
Pagi sekali mobil papa Zaky sudah terparkir cantik di seberang jalan depan rumah Seruni. Bukan mobil papa Zaky sih sebenarnya. Lebih tepatnya mobil sewaan. Karena papa Zaky tidak ingin ada yang mengenali dirinya.
Semalam setelah melakukan ritual pengiriman santet, papa Zaky memilih bermalam di rumah om Pras sepupunya. Dan baru selepas subuh tadi papa Zaky berangkat ke kota ini. Kota dimana mantan menantunya tinggal untuk mengecek keadaan yang ada di kediaman sang menantu. Lebih tepatnya ingin memastikan keadaan mantan menantunya yang tak lain adalah Seruni. Setelah sebelumnya menukar mobilnya di tempat rental mobil terlebih dahulu. Papa Zaky menitipkan mobilnya disana dan menyewa mobil di tempat tersebut.
Cukup lama papa Zaky menunggu namun tidak ada pergerakan sama sekali di dalam rumah tersebut. Seperti tidak ada tanda-tanda kehidupan. Lampu teras masih nampak berpijar, padahal saat ini waktu sudah menunjukkan hampir pukul setengah tujuh. Dan mobil butut milik menantunya itu masih terparkir cantik di halaman rumahnya. Bukankah itu artinya sang menantu masih berada di dalam rumah?
Ingin rasanya papa Zaky turun untuk memastikan keadaan di dalam sana. Namun ia tidak ingin menimbulkan kecurigaan tetangga sekitar. Bagaimana kalau ternyata di dalam sana telah terjadi sesuatu akibat perbuatannya semalam? Dan bagaimana jika dia datang di waktu yang tidak tepat? Bukankah nantinya hanya akan menimbulkan masalah? Karena tidak ingin terlibat masalah lagi dengan sang menantu, papa Zaky memutuskan untuk tetap bersabar menunggu di dalam mobil.
Tak berselang lama saat waktu mendekati pukul tujuh, sebuah mobil yang diyakininya mobil dari sahabat menantunya terlihat memasuki halaman rumah Seruni. Papa Zaky menduga sahabat menantunya itu ingin menjemput sang menantu untuk pergi kuliah.
Papa Zaky memperbaiki posisi duduknya yang semula bersandar pada jok mobil menjadi duduk tegak. Pandangannya menyorot tajam ke arah rumah sang menantu dan seketika kedua bola matanya membulat sempurna saat melihat siapa yang baru saja keluar dari mobil itu.
Seruni?
Suara papa Zaky tercekat di tenggorokan. Bahkan untuk menelan ludahnya saja ia kesulitan. Amarah dalam dirinya perlahan naik hingga ke ubun-ubun. Deru nafasnya terdengar memburu. Kedua tangannya mencengkram erat kemudi. Satu nama yang saat ini terlintas di puncak kepalanya.
Prasetyo!
Ingin rasanya papa Zaky saat ini menghabisi sepupunya itu karena tidak becus dalam menjalankan tugasnya.
"Dasar dukun abal-abal! Mengirim santet saja gagal. Aaaaargh!" Papa Zaky memukul keras kemudinya. Meskipun saat ini dirinya teramat kesal, namun papa Zaky tetap memantau pergerakan yang ada di rumah tersebut untuk memuaskan rasa ingin tahunya.
Ya, papa Zaky ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi di dalam rumah tersebut. Kalau sang menantu semalam tidak berada di rumah, bukankah itu artinya hanya ada besannya di dalam rumah itu? Papa Zaky mulai bisa menerka sedikit demi sedikit. Apa itu artinya santet yang dikirimkan oleh sepupunya semalam salah sasaran dan mengenai besannya yang tak lain adalah mama Amara?
"Aaaarrgh! Br3n9$3k!"
****
Karena diliputi dengan kegelisahan, kecemasan serta kekhawatiran yang entah itu disebabkan karena apa, Seruni memutuskan pulang terlebih dahulu untuk melihat keadaan mamanya yang semalam mengganggu tidurnya lewat mimpi. Hanya untuk memastikan keadaan Mamanya itu baik-baik saja.
__ADS_1
Faya yang tidak ingin membuat ibu hamil itu kepikiran dan nantinya akan berimbas pada kandungannya, akhirnya menuruti kemauan sahabatnya.
"Fa, tumben jam segini lampu teras masih menyala? Apa Mama belum bangun ya Fa? Biasanya pagi sekali itu lampu dah padam." Ujar Seruni saat tiba di kediamannya.
"Mungkin aja Tante Amara lupa kali Run." Sahut Faya mengutarakan pendapatnya. Karena adakalanya sesekali seseorang lupa dengan rutinitas yang dilakukannya.
Seruni mengangguk-anggukkan kepalanya tanda ia membenarkan ucapan sahabatnya itu. "Ya udah ayo lihat keadaan mama sebentar, habis itu langsung ngampus. Ada kelas pagi ini jam delapan."
Braakk!
Seruni dan Faya keluar dari mobil bersamaan. Tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang memperhatikan gerak-gerik keduanya.
Seruni dan Faya melangkah bersamaan menuju ke teras rumah. Saat tiba di depan pintu, Seruni langsung memutar handle pintu rumahnya. Namun sayangnya pintu itu masih terkunci rapat dari dalam.
Seruni dan Faya saling pandang. "Nggak biasanya loh Fa, mama jam segini masih mengunci pintunya."
Tok.. Tok.. Tok..
Tok.. Tok.. Tok..
"Ma! Tolong bukain pintunya. Mama di dalam kan?"
"Tante!" Faya ikut berteriak keras.
"Run!" Seru tetangga sebelah kiri rumah mama Amara dari balik pagar yang tingginya setinggi tubuh manusia. Mungkin orang itu sedang berjinjit hingga nampak kepalanya yang menyembul.
"Iya Bu Ning. Apa Bu Ning lihat mama ada keluar rumah? Mungkin belanja?" Sahut Seruni sekaligus bertanya.
"Nggak tau juga sih, ibu dari tadi belum pernah lihat mama mu keluar dari rumah."
__ADS_1
Tok.. Tok.. Tok..
"MA! MAMA!" Teriak Seruni semakin mengeraskan suaranya hingga tetangga kanan kiri rumahnya berbondong-bondong menghampirinya.
"Ada apa Run?" Tanya salah satu tetangga laki-laki mama Amara.
"Bapak-bapak tolong bantu dobrak pintu rumah ini pak, saya takut terjadi sesuatu dengan mama saya di dalam." Mohon Seruni. Air matanya sudah tidak bisa dibendungnya lagi.
Beberapa tetangga laki-laki langsung merangsek menuju pintu rumah Seruni. Faya yang melihat perut buncit Seruni terguncang karena tangisan langsung memberikan pelukan guna menenangkan sahabatnya itu.
Braakk!!
Sekali dobrakan dari salah satu tetangganya tidak mampu menggoyahkan kokohnya pintu rumah Seruni. Mereka kemudian mengambil ancang-ancang untuk bersama-sama mendobrak pintu rumah tersebut.
"Satu..." Salah satu dari mereka mulai menghitung.
"Dua..."
"Tiga.." Pada hitungan ketiga mereka bersama-sama berlari menabrakkan tubuhnya ke pintu.
Braakk!!
Dan alhamdulillah akhirnya pintu berhasil dibuka dengan bantuan bapak-bapak tetangga kanan kiri rumah mama Amara.
*****
*****
*****
__ADS_1
Nyempetin update biar nggak dapat surat cinta dari NovelToon 😂
Jangan lupa Like Komen dan Votenya, saweran kopi dan bunganya juga boleh ☕🌹 Tonton iklannya ya setelah membaca, terimakasih 🙏