
"Maaf mbak, kalau kami mengagetkan Mbak." Ucap Seruni merasa bersalah karena sudah membuat orang itu terkejut. Seruni melangkahkan kakinya untuk mengambil sotil yang tadi terjatuh dan langsung mencucinya, kemudian memberikannya kepada Mbak Asih yang masih belum tersadar dari keterkejutannya. "Mbak!" Seruni memegang tangan mbak Asih yang masih diam saja saat dirinya menyodorkan sotil.
"Eh," Mbak Asih yang baru tersadar langsung meraih sotilnya. "Benarkan kalian bukan setan?" Tanya Mbak Asih sekali lagi memastikan.
"Astaghfirullah mbak, bukan! Kami manusia mbak, jangan takut." Seruni kembali memegang tangan Mbak Asih. "Apa ada yang bisa kami bantu?"
"Kalian sebenarnya siapa?" Tanya mbak Asih menatap bergantian ke arah Seruni dan Faya.
"Anggap aja kami tamu disini mbak." Jawab Seruni seraya tersenyum.
"Owh, maaf saya gak tau. Soalnya kemarin sore belum ada kalian."
"Ya, kami baru tiba menjelang magrib."
"Pantas saja, mbak kerja di sini dari pagi hingga jam empat sore."
"Ayo mbak kami bantu." Faya ikut mendekat setelah Seruni berhasil menenangkan Mbak Asih.
"Panggil saja mbak Asih." Mbak Asih sudah mulai bisa tersenyum.
"Baiklah mbak Asih, saya Seruni dan ini teman saya Faya." Ucap Seruni memperkenalkan diri. "Ayo saya bantu mbak."
__ADS_1
Akhirnya Seruni dan Faya membantu mbak Asih menyiapkan sarapan pagi itu. Baru beberapa menit saja mereka sudah nampak akrab. Terlihat dari tawa mereka yang langsung menyapa indra pendengaran Reksa yang baru saja masuk ke dalam rumah.
Tanpa mereka sadari, Reksa sudah berdiri di ambang pintu menuju dapur dengan masih menggunakan training panjang dan kaos oblong warna hitam serta sepatu yang masih melekat di kakinya. Jangan lupakan titik-titik keringat yang membasahi dahi serta lehernya.
"Ehem!" Deheman keras Reksa membuat ketiga orang itu refleks menoleh ke arahnya. "Asik bener sampai gak sadar kalau ada orang yang sudah berdiri sejak tadi di sini." Sindir Reksa kemudian melangkah mendekati lemari es untuk mengambil minum.
Mereka bertiga masih belum menyahut ucapan Reksa. Bahkan sejak tadi pandangan Seruni tak lepas dari jakun Reksa yang nampak naik turun karena sedang meneguk air minum. Jakun Reksa yang naik turun serta titik-titik keringat yang membasahi dahi serta leher Reksa membuatnya seperti terhipnotis hingga ia ikut menelan salivanya beberapa kali.
"Run!" Faya menyenggol bahu Seruni.
"Eh, iya, ada apa?" Wajah Seruni memerah karena ketahuan memperhatikan Reksa.
"Ayo kita mandi dulu." Faya langsung menarik tangan Seruni.
"Mas Reksa dapat dari mana cewek-cewek cantik kayak gitu?" Tanya mbak Asih pelan karena takut kedengaran oleh kedua cewek tadi.
"Hust! Itu pasien bapak mbak." Sanggah Reksa.
"Owh, mbak pikir temennya mas Reksa. Hihi...." Ucap mbak Asih di akhiri kikikan.
"Boleh pinjamkan mereka baju Mbak? Mereka pasti tidak membawa baju ganti."
__ADS_1
"Siap mas! Mbak ambil dulu di rumah." Mbak Asih langsung berlari keluar rumah menuju ke rumahnya sendiri yang jaraknya sekitar sepuluh meter dari rumah Mbah Suro. Sedangkan Reksa langsung masuk ke dalam kamarnya untuk membersihkan diri sebelum nantinya mereka sarapan bersama.
*****
Pukul setengah delapan Reksa, Seruni dan Faya nampak sudah duduk di ruang makan bersiap untuk menyantap sarapan mereka. Sedangkan mbak Asih sedang mencuci di belakang.
"Mas, Mbah Suro nggak ikut sarapan?" Tanya Seruni yang sejak tadi sebenarnya sedang menunggu Mbah Suro. Tidak etis rasanya jika mereka sarapan terlebih dahulu tanpa menunggu sang tuan rumah.
"Bapak sedang berpuasa Run." Jawab Reksa dengan senyum ramahnya.
"Owh, maaf Mas saya nggak tahu."
"Kenapa harus minta maaf? Ayo kita makan saja." Ujar Reksa yang diangguki oleh Seruni dan Faya. Kemudian mereka langsung menikmati sarapannya dalam diam.
Setelah sarapan, Seruni langsung mencuci piring bekas makan mereka bertiga. Sedangkan Faya membantu membereskan meja makan.
"Ayo kita temui bapak sekarang sebelum nantinya banyak pasien yang datang." Ujar Reksa. Seruni pun mengangguk kemudian mereka berdua mengikuti Reksa yang berjalan melewati pintu penghubung antara rumah dan klinik.
*****
*****
__ADS_1
*****
Jangan lupa Like Komen dan Votenya, saweran kopi dan bunganya juga boleh ☕🌹 Tonton iklannya setelah membaca ya, terimakasih 🙏