap Reksa membuka pintu lebar-lebar. Mereka saling pandang sebelum melangkahkan kakinya masuk ke dalam kamar. Setelah semua masuk ke dalam kamar, Reksa kembali menutup pintunya karena makhluk itu berada tepat di belakang pintu. "Duduklah di atas sana." Reksa menunjuk ke arah ranjang. Mereka semua mengangguk patuh dan segera menempati posisi. Seruni pun dengan menggendong anaknya yang tertidur lelap ikut naik ke atas tempat tidur.


Reksa perlahan berjongkok setelah memastikan semua orang dalam keadaan aman. "Bismillahirrahmanirrahim." Reksa kembali memejamkan matanya seraya melafazkan doa-doa.


Plak! plak! plak!


Reksa menepuk lantai sebanyak tiga kali. "Wujud!" Ucap Reksa setelahnya. Dan benar saja, makhluk itu langsung menampakan wujud aslinya.



"Aaaaaaaa!" Jerit semua orang yang ada di atas ranjang saat melihat penampakan yang jelas tertangkap oleh Indera penglihatannya. Bahkan Mbak Yanti langsung limbung tak sadarkan diri. Beruntung dirinya saat ini berada di atas kasur. Sedang yang lainnya cukup menghalangi pandangannya dengan kedua tangannya. Untung saja baby Al tidak terkejut dengan jeritan mereka. Baby Al hanya sedikit mengeliat dalam gendongan mamanya kemudian anteng lagi.


Wuuuuuussshh!!


Beruntung Reksa langsung dengan cepat bisa menangkisnya. Sepertinya makhluk itu murka karena ada yang berani mengusiknya.


"Jangan melukai orang yang tidak bersalah." Ujar Reksa. "Siapa yang mengirim mu kesini?" Reksa berusaha berkomunikasi dengan baik-baik. Akan tetapi makhluk itu tidak mau menjawabnya dan malah kembali menyerang Reksa. Namun karena ini bukan kali pertamanya Reksa berhadapan dengan hal-hal gaib, jadi ia sudah menyiapkan senjata untuk melawan. Bukan p@r@n9 atau 9o1ok, melainkan ayat-ayat suci Allah dan juga mantra-mantra yang sudah di ajarkan oleh bapaknya. Dan dalam sekejap Reksa bisa meringkus makhluk itu dengan cara mengikatnya secara gaib hingga makhluk itu tidak bisa berkutik sama sekali. Terpaksa Reksa melakukan itu karena makhluk itu tidak bisa diajak bicara dengan baik-baik. Reksa hanya takut makhluk itu melukai yang lainnya.


"Bersiaplah, aku akan mengembalikan mu ke tempat asal mu bersama teman mu yang ada di depan." Ujar Reksa yang membuat makhluk itu meronta seolah tidak terima karena dirinya akan dikembalikan ke tempat asalnya. "Aku tidak akan membiarkan makhluk sepertimu mengganggu manusia yang tidak bersalah."

__ADS_1


Reksa langsung duduk bersila di atas lantai. Kedua tangannya langsung mengatup di depan dada. Matanya ikut terpejam. Ia kembali melantunkan doa-doa serta mantra untuk mencari asal muasal makhluk itu bisa berada di rumah serta di minimarket Bu Risma.


Tak berselang lama, dua buah buntalan kain putih kecil nampak muncul di lantai depan Reksa duduk bersamaan dengan menghilangnya makhluk yang berada di belakang pintu. Reksa langsung membuka matanya kemudian meraih buntalan itu. Ya, dua buntalan karena yang satunya berasal dari minimarket.


"Rupanya santet tanah kuburan." Ujar Reksa yang membuat semua orang kembali membuka matanya. Hanya Mbak Yanti saja yang masih belum sadarkan diri. Mereka terlebih dahulu mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru ruangan guna mencari sosok yang tadinya berada di belakang pintu. Namun mereka sudah tidak menemukannya lagi. Seruni dan Bu Risma segera turun dari ranjang menghampiri Reksa yang masih duduk bersila di atas lantai.


Reksa langsung membuka salah satu dari buntalan itu dan menunjukkan kepada Seruni dan Bu Risma.



"Astaghfirullah....." Ucap Seruni dan Bu Risma serempak. "Siapa yang tega melakukan ini?" Bu Risma mengelus dadanya berkali-kali. Ia tidak menyangka ada orang yang setega itu kepada keluarganya. Apa salah keluarganya hingga mereka melakukan semua itu.


"Ibu tidak perlu khawatir lagi. Makhluk itu tidak akan berani lagi mengganggu keluarga ibu karena saya sudah mengembalikan makhluk itu ke tempat asalnya. Saya juga sudah memagari rumah ibu. Insyaallah kondisi bapak pasti akan berangsur-angsur membaik setelah menjalani terapi dengan rutin."


"Alhamdulillah kalau memang seperti itu Rek. Terimakasih banyak karena sudah mau menolong keluarga ibu."


"Iya sama-sama Bu. Semua ini atas izin yang maha kuasa. Tanpanya saya bukan apa-apa dan bukan siapa-siapa." Reksa mengulas senyum.


*****


*****


*****

__ADS_1


Ya ampun ternyata ini malam Jumat 🙈 semoga saja tidak terbawa mimpi 😂 emak nggak tanggung jawab🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️


Jangan lupa Like Komen dan Votenya, saweran kopi dan bunganya juga boleh ☕🌹 Tonton iklannya ya setelah membaca, terimakasih 🙏


__ADS_2