
"Mau apa datang kesini?" Melihat siapa yang datang berkunjung ke kediamannya, Mbah Suro yang tadinya siaga sekarang mendudukkan tubuhnya santai. Masih diatas kasurnya, Mbah Suro menatap tajam ke arah makhluk yang ada di depannya saat ini.
"Maafkan aku Mbah, maaf karena mengabaikan ucapan Mbah Suro. Aku menyesal Mbah." Makhluk itu menunduk sendu menyesali segala keputusan yang diambilnya tanpa pertimbangan hingga membuatnya jadi seperti ini.
Mbah Suro menghela nafasnya kasar. "Sudahlah, nasi sudah menjadi bubur. Apa yang saat ini terjadi dengan dirimu adalah takdir yang harus kamu jalani. Aku pun tidak bisa melawan takdir yang sudah digariskan."
Ya, sekeras apapun usaha yang kita lakukan kalau takdir sudah berbicara maka kita bisa apa? Manusia hanya bisa berusaha menjalani kehidupannya dengan sebaik mungkin. Tapi semua keputusan dan takdir tetap berada di tangan Tuhan. Terkadang kita sudah melakukan kebaikan saja masih datang keburukan. Anggap saja itu sebagai ujian agar kita senantiasa bersyukur dan meningkatkan ketaatan kita kepada yang maha kuasa.
"Lalu sekarang apa yang ingin kamu sampaikan?"
"Aku titip anak dan istri ku Mbah. Tolong jaga mereka dengan baik. Aku pasrahkan mereka kepada Mbah Suro." Pesan Alfa kepada Mbah Suro sebelum kemudian menghilang.
Ya, makhluk itu adalah Ruh dari Alfa yang masih belum merasa tenang karena anak dan istrinya masih belum menemukan kebahagiaan. Dan mungkin sekarang Alfa akan merasa tenang setelah menitipkan anak dan istrinya kepada Mbah Suro yang pasti akan menjaganya dengan baik.
Di kamar yang ditempati Seruni dan anaknya, Seruni dan anaknya nampak tertidur lelap. Ruh Alfa yang tadinya menghilang dari kamar Mbah Suro, ternyata berpindah ke dalam kamar yang ditempati oleh anak dan istrinya. Ruh Alfa mendekat ke arah tempat tidur dan berdiri di sebelah anaknya. Tatapannya nampak sendu melihat kedua orang yang sangat dicintainya. Ia menyesal karena tidak sempat mengetahui bahwa istrinya telah mengandung anaknya saat ia meninggalkannya. Menyesal karena dirinya tidak sempat bertemu dengan anaknya. Menyesal menyesal dan menyesal. Hanya penyesalan yang tersisa.
Ruh Alfa menunduk kemudian mengecup seluruh bagian permukaan wajah anaknya. Baby Alfa yang merasa terganggu mengeliatkan tubuhnya. Baby Alfa tentu saja dapat merasakan ada sesuatu yang membuat tidurnya terusik.
Ruh Alfa sekarang berganti berdiri di samping istrinya yang masih tertidur lelap. "Maaf! Maaf karena sudah membuatmu menderita sayang. Semoga setelah ini kamu menemukan kebahagiaan mu. Aku titip anak kita. Aku percaya kamu akan menjaga dan merawat anak kita dengan penuh cinta dan kasih sayang." Ruh Alfa menunduk dan kemudian.....
__ADS_1
Cup!
Kecupan dalam ia sematkan di kening sang istri. "Aku merestui kalian berdua." Ruh Alfa langsung menghilang bersamaan dengan jeritan Seruni yang langsung membangunkan anaknya.
"AL!" Teriak Seruni terbangun dari tidurnya dan langsung terduduk.
"Ehek.. ehek.." Baby Al yang merasa kaget langsung terbangun dan langsung menangis dengan kencang.
"Cup cup cup sayang, maafin mama nak. Alfa kaget ya dengan teriakan mama." Seruni langsung menepuk-nepuk tubuh belakang anaknya berusaha menenangkannya. Ia pun menyodorkan dadanya ke arah anaknya agar anaknya berhenti menangis. Namun baby Al tidak mau menyusu dan tangisannya malah semakin kencang. Seruni langsung mengangkat anaknya ke dalam gendongan.
"Cup cup cup, kita minum ya sayang." Seruni membawa anaknya keluar dari kamar bertujuan untuk memberikan anaknya minum air putih karena anaknya tidak mau menyusu dirinya. Dan suara tangisan baby Al yang kencang itu membangunkan seisi rumah.
Reksa dan Mbah Suro yang memang tidak bisa tidur lagi keluar dari kamarnya saat mendengar tangisan seorang anak kecil yang tak lain adalah anaknya Seruni.
"Kaget Mas. Tadi aku mimpi terus teriak pas kebangun. Eh Alfa kaget terus nangis."
"Mimpi apa?" Tanya Reksa penasaran.
"Mimpi....." Seruni melirik ke arah Mbah Suro yang saat ini berdiri di pintu kamarnya. Seruni menundukkan kepalanya. "Mimpi bertemu dengan papanya Alfa." Lirih Seruni namun masih bisa ditangkap oleh indera pendengaran Mbah Suro. Mbah Suro pun menyunggingkan senyumnya. Sudah pasti itu memang Ruh Alfa dan bukan mimpi.
__ADS_1
"Apa yang Alfa katakan?" Reksa masih merasa penasaran.
Seruni menggeleng. "Aku hanya merasa kalau tadi Alfa mencium kening ku." Lirih Seruni lagi.
Ada rasa sesak saat mendengar penuturan Seruni. Reksa tidak rela calon istrinya dicium oleh orang lain meski itu hanya dalam mimpi. Padahal Alfa adalah suami Seruni dan bukan orang lain.
"Sini Al sama Akung aja." Mbah Suro melangkah mendekat kemudian meraih baby Al dari gendongan mamanya. Seruni pun membiarkannya karena dirinya tidak mampu menenangkan anaknya.
Selang beberapa detik baby Al sudah tenang dalam gendongan Mbah Suro. Meskipun tidak tertidur kembali tapi setidaknya sudah tidak menangis seperti tadi. Hanya masih tersisa sesenggukannya saja.
Seruni masih tertegun mengingat-ingat mimpinya yang terasa seperti nyata. Bahkan ia masih bisa merasakan sisa-sisa kecupan suaminya di keningnya.
*****
*****
*****
Mewek emak nulis ini 😭 kasihan sama Alfa 🤧
__ADS_1
Duh hari Senin 🤭 ada yang punya vote nganggur nggak ya 🤭 edisi malak 🏃🏻♀️🏃🏻♀️
Jangan lupa Like Komen dan Votenya, saweran kopi dan bunganya juga boleh ☕🌹 Tonton iklannya ya setelah membaca, terimakasih 🙏