SANG PENAKLUK (Satu Raga Dua Jiwa)

SANG PENAKLUK (Satu Raga Dua Jiwa)
ENAM PULUH TIGA


__ADS_3

Mama Amara nampak mondar-mandir di ruang tamu. Sesekali mama Amara menyingkap gorden jendela rumahnya untuk memastikan keadaan di luar rumah. Hujan turun dengan derasnya sejak pukul enam tadi. Lebih tepatnya saat waktu Maghrib disertai angin kencang dan juga kilatan petir yang nampak menyambar-nyambar. Rupanya hujan angin kali ini merata.


Saat ini waktu sudah menunjukkan pukul delapan lebih tapi anaknya itu tak kunjung pulang. Orang tua mana yang tidak khawatir. Apalagi cuaca di luar sana yang sedang tidak bersahabat.


"Tante istirahat saja di kamar, biar aku yang menunggu Seruni pulang." Ujar Faya yang sejak tadi duduk di salah satu sofa yang ada di ruang tamu.


"Bagaimana Tante bisa beristirahat dengan tenang Fa, kalau anak Tante belum pulang." Mama Amara kembali menyingkap gorden. "Apa Seruni tidak ada menghubungi kamu Fa?"


"Tidak Tan, mungkin Seruni sudah dalam perjalanan pulang."


"Apa mereka memilih menerobos hujan?" Mama Amara terlihat semakin khawatir.


"Mereka pasti baik-baik saja Tan." Faya berusaha menenangkan Mama Amara.


"Coba kamu hubungi dia sudah sampai mana?"

__ADS_1


"Aku kirim pesan saja ya Tan. Aku nggak berani telepon, takut disambar petir."


"Iya terserah." Akhirnya mama Amara mendudukkan tubuhnya di sofa. Mungkin merasa lelah karena sejak tadi mondar-mandir tak karuan.


Baru saja Faya akan membuka aplikasi hijaunya, tiba-tiba pesan dari Seruni masuk. Dan tak berselang lama ponsel Mama Amara pun ikut berdering, notif tanda pesan masuk. Faya dan Mama Amara segera membuka pesan tersebut yang ternyata dari Seruni yang mengabarkan kepada mereka berdua kalau disana hujan lebat.


"Teryata di sana juga hujan. Bagaimana ini Fa?" Mama Amara khawatir jika anaknya tidak bisa pulang malam ini.


"Tante tenang ya, kan Seruni tidak sendirian. Ada Alfa yang akan menjaganya. Lagian Mas Reksa pasti tidak akan membiarkan mereka pulang." Faya yakin Reksa akan menyuruh mereka untuk menginap di sana. "Sekarang lebih baik tante istirahat di kamar saja, biar aku yang menunggu mereka pulang."


Memang Seruni hanya memberi tahu kalau disana hujan lebat. Seruni tidak ingin membuat mamanya semakin khawatir kalau dirinya mengatakan saat ini mereka terjebak hujan di jalan.


Sepeninggal mama Amara, Faya langsung membalas pesan Seruni untuk menanyakan keberadaan sahabatnya itu saat ini. Namun pesan yang terkirim hanya centang satu saja. Yang artinya ponsel Seruni saat ini sedang tidak aktif. Ia ingin beralih menghubungi Alfa, namun sayangnya dia tidak memiliki nomor ponsel Alfa. Jadi ia hanya bisa pasrah menunggu kepulangan kedua sahabatnya itu.


Tak terasa Faya malah ketiduran di ruang tamu dalam posisi duduk bersandar. Saat dirinya terbangun, ia langsung terlonjak. Ponsel yang ada di pangkuannya pun langsung terjatuh membentur lantai. Beruntung tidak sampai pecah. Cepat-cepat Faya meraihnya kemudian membolak-baliknya guna mencari apakah ada yang retak. Namun Faya tidak menemukan keretakan pada benda itu. "Syukurlah." Faya mengelus dadanya lega.

__ADS_1


Faya langsung menghidupkan ponselnya. Dan betapa terkejutnya saat matanya melihat jam yang tertera di layar punselnya. Pukul sebelas malam! Ya ampun, ternyata dirinya lumayan lama ketiduran.


Faya melangkah mendekati jendela kemudian menyingkap gordennya. Hujan masih cukup deras, namun sepertinya angin kencang tadi sudah mereda. Terlihat dari pepohonan yang ada di depan sana tidak bergoyang ataupun melambai-lambai seperti tadi.


Faya yakin seruni dan Alfa pasti menginap di tempat Mbah Suro. Tidak mungkin mereka menerobos hujan. Jika pun mereka nekat menerobos hujan, pasti mereka berdua sudah tiba di rumah sekarang.


Faya memutuskan menyeret langkahnya masuk ke dalam kamar Seruni. Meskipun ada kamar tamu di rumah itu, tapi Faya tidak pernah menempatinya. Karena saat menginap di rumah itu, Faya selalu tidur bersama Seruni di kamar Seruni.


*****


*****


*****


Jangan lupa Like Komen dan Votenya, saweran kopi dan bunganya juga boleh ☕🌹 Tonton iklannya ya setelah membaca, terimakasih 🙏

__ADS_1


__ADS_2