SANG PENAKLUK (Satu Raga Dua Jiwa)

SANG PENAKLUK (Satu Raga Dua Jiwa)
SEASON 2 PART 138


__ADS_3

Lama kelamaan akhirnya baby Al tertidur dalam gendongan Mbah Suro. Mbah Suro segera membawanya masuk ke dalam kamar untuk ditidurkannya ke atas kasur. Seruni dan Reksa yang tadinya duduk di ruang TV langsung mengekor.


Perlahan tubuh mungil itu direbahkan Mbah Suro ke atas tempat tidur. Baby Al nampak mengeliat namun setelah itu kembali tertidur pulas.


"Kapan kalian akan pergi?" Tanya Mbah Suro setelah berhasil menidurkan baby Al.


"Terserah Seruni saja Pak." Sahut Reksa menatap ke arah Seruni.


"Aku...." Seruni nampak ragu mengutarakan keinginannya. "Apa bisa kita pergi besok Mas?" Tanya Seruni takut-takut. Ia takut Reksa masih merasa lelah karena baru saja tadi siang mereka melakukan perjalanan jauh. Namun Seruni juga ingin segera berkunjung ke makam suaminya dan juga ke makam kedua orang tuanya. Mimpinya barusan membuat dirinya semakin merindukan almarhum suaminya.


"Terserah kapanpun yang kamu inginkan aku siap." Ucap Reksa menyahut. "Tapi aku punya satu permintaan."


Seruni langsung mengalihkan pandangannya ke arah Reksa, begitupun Mbah Suro. "Apa itu?" Tanya Seruni menatap dalam.


"Aku ingin kita menikah siri terlebih dahulu." Ucap Reksa mantap membalas tatapan Seruni. Pandangan keduanya pun terkunci.

__ADS_1


"Me-menikah? Siri?" Seruni jelas saja terkejut dengan permintaan Reksa. Benar dirinya mau menikah dengan Reksa. Tapi tidak secepat itu juga. Dan lagi dirinya ingin dinikahi secara sah di mata agama dan negara. Bukan sekedar menikah siri.


"Jangan salah paham dulu." Reksa segera menyangkal segala pemikiran buruk yang mungkin saat ini sedang berputar-putar di kepala Seruni. "Aku hanya tidak ingin nanti kita digrebek warga karena berada dalam satu rumah tanpa ikatan yang pasti. Aku janji tidak akan macam-macam sampai pernikahan kita dilegalkan nanti."


"Walau sebenarnya aku bisa melakukan apapun karena meskipun hanya sekedar pernikahan siri tapi itu sah dalam agama dan halal hukumnya." Lanjut Reksa namun hanya di dalam hati.


"Ya, memang sebaiknya begitu." Sahut Mbah Suro. "Dilihat dari cara tetangga mu memperlakukan mu, sepertinya itu jalan terbaik agar kalian merasa nyaman. Bagaimana Run?"


Seruni yang masih tertegun dengan permintaan Reksa tersentak. "I-iya Mbah." Akhirnya hanya kata itulah yang mampu keluar dari bibirnya. Setelah dipikir-pikir ada benarnya juga apa yang dikatakan oleh Mbah Suro. Pasti nanti dirinya akan menjadi bahan cibiran lagi oleh tetangganya jika dirinya tinggal serumah dengan laki-laki yang bukan mahramnya.


Seruni langsung mendudukkan tubuhnya di tepi ranjang setelah kepergian Mbah Suro. Reksa perlahan melangkah mendekati Seruni. Reksa pun ikut mendudukkan tubuhnya di samping Seruni. Diraihnya tangan Seruni kemudian menggenggamnya.


"Jangan ada sedikitpun keraguan di dalam hati kamu Run. Aku tulus mencintai mu dan ingin membahagiakan kalian berdua. Aku janji tidak akan menyentuh mu nanti hingga kamu mengizinkannya." Reksa menundukkan kepalanya kemudian mengecup dalam punggung tangan Seruni yang ada di dalam genggamannya.


Lagi-lagi Seruni tertegun. Tanpa sadar Seruni meneteskan air matanya tepat mengenai tangan Reksa. Reksa langsung melepaskan kecupannya kemudian mendongak. Tangannya terulur menghapus air mata Seruni. "Jangan menangis lagi. Sudah cukup air mata mu terbuang selama ini. Aku janji akan menggantinya dengan senyuman yang akan selalu terukir di bibir mu."

__ADS_1


Seruni mengangguk dan langsung menubrukkan tubuhnya ke tubuh Reksa. Beruntung Reksa sigap menahan tubuhnya agar tidak terjengkang ke belakang. Seruni semakin terisak dalam pelukan Reksa. "Terimakasih Mas, terima kasih karena sudah mau menerima ku dengan segala kekurangan ku."


"Sssttt! Tidak ada manusia yang sempurna di dunia ini. Aku pun banyak kekurangannya. Tapi bukan berarti kekurangan itu dijadikan sebagai kelemahan. Kita akan sama-sama saling melengkapi." Seruni mengangguk dalam pelukan Reksa. Reksa langsung mengecup puncak kepala Seruni beberapa kali.


Kedua anak manusia itu pun semakin mengeratkan pelukannya. Menyalurkan segala rasa yang saat ini bergejolak di hatinya. Seruni pun semakin yakin bahwa dirinya dan Reksa memang ditakdirkan berjodoh meskipun sempat tertunda.


*****


*****


*****


Ealah iki ceritane jodoh yang tertunda toh 😂


Jangan lupa Like Komen dan Votenya, saweran kopi dan bunganya juga boleh ☕🌹 Tonton iklannya ya setelah membaca, terimakasih 🙏

__ADS_1


__ADS_2