
"Ayolah sayang, jangan malu-malu begitu sama suami sendiri." Bujuk Alfa sekali lagi, yang mana membuat sang istri semakin kesal.
"No Al, pake aja boxernya biar aku bantu kamu mandi." Kekeuh Seruni yang belum siap melihat senjata sang suami.
"Mana enak sayang. Enakan juga nggak pake apa-apa."
"Mau aku bantu nggak?!" Suara Seruni sudah mulai meninggi.
"Baiklah-baiklah, jangan marah begitu." Akhirnya Alfa yang mengalah. Alfa pun segera mengguyur tubuhnya.
Setelah air berhasil membasahi seluruh tubuh Alfa, sekarang giliran Seruni yang mengambil peran. Seruni segera menyabun serta menggosok tubuh suaminya bagian depan dan juga bagian belakang. Dan dari atas hingga ke bawah.
"Sepertinya kita belum pernah mencobanya di kamar mandi." Bisik Alfa saat sang istri menyabuni tubuhnya bagian depan.
Seruni langsung mendongakkan kepalanya menatap sang suami. Dan lagi-lagi Alfa mendapat pelototan tajam dari sang istri.
"Mau mencobanya?" Tawar Alfa seraya menaik turunkan alisnya.
__ADS_1
"Jangan macam-macam, aku lagi datang bulan!" Sahut Seruni cepat kemudian melempar sabun yang ada di genggamannya ke arah suaminya. Alfa pun reflek menangkapnya. Setelah itu Seruni segera mencuci tangannya lalu keluar dari kamar mandi. Meninggalkan suaminya yang masih terbengong karena belum mampu mencerna ucapan istrinya.
Dengan perasaan kesal dan dongkol, Seruni membanting pintu kamar mandi dengan keras hingga membuat kesadaran Alfa kembali. Namun ia sudah tidak menemukan keberadaan istrinya di dalam kamar mandi tersebut.
"Sial!" Umpat Alfa yang ikut kesal. "Masa hari pertama nikah udah datang bulan. Terus gimana nanti nasib junior ku ini?" Gerutunya seraya melanjutkan menyabuni tubuhnya sendiri. Buru-buru Alfa mengguyur tubuhnya hingga bersih.
Alfa keluar dari kamar mandi dan mendapati istrinya itu sudah berbaring di atas tempat tidur membelakangi dirinya. Alfa melangkah ke arah sofa di mana tadi ia meletakkan tas ransel yang berisi bajunya. Namun sayangnya tas itu sudah kosong. Mungkin istrinya itu sudah memindahkan bajunya ke dalam lemari. Alfa pun menyunggingkan senyumnya. Ia segera melangkah menuju lemari. Dan benar saja, baju dan celananya sudah tertata rapi di dalam lemari. Segera di raihnya kaos serta celana pendek kemudian dipakainya.
Karena saat ini memang waktunya istirahat siang, Alfa memilih ikut merebahkan tubuhnya di samping sang istri. Nafas sang istri terdengar sudah teratur. Menandakan bahwa istrinya itu sudah tertidur lelap. Di kecupnya sekilas kening sang istri. "Cup! Aku mencintai mu Run, sangat!" Alfa langsung ikut memejamkan matanya seraya memeluk istrinya.
*****
"Apa rencana mu setelah ini Al?" Tanya Mama Amara disela makannya.
"Entahlah ma, sebenarnya aku ingin cari pekerjaan, namun Papa meminta ku untuk menyelesaikan kuliah dulu."
"Aku juga setuju." Sahut Seruni. "Mau kerja apa memangnya dengan ijazah SMA? Cari kerja sekarang itu susah. Yang lulusan sarjana aja banyak yang nganggur, apalagi cuma lulusan SMA?"
__ADS_1
Ya, memang benar apa yang dikatakan oleh Seruni. Faktanya memang banyak lulusan sebuah universitas yang menjadi pengangguran karena susahnya mencari pekerjaan. Namun semua itu kembali lagi kepada diri sendiri. Bekerja tidak harus menggunakan otot. Jika kamu memiliki otak yang cerdas. Kamu bisa menciptakan pekerjaan dari kecerdasan otak mu.
"Mama juga setuju, tapi kamu juga harus ingat tanggung jawab mu. Kamu sekarang sudah menjadi seorang suami Al."
"Iya ma, aku tau. Nanti aku coba cari kerja sambil kuliah."
"Iya, terserah kamu saja bagaimana baiknya. Nanti kamu rundingkan saja bersama istri mu. Mama hanya bisa mendoakan kebahagiaan kalian."
"Terimakasih ma."
Mereka segera menyelesaikan makan malam mereka yang terasa hangat. Ya, Seruni juga merasakan kehangatan itu. Meskipun dirinya belum bisa mencintai suaminya, namun Seruni akan berusaha melakukan itu. Bukankah pepatah jawa mengatakan, 'Witing tresno jalaran soko kulino' yang artinya cinta bisa tumbuh karena terbiasa.
*****
*****
*****
__ADS_1
Jangan lupa Like Komen dan Votenya, saweran kopi dan bunganya juga boleh ☕🌹 Tonton iklannya ya setelah membaca, terimakasih 🙏