SANG PENAKLUK (Satu Raga Dua Jiwa)

SANG PENAKLUK (Satu Raga Dua Jiwa)
LIMA PULUH


__ADS_3

Seruni hanya diam saja mendengarkan cerita Kevin. Namun hatinya terasa ikut tersayat. Nggak kebayang jika berada di posisi mama Ajeng. Beruntung Mamanya dulu sudah putus dengan om Zaky. Apa jadinya jika Mamanya berada di posisi mamanya Kevin?


Seruni setia menunggu hingga Kevin selesai menceritakan riwayat hidupnya dan mamanya. Seruni senang, Kevin mau terbuka kepadanya. Dengan begitu rasa bersalahnya sedikit berkurang.


Usai menuntaskan ceritanya, Kevin menoleh ke arah Seruni. "Maaf, malah jadinya curhat ke kamu. Padahal tadinya aku pengen marah sama kamu."


Hampir saja Seruni meledakkan tawanya. Namun dengan sekuat tenaga ia menahannya. "Aku seneng kakak mau terbuka kepada ku." Seruni mengulas senyum. "Aku siap menjadi tempat kakak berbagi. Kapan pun kakak butuh teman untuk berbagi, hubungi aku." Seruni kembali mengulas senyum.


"Aku tidak menyangka kalau kamu juga kenal dengan Alfa."


"Kami dulu satu sekolah saat SMA. Bahkan persahabatan kami sangat erat. Bukan hanya kami berdua, tetapi juga Faya, Ghea, Ega dan Ruli. Tapi usai kelulusan, kami hilang kontak karena kami memilih kuliah di universitas yang berbeda."


"Pantas saja!"


"Memangnya kenapa?" Tanya Seruni karena merasa ambigu dengan ucapan Kevin.


"Pantas saja kamu ingin meminta pertanggungjawabannya. Rupanya hubungan kalian sudah sejauh itu."


"Tidak! Bukan seperti itu!" Sanggah Seruni. Namun ia bingung harus menjelaskannya seperti apa. Toh rasanya juga percuma, meskipun dirinya susah payah menjelaskan kepada Kevin tentang apa yang sebenarnya terjadi dengan dirinya, Kevin tidak akan percaya. Jadi lebih baik dia menyimpannya saja rapat-rapat bersama sahabatnya.

__ADS_1


"Baiklah terserah!" Kevin beranjak dari duduknya meninggalkan Seruni seorang diri.


Seruni masih duduk di bangku yang ada di belakang kampus. Ia masih belum beranjak karena ia tak tahu harus ke mana. Jam kuliah sudah dimulai sejak tadi. Tak mungkin dirinya masuk ke dalam kelas, karena sudah pasti dosen pengajar tidak akan mengizinkannya masuk. Jadi ia memutuskan untuk tetap di sana hingga jam mata kuliah pertama usai.


Sepeninggal Kevin, Sinta yang sejak tadi mengikuti mereka diam-diam keluar dari tempat persembunyiannya. Sinta tidak mendengar apa yang dibicarakan oleh Kevin dan Seruni karena ia bersembunyi di tempat yang lumayan jauh dari mereka. Rupanya Sinta takut ketahuan oleh Kevin.


Seruni terlonjak saat melihat Sinta yang tiba-tiba berdiri di hadapannya. Memang sejak tadi dirinya sedang menunduk karena membaca pesan dari Reksa yang memberitahukan kalau Mbah Suro memintanya datang bersama Alfa.


"Sin-Sinta, ngapain kamu disini?" Seruni langsung memasukkan ponselnya ke dalam saku bajunya.


"Kenapa? Kaget?" Sinta melipat tangannya di depan dada. "Gue cuma mau peringatin loe. Kalau loe masih ingin kuliah di sini dengan tenang, jauhi Kevin!"


Hampir saja Seruni ketahuan oleh dosen pengajar kalau dirinya tidak cepat-cepat bersembunyi. Seorang dosen pengajar baru saja keluar dari kelasnya. Tanda pelajaran telah usai. Seruni segera masuk ke dalam kelas dan langsung menyeret sahabatnya itu keluar dari kelas.


"Ada apa Run?" Tanya Faya kebingungan. "Apa kamu baik-baik saja?"


"Ada yang ingin aku ceritakan."


"Nanti setelah kuliah kan bisa."

__ADS_1


"Aku lagi nggak mood Fa."


"Haish, selalu saja begitu. Baiklah ayo!"


Seruni dan Faya langsung pergi meninggalkan kampus dengan mengendarai mobil mereka masing-masing. Namun tujuan mereka sama, yaitu rumah Faya. Entah alasan apa nanti yang akan mereka sampaikan kepada Mama Gita.


Dan beruntungnya saat mereka tiba di rumah Faya, mama Gita sedang tidak berada di rumah. Jadi mereka merasa aman dan bisa leluasa untuk bercerita.


Faya terlebih dahulu menyiapkan minuman serta camilan sebagai teman mereka bercerita.


Setelah dirasa cukup, Faya pun langsung meminta Seruni untuk bercerita. Dan Seruni pun langsung menceritakan semuanya. Berawal dari dirinya yang akan dijodohkan dengan anak dari sahabat mamanya hingga pertemuannya dengan Alfa. Dan tak lupa Seruni juga mengatakan kepada Faya bahwa mereka diminta Mbah Suro untuk datang.


*****


*****


*****


Jangan lupa Like Komen dan Votenya, saweran kopi dan bunganya juga boleh ☕🌹 Tonton iklannya ya setelah membaca, terimakasih 🙏

__ADS_1


__ADS_2