SANG PENAKLUK (Satu Raga Dua Jiwa)

SANG PENAKLUK (Satu Raga Dua Jiwa)
SEASON 2 PART 131


__ADS_3

"Ini sebenarnya ada apa?" Reksa yang hampir saja melangkahkan kakinya untuk mengejar Seruni seketika terdiam saat mendengar pertanyaan Bu Risma yang penuh dengan nada kebingungan. Bu Risma bergantian menatap ke arah Reksa dan pintu belakang yang tadi dilewati oleh Seruni. Sedangkan Fani hanya diam membisu memperhatikan. Ia sama sekali tidak berani membuka suaranya sekedar untuk bertanya. Beruntung minimarket saat ini dalam keadaan sepi pengunjung.


"Tidak ada apa-apa Bu, ibu jangan khawatir." Reksa berucap namun pandangannya masih mengarah ke arah pintu belakang.


"Apa ada sesuatu diantara kalian?" Bu Risma kembali bertanya karena jujur saja, ucapan Reksa tidak membuatnya puas. Tidak mungkin Seruni bersikap seperti itu jika tidak ada sesuatu diantara mereka.


"Tidak Bu, mungkin baru akan terjadi sesuatu." Ucapan Reksa barusan malah semakin membuat Bu Risma kebingungan.


"Huuuft... ya sudah, ayo kita kembali ke belakang saja." Bu Risma membuang nafasnya pelan. "Ibu ke belakang dulu Fan."


"I-iya Bu."


Bu Risma melangkah melewati pintu belakang diikuti oleh Reksa. Sepanjang perjalanan menuju ke rumah tidak ada obrolan sama sekali.


Samar-samar saat mereka tiba di teras rumah, terdengar suara tangisan baby Al kembali mengeras. "Sini sama opa Al." Terdengar juga suara pak Affandi yang berusaha ikut menenangkan cucunya.


Bu Risma segera masuk ke dalam rumahnya. Namun dia tidak menemukan siapapun di ruang tamu. Bu Risma pun segera melangkahkan kakinya menuju ke arah sumber suara yang berasal dari kamar Seruni. Sedangkan Reksa memilih mendudukkan tubuhnya di ruang tamu.


Bu Risma langsung masuk ke dalam kamar Seruni yang pintunya terbuka lebar. "Kenapa Run? Ayo coba sini ikut Oma sayang." Bu Risma meraih baby Al dari gendongan mamanya.


"Pa.. pa.. pa.." Celoteh baby Al di sela-sela tangisnya. Saat sudah berada di dalam gendongan Bu Risma, bukannya tenang tangis baby Al malah semakin kencang. Bu Risma lalu membawa cucunya keluar dari kamar menuju ke ruang tamu diikuti oleh Seruni dan juga Mbak Yanti yang mendorong kursi roda Pak Affandi.


"Hey.. hey.. Sudah jangan menangis. Cucu oma yang ganteng tidak boleh menangis." Bu Risma menepuk-nepuk tubuh belakang baby Al berusaha menenangkannya. Namun tangisan baby Al tak kunjung mereda.


"Ayo sini n3n3n ya, kita bobok siang." Seruni merentangkan kedua tangannya ke arah anaknya. Namun anaknya itu malah melengos, membuat Seruni menghela nafasnya kasar.

__ADS_1


"Pa.. pa.. pa.." Celoteh baby Al kembali masih di sela-sela tangisnya. Bahkan saking lama dan kencangnya menangis, nafasnya sampai tersengal-sengal karena sesenggukan.


Reksa bangkit karena tidak tega melihatnya. Langkah kakinya mendekat ke arah Bu Risma "Apa saya boleh menggendongnya bu?"


Mendengar suara orang lain yang tidak dikenalinya, baby Al seketika menoleh. Dan seketika itu pula tangisan baby Al mereda. "Pa.. pa.. pa.." Baby Al merentangkan kedua tangannya ke arah Reksa. Reksa pun langsung meraihnya ke dalam gendongan.


Semua orang dibuat tertegun saat baby Al kembali tenang dalam gendongan orang yang sama sekali tidak dikenalinya. Karena memang ini adalah pertama kalinya pertemuan antara Reksa dengan baby Al.


"Mungkin dia merindukan sosok seorang papa." Tutur pak Affandi yang membuat Seruni tersentak.


"Kan sudah ada bapak yang menggantikan sosok Ayah buat Alfa." Sahut Seruni.


"Kehadiran bapak saja tidak cukup Run. Apalagi bapak tidak bisa berbuat apa-apa. Bahkan hanya untuk menemaninya bermain saja bapak tidak bisa." Terlihat gelengan kepala dari Pak Affandi.


Reksa mengayun-ayun seraya menepuk-nepuk tubuh bagian belakang baby Al hingga sang empunya perlahan memejamkan mata. Bahkan dalam tidurnya baby Al masih sesenggukan.


"Tidurkan saja mas." Ucap Seruni saat melihat anaknya sudah terlelap dalam gendongan Reksa.


"Tunggu sebentar, biar lelap dulu." Sahut Reksa.


Setelah terdengar dengkuran halus dari bibir Baby Al yang sedikit terbuka menandakan bahwa saat ini baby Al sudah tertidur lelap, Reksa mengayunkan langkahnya menuju ke kamar Seruni diikuti oleh Seruni di belakangnya. Bu Risma juga ikut mengekor. Tak ketinggalan pak Affandi juga meminta Mbak Yanti mendorong kursi rodanya.


Seruni segera merapikan tempat tidur agar Reksa segera membaringkan anaknya. Saat punggung baby Al menyentuh tempat tidur, matanya terbuka dan salah satu tangannya mencengkeram baju Reksa seolah dirinya takut dipisahkan dengan Reksa. Namun tak lama kemudian mata itu kembali terpejam. Akan tetapi tangan mungil itu masih berada di tempat semula. Perlahan Reksa melepaskan genggaman tangan mungil itu dari bajunya. Beruntung baby Al tidak kembali terbangun.


"Ada yang mengganggunya." Ucap Reksa setelah mendudukkan tubuhnya di pinggir ranjang. Orang-orang yang berada di dalam kamar itu pun seketika terkejut saat mendengar penuturan Reksa.

__ADS_1


"Apa maksud mu Mas?" Seruni jelas saja yang paling terkejut sekaligus khawatir.


"Apa kamu tidak bisa melihatnya lagi Run?"


Seruni menggeleng. "Tapi aku masih bisa merasakan kehadirannya."


"Mungkin mata batin mu sudah kembali tertutup lagi" Lanjut Reksa yang kali ini diangguki oleh Seruni. "Nanti malam akan aku tunjukkan wujudnya."


Disini yang paling bergidik ngeri adalah Mbak Yanti. Karena dia adalah tipe orang penakut. Sejak tadi dirinya sudah ketar-ketir dan merinding mendengar percakapan di antara majikannya.


Sampai menunggu malam tiba, Reksa dipersilahkan beristirahat di kamar almarhum anak Bu Risma karena hanya kamar itulah yang tersisa. Reksa pun tidak masalah. Tubuhnya juga merasa lelah setelah melakukan perjalanan jauh.


*****


*****


*****


Eh ternyata kejutannya ada di bab berikutnya 😂✌️


Emak juga penakut 🤭 emak aja ikutan deg-degan ini sumpah 😩


Oh ya, emak udah revisi bab 117, emak selipin gambar disana. Yang penasaran boleh tengok ya 😂 hanya sosok Nyi Sukmawati saja belum nemu yang cocok 😪 Bayangin sendiri aja, wanita berkebaya hitam dengan selendang warna merah. Rambut disanggul dengan Mbang mantul/tusuk konde sebanyak 7 batang yang menancap di atas sanggul 🙈


Jangan lupa Like Komen dan Votenya, saweran kopi dan bunganya juga boleh ☕🌹 Tonton iklannya ya setelah membaca, terimakasih 🙏

__ADS_1


__ADS_2