SANG PENAKLUK (Satu Raga Dua Jiwa)

SANG PENAKLUK (Satu Raga Dua Jiwa)
TUJUH PULUH


__ADS_3

"Bagaimana saksi? Sah?" Tanya pak penghulu kepada kedua orang saksi yang tak lain adalah Om Gio dan Om Pras.


"Sah!" Jawab om Gio dan Om Pras bersamaan.


"Saaaaahh!" Kemudian di ikuti oleh seluruh tamu undangan yang hadir di sana. Kecuali Reksa tentunya. Bibirnya tidak sanggup mengucapkan kata sah karena hatinya menolak itu.


"Alhamdulillah barokalloh." Pak penghulu langsung memanjatkan doa dan langsung diaminkan oleh semua orang.


Akhirnya kini mereka berdua sudah sah menjadi pasangan suami istri di mata agama, hukum dan negara. Semua orang silih berganti memberikan ucapan selamat kepada kedua mempelai. Senyum nampak tersungging di bibir Alfa. Namun tidak dengan Seruni. Seruni hanya menunduk diam sambil membalas jabatan tangan orang-orang yang memberinya selamat.


Acara telah usai. Satu persatu yang hadir mulai pamit undur diri. Di awali dari pak Penghulu kemudian disusul Pak Lurah dan Pak RT serta para tetangga.


Tiba saatnya kini Reksa dan Mbah Suro yang pamit undur diri. Saat tangan Reksa terulur untuk memberikan selamat kepada Seruni, Alfa dengan cepat meraih tangan Reksa. "Terimakasih!" Ucap Alfa singkat tanpa mengindahkan raut wajah Reksa yang nampak masam.


Reksa pun langsung menarik tangannya kembali, kemudian segera melangkah keluar bersama bapaknya.


Rumah sudah kembali sepi. Tante Gita dan om Gio juga sudah pamit pulang. Kini di rumah itu hanya tinggal keempat sahabat mempelai dan juga om Zaky serta om Pras yang juga pamit kepada mereka untuk undur diri.


"Zak, kenapa ada Mbah Suro di antara tamu undangan tadi?" Tanya om Pras saat sudah masuk ke dalam mobil.


Om Zaky mulai mengemudikan mobilnya meninggalkan halaman rumah mama Amara. "Mbah Suro siapa?" Tanya om Zaky yang memang tidak tahu siapa itu Mbah Suro.


"Yang tadi pake kemeja hitam itu."


"Aku nggak lihat Pras, nggak kenal juga."

__ADS_1


"Haish, kau ini. Memangnya kau tidak tahu kalau Mbah Suro itu adalah dukun yang terkenal?"


"Terus masalahnya di mana?"


"Ya, kenapa bisa ada di sana?"


"Mana aku tahu." Jawab om Zaky acuh. "Lagian kalau kamu kenal kenapa nggak kamu samperin aja tadi?"


"Dia mana kenal sama aku."


"Ya makanya itu, nggak usah sok kenal." Cibir om Zaky.


"Filling ku nggak enak Zak."


"Heleh, makanya jangan suka belajar ilmu kedukunan biar nggak sesat terus itu otak."


"Ya, memang aku nggak bener. Tapi aku nggak pernah belajar ilmu hitam."


*****


Kembali ke kediaman Seruni.


Mereka berenam masih bercanda di ruang tamu, sesekali menggoda sepasang pengantin baru. Seruni rupanya sudah berganti baju. Baju kebaya yang tadinya melekat di tubuhnya sudah berganti menjadi dress yang panjangnya di bawah lutut.


"Jangan lupa bagi pengalaman malam pertamanya nanti ya?" Goda Ghea yang langsung membuat wajah Seruni bersemu merah.

__ADS_1


"Apa sih Ghe." Faya yang duduk di samping Ghea langsung menyenggol sahabatnya itu. Gelak tawa pun kembali memenuhi ruang tamu.


"Terus apa rencanamu setelah menikah Al?" Gantian Ega yang bertanya kepada Alfa. "Mau lanjutin kuliah apa mau kerja?"


"Entahlah, sekarang kan gue sudah punya bini. Jadi nanti rundingan dulu sama bini gue." Jawab Alfa.


"Ciyeee yang sudah punya Bini." Goda Ruli yang ikut-ikutan lemes. Lagi-lagi tawa mereka menggema.


"Mau bulan madu ke mana kalian?" Tanya Ghea lagi.


"Nggak, nggak ada bulan madu." Sahut Seruni cepat.


"Lah, masa pengantin baru nggak ada bulan madu?" Goda Ghea lagi.


"Sudah, sudah!" Faya melerai agar mereka tidak semakin membuat Seruni malu. Karena ujung-ujungnya pasti masalah ranjang.


Menjelang Dzuhur lebih tepatnya setelah makan siang bersama di kediaman Seruni, mereka berempat langsung pamit pulang karena tidak ingin mengganggu waktu pengantin baru. Seruni dan Alfa pun mengantarkan kepergian mereka di teras rumah.


"Ayo masuk!" Alfa langsung menarik tangan istrinya dan mengajaknya masuk ke dalam rumah. Tak lupa Alfa mengunci pintu rumah Seruni yang mulai sekarang menjadi kediamannya juga, karena Seruni meminta tetap tinggal bersama mamanya. Dan Alfa pun menyetujui keinginan istrinya itu. Baginya mau di manapun mereka tinggal, yang penting bisa bersama dengan istri tercintanya itu.


*****


*****


*****

__ADS_1


Emak kok dah mulai deg-degan gini yak 😩


Jangan lupa Like Komen dan Votenya, saweran kopi dan bunganya juga boleh ☕🌹 Tonton iklannya ya setelah membaca, terimakasih 🙏


__ADS_2