
Seruni menepuk-nepuk pelan pipi mbak Yanti berusaha untuk membangunkannya. Tak berselang lama mata mbak Yanti mengerjap dan langsung tersentak kaget.
"Mana dia?!" Mbak Yanti langsung terduduk seraya mengedarkan pandangannya ke arah pintu namun tidak menemukan apapun di sana. Pandangan Mbak Yanti kemudian bergulir ke seluruh penjuru ruangan namun tetap saja dirinya tidak menemukan apa yang dicarinya.
"Dia siapa mbak?" Seruni hampir saja tergelak namun ia tahan.
"Dia tadi."
"Dia siapa?" Seruni malah iseng menggoda mbak Yanti.
"Sudah-sudah Run, istirahat sana." Lerai Bu Risma. "Mbak Yanti nggak usah takut. Makhluk itu sudah pergi dan nggak bakalan datang lagi ke sini. Reksa sudah mengirim makhluk itu ke tempat asalnya."
"Alhamdulillah syukurlah." Mbak Yanti terlihat menghela nafasnya seraya mengelus-ngelus dadanya berkali-kali.
"Dah sana istirahat."
"Ba-baik Bu." Mbak Yanti segera turun dari atas tempat tidur. Mereka berempat keluar dari kamar meninggalkan Pak Affandi seorang diri di dalam kamar.
"Nak Reksa kalau mau istirahat silakan. Sekali lagi terimakasih." Bu Risma mengulas senyum.
"Baiklah Bu." Reksa melangkah menuju kamar yang di tempatinya. Begitupun Seruni yang langsung membawa anaknya masuk ke dalam kamarnya sendiri. Mbak Yanti pun melangkah ke belakang. Namun sebelum itu ia terlebih dahulu membereskan meja makan yang tadi ditinggalkan karena ingin ikut melihat sosok makhluk yang malah membuatnya ketakutan dan akhirnya pingsan. Entah dirinya bisa memejamkan mata atau tidak nantinya.
Akhirnya malam itu semua orang bisa bernafas dengan lega dan juga bisa tertidur dengan lelap. Kecuali Mbak Yanti yang sama sekali tidak bisa memejamkan matanya karena wujud makhluk yang tadi sempat dilihatnya itu seolah menari-nari di pelupuk matanya.
__ADS_1
*****
"Pulanglah Run dan menikahlah dengan ku." Ujar Reksa pagi itu seusai sarapan saat dirinya berpamitan untuk pulang. Sontak saja aksi lamaran dadakannya itu menjadi pusat perhatian Bu Risma dan Pak Affandi serta Mbak Yanti yang ikut mengantarkan kepergian Reksa di teras rumah.
Degh!
Seruni tersentak. Jantungnya bergemuruh hebat. Suaranya terasa tercekat di tenggorokan. Apakah barusan Reksa sedang melamarnya? Tes! Air mata Seruni jatuh menetes di pipinya. "Apa Mas Reksa sedang bercanda?" Seruni menghapus air matanya dengan punggung tangannya.
"Pa.. pa.. pa.. ma.. ma.. ma.." Celoteh baby Al dalam gendongan mamanya.
"Tidak! Aku serius!" Sahut Reksa cepat. "Aku serius Run. Dan aku berucap penuh dengan kesadaran. Aku ingin membangun rumah tangga bersama mu."
"Tap-tapi aku bukan wanita baik-baik. Aku tidak pantas untuk Mas Reksa. Mas Reksa bisa mendapatkan wanita yang lebih baik." Ucap Seruni dengan terisak.
"Hiks.. hiks.. Tapi kita tidak mungkin bisa bersatu."
"Kenapa? Apa ada yang kamu takutkan?"
"Orang-orang pasti akan berpikir bahwa semua yang diucapkan oleh Papa Zaky dan om Pras itu benar."
"Persetan dengan apa yang mereka pikirkan. Kita akan membina rumah tangga yang bahagia di rumah ku."
"Lalu bagaimana dengan rumah ku?"
__ADS_1
"Kita nanti akan sesekali mengunjunginya."
Seruni menatap ke arah Bu Risma dan Pak Affandi yang nampak menganggukkan kepalanya. Berat! Sungguh berat jika ia harus memilih di antara keduanya. Ikut pulang bersama Reksa dan meninggalkan Bu Risma serta Pak Affandi yang sudah dianggapnya seperti orang tuanya sendiri atau tetap di sana yang pastinya akan membuat Reksa kecewa.
"Kami tidak akan menghalangi mu Run. Kamu juga berhak menentukan pilihan mu. Kamu berhak bahagia Run." Bu Risma melangkah mendekati Seruni kemudian memeluknya. Bu Risma sendiri juga berat jika harus melepas Seruni yang sudah dianggapnya seperti anaknya sendiri. Tapi ia juga tidak boleh egois. Seruni juga berhak bahagia. Dan cucunya juga membutuhkan sosok seorang ayah yang akan melindungi keduanya.
"Tapi bagaimana dengan ibu dan bapak?" Tanya Seruni di sela isak tangisnya.
"Jangan pikirkan kami. Bukankah sebelum kehadiran mu kami baik-baik saja?" Bu Risma tidak ingin membuat langkah Seruni semakin berat untuk meninggalkannya.
"Kita nanti sesekali bisa berkunjung ke sini Run." Sahut Reksa.
Seruni akhirnya mengangguk. Dengan dibantu oleh Mbak Yanti, Seruni membereskan baju-bajunya serta keperluan anaknya. Tidak semua dibawanya karena Seruni berjanji akan sering-sering berkunjung ke sini.
Dan pagi itu juga Seruni memutuskan pergi bersama Reksa untuk menjemput kebahagiaannya.
*****
*****
*****
Kok emak mencium bau-bau mau end ya 🤭 eits tapi nanti dulu 😂 kan papa Zaky belum melihat rupa cucunya 🤭 kira-kira bakalan syok nggak ya dia wkwkwk 🤣🤣
__ADS_1
Jangan lupa Like Komen dan Votenya, saweran kopi dan bunganya juga boleh ☕🌹 Tonton iklannya ya setelah membaca, terimakasih 🙏