
Seruni melajukan mobilnya dengan kecepatan normal, sehingga Alfa mampu mengejarnya dan sekarang mobil yang dikendarai oleh Alfa berada tepat di belakang mobil Seruni tanpa sepengetahuan Seruni.
Saat tiba di rumah, Seruni dan mama Amara terlihat kaget. Mereka tidak menyangka kalau Alfa dan papanya akan mengikuti mereka. Namun begitu Seruni merasa lega karena Alfa tidak lari dari tanggung jawabnya.
"Ayo kita bicara di dalam saja." Mama Amara langsung menarik tangan anaknya masuk ke dalam rumah diikuti oleh Alfa dan Om Zaky.
Dengan kasar Mama Amara mendudukkan tubuhnya di kursi ruang tamu bersama anaknya. "Sekarang jelaskan kepada Mama. Apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa kamu meminta pertanggungjawaban kepada Alfa?" Cecar mama Amara hingga lupa mempersilahkan tamunya untuk duduk.
Om Zaky dan Alfa pun tak ambil pusing. Tanpa dipersilakan mereka langsung ikut duduk.
"Huuuft, mungkin memang sudah saatnya Runi jujur sama mama." Seruni pun akhirnya menceritakan kejadian saat mereka pergi ke tempat wisata air terjun Sendang Kaputren hingga dirinya berakhir tidur bersama Alfa.
Mama Amara tergugu dalam tangisannya. Yang pertama, mama Amara tidak bisa membayangkan bagaimana kalau saat Seruni tenggelam anaknya itu tidak bisa diselamatkan? Yang kedua, saat mengetahui fakta bahwa anaknya itu sudah pernah tidur dengan seorang laki-laki. Orang tua mana yang tidak sakit saat mengetahui semua itu?
"Tapi Seruni berani bersumpah Ma. Seruni tidak sadar saat melakukan itu."
"Tapi kita melakukan itu atas dasar suka sama suka." Sahut Alfa. Alfa tidak ingin dirinya disalahkan atas kejadian itu. Karena menurutnya semua itu terjadi karena mereka saling menyukai.
"Diam kamu Al!" Bentak Seruni. "Bukan aku yang menyukai mu tapi Ghea."
__ADS_1
"Sudah, sudah! Sekarang lebih baik kalian menikah saja." Ujar om Zaky menengahi. Membuat mereka saling diam.
"Terus bagaimana dengan Kevin?" Tanya mama Amara. "Pasti dia terluka."
"Nanti biar aku yang bicara dengannya." Ucap om Zaky. "Bagaimana Al?" Om Zaky bertanya kepada anaknya.
"Aku sih siap aja pa. Aku bukannya tidak ingin bertanggung jawab. Aku diam karena aku pikir Seruni tidak butuh tanggung jawab ku."
"Bagaimana aku meminta pertanggungjawaban mu kalau kamu langsung menghilang?" Seruni tak mau kalah.
"Baiklah, sekarang bagaimana dengan kamu Run?" Om Zaky beralih menatap Seruni.
"Kasih Seruni waktu Om. Seruni juga butuh berpikir."
"Sudah! Sekarang begini saja, kami akan pulang dulu. Kalian pikirkan baik-baik sebelum mengambil keputusan. Karena di sini yang paling dirugikan adalah pihak perempuan."
Ucapan Om Zaky langsung menohok Seruni. Laki-laki mana yang mau menikahi dirinya yang kotor itu? Seenggaknya dengan menikah dengan Alfa, ia akan terbebas dari kutukan yang membelenggu dirinya. Toh yang mengambil kesucian Seruni adalah Alfa. Jadi apa yang harus dipikirkan lagi? Tidak ada jalan keluar lain selain dirinya harus menikah dengan Alfa. Soal cinta, mungkin Seruni harus melupakan dan mengubur cintanya kepada Reksa. Mungkin memang dirinya tidak berjodoh dengan Reksa. Lagi pula Reksa berhak menemukan wanita yang jauh lebih baik dari dirinya yang kotor.
Om Zaky dan Alfa akhirnya pamit pulang. Mereka janji akan datang lagi untuk membicarakan masalah ini selanjutnya.
__ADS_1
Setelah kepergian Alfa dan papanya, mama Amara kembali menatap anaknya. "Sudah berapa banyak laki-laki yang tidur dengan mu?" Bibir mama Amara bergetar saat mengucapkan itu. Matanya pun kembali berkaca-kaca.
"Ma-mama," Seruni tidak menyangka kalau mamanya akan mempertanyakan hal itu kepadanya.
"JAWAB SERUNI!" Bentak mama Amara tanpa sadar membuat Seruni terhenyak. "Kalau kamu hanya tidur dengan Alfa, tidak mungkin teman mu memberikan julukan ayam kampus kepada mu." Lanjut mama Amara.
"Se-Seruni tidak tau ma, hiks.. hiks.. Seruni tidak sadar saat ngelakuin itu."
"Aaahh!" Mama Amara memegang dadanya yang terasa nyeri.
"Mama! Mama kenapa?" Seruni panik seketika.
"Mama tidak papa!" Mama Amara bangkit dari duduknya meninggalkan Anaknya masuk ke dalam kamar.
Seruni hanya bisa tergugu di ruang tamu seorang diri. Sekarang dirinya harus menyalahkan siapa atas semua yang terjadi? Apakah ia tidak berhak untuk membela diri? Kalau saja dirinya sadar saat melakukan itu, dirinya pasti tidak akan pernah melakukan hal sekotor itu.
*****
*****
__ADS_1
*****
Jangan lupa Like Komen dan Votenya, saweran kopi dan bunganya juga boleh ☕🌹 Tonton iklannya ya setelah membaca, terimakasih 🙏