
Baru sekejap rasanya Seruni memejamkan mata, ia harus kembali terbangun saat merasakan ada yang menarik-narik bajunya. Dan benar saja saat ia membuka matanya, anaknya yang berada di sampingnya sudah terbangun dan sedang menarik-narik bajunya bagian depan. Posisi tidur Seruni saat ini adalah miring menghadap ke arah anaknya. Itu adalah salah satu kode baby Al jika ingin meminta n3n3n. Seruni yang paham pun langsung membuka kancing bajunya kemudian segera menyusui anaknya.
"Pa.. pa.. pa.. Ma.. ma.. ma.." Celoteh baby Al saat melepas sumber kehidupannya. Sepertinya baby Al kerasan di tempat yang baru. Terbukti sejak kedatangannya tadi tidak pernah rewel. Namun entah nanti malam, kita lihat aja. Semoga saja tidak rewel.
"Kita mandi ya sayang, udah sore waktunya mandi." Seruni segera mengangkat anaknya dan langsung membawanya masuk ke dalam kamar mandi.
Sekitar tiga puluh menit kemudian, baby Al sudah terlihat ganteng dan wangi. Seruni segera membawa keluar anaknya dari kamar bertujuan meminta bantuan Mbak Asih untuk menggendong anaknya sebentar agar dirinya bisa membersihkan diri. Semoga saja Mbak Asih belum pulang.
Seruni melangkahkan kakinya menuju ke belakang. Terlihat mbak Asih berada di dapur sedang menyiapkan masakan untuk makan malam nanti sebelum dirinya pulang.
"Mbak Asih." Panggil Seruni seraya mendekat.
"Ya!" Mbak Asih langsung membalikkan tubuhnya.
"Lagi sibuk Mbak?"
"Nggak juga Run. Ini lagi nyiapin buat makan malam nanti. Udah beres juga ini. Ada apa? Apa kamu butuh sesuatu? Katakan saja nggak perlu sungkan." Cerocos Mbak Asih.
"Eem, mau nitip Alfa sebentar aku mau mandi." Ragu-ragu Seruni mengatakan maksudnya.
"Owh kirain butuh sesuatu. Sini cah bagus." Mbak Asih langsung meraih baby Alfa dari gendongan mamanya kemudian menciuminya. "Heem wanginya."
"Aku mandi dulu sebentar ya mbak."
"Ya udah sana."
Seruni segera melesat masuk kembali ke dalam kamar yang ditempatinya. Ia harus bergerak cepat karena saat ini waktu sudah menunjukkan pukul setengah lima. Harusnya pukul empat Mbak Asih sudah pulang, namun entah mengapa hingga sekarang masih berada di sini. Mungkin banyak kerjaan yang harus dilakukan hari ini.
__ADS_1
"As!" Panggil Mbah Suro berdiri di pintu penghubung antara klinik dan rumahnya.
"Iya Mbah."
"Anak siapa?" Sebenarnya tanpa bertanya pun Mbah Suro tahu anak siapa itu dilihat dari raut wajahnya yang mirip dengan Alfa.
"Anaknya Seruni Mbah."
"Owh!" Mbah Suro melangkah mendekati Mbak Asih kemudian menjulurkan kedua tangannya ke arah baby Al. Baby Al pun langsung ikut menjulurkan kedua tangannya tanpa rasa takut sedikitpun bertemu dengan orang yang tidak dikenalinya. Mbah Suro langsung meraih baby Al ke dalam gendongannya.
"Pa.. pa.. pa.." Baby Al nampak kesenangan dalam gendongan Mbah Suro.
"Mana Reksa?"
"Dari semenjak datang belum ada keluar dari kamar Mbah. Mungkin kelelahan."
"Iya ini tadi mau pulang Mbah, tapi Seruni nitip anaknya katanya mau mandi."
"Ya sudah, pulang sana."
"Baik Mbah." Mbak Asih segera meninggalkan kediaman Mbah Suro setelah berpamitan.
Mbah Suro melangkah ke depan. Dibukanya pintu rumahnya lebar-lebar. Langkahnya terayun menuju ke halaman rumah. Mbah Suro membawa baby Al jalan-jalan sore mengelilingi gang-gang kecil di sekitar rumahnya. Dan semua itu tidak luput dari pandangan orang-orang yang dilewatinya. Bahkan orang-orang itu tak sungkan mempertanyakan siapakah balita yang ada di dalam gendongan Mbah Suro. Dan Mbah Suro pun menjawab jika itu adalah cucunya.
Tanpa Reksa berucap pun, Mbah Suro sudah tahu jalan pikiran anaknya dan juga apa yang diinginkan oleh anaknya. Dia tidak akan pernah menentang keputusan yang diambil oleh anaknya selagi itu baik.
Seruni keluar dari kamarnya dan sudah terlihat segar. Ia melangkahkan kakinya menuju ke dapur, namun tidak menemukan keberadaan Mbak Asih serta anaknya di sana.
__ADS_1
"Mbak Asih?" Panggil Seruni hingga sampai ke halaman belakang. Namun ia tak juga menemukan keberadaan Mbak Asih. Seruni pun kembali melangkahkan kakinya menuju ke depan. Nampak pintu rumah yang terbuka lebar. Mungkin Mbak Asih sedang duduk di teras, pikir Seruni.
"Mbak A-..... Loh, kok nggak ada orang? Mbak Asih ke mana?" Seruni celingak-celinguk memperhatikan keadaan sekitar halaman rumah Mbah Suro namun tidak menemukan keberadaan Mbak Asih dan anaknya. "Mbak Asih!" Panggil Seruni sedikit lebih kencang.
Reksa yang baru saja keluar dari kamarnya segera mencari arah sumber suara. Bahkan ia sampai tidak memperhatikan keadaannya yang acak-acakan karena memang baru bangun tidur. Kakinya melangkah menuju ke depan. "Run, ada apa kok teriak-teriak?"
"Mas, Mbak Asih nggak ada di mana-mana." Seruni menghampiri Reksa yang berdiri di teras rumah.
"Jam segini biasanya Mbak Asih sudah pulang."
Seruni menggeleng. "Belum!" Sahut Seruni. "Tadi aku nitip Alfa sebentar karena mau mandi."
"Apa mungkin dibawa pulang?" Pikir Reksa.
"Apa rumah Mbak Asih jauh dari sini Mas?"
"Nggak juga. Sekitar-..." Ucapan Reksa terputus saat melihat bapaknya dari kejauhan nampak menggendong seorang anak kecil. "Nah itu Alfa ada sama bapak." Seru Reksa.
Seruni langsung menoleh. Dan benar saja, langkah Mbah Suro semakin mendekat bersama baby Al yang nampak kesenangan dalam gendongan Mbah Suro.
Seruni menelan ludahnya yang terasa pahit. Sebenarnya ia merasa lega karena anaknya sudah ditemukan. Namun ia merasa sedikit takut saat bertemu dengan Mbah Suro.
*****
*****
*****
__ADS_1
Jangan lupa Like Komen dan Votenya, saweran kopi dan bunganya juga boleh ☕🌹 Tonton iklannya ya setelah membaca, terimakasih 🙏