
Keenam orang itu nampak asyik berendam. Kadang mereka berenang ke sana kemari sesekali diselingi dengan canda tawa dan saling mencipratkan air.
"Kayaknya disana lebih asik deh." Alfa menunjuk tepat dimana air terjun mengalir. Gemuruh air dan dentuman air yang menimpa bebatuan terdengar mengerikan di telinga mereka. Mungkin karna saking derasnya air terjun itu mengalir.
"Ogah, serem!" Ghea bergidik ngeri.
"Iya, loe aja sono!" Ega mendorong tubuh Alfa.
"Beneran nggak ada yang mau ikut?" Semua kompak menggeleng. "Ya udah!" Alfa akhirnya berenang seorang diri mendekat ke arah air terjun yang mengalir dengan derasnya. Bahkan suaranya menggema memenuhi tempat wisata tersebut.
"Hati-hati Al!" Teriak seruni dengan lantang. Seruni terus memperhatikan pergerakan Alfa hingga sampai tepat di bawah guyuran air terjun.
"Woy! Sini!" Alfa melambai ke arah ke lima sahabatnya, membuat kelima sahabatnya itu saling pandang kemudian mereka serempak menggeleng.
"Hih, gue nyerah gaess. Gue mau ganti baju. Dingin! Beeeerrr!" Faya akhirnya menyerah duluan dan memilih naik ke tepian Sendang.
"Huuuuu cemen!" Sorak ke tiga orang tersebut kecuali Seruni yang masih setia memperhatikan Alfa.
Faya langsung berlari menuju ke penginapan yang tadi mereka sewa untuk membersihkan diri.
"Gue juga nyerah dech, beeeerrr!" Ghea akhirnya juga naik ke tepian Sendang dan langsung mengejar Faya untuk berganti baju.
"Ah elah, gak seru kalian!" Teriak Ruli seraya memukul air di depannya hingga terpercik kemana-mana.
__ADS_1
"Masih kuat Run?" Tanya Ega pada Seruni yang nampak tenang. Seruni hanya diam saja tak menyahut pertanyaan sahabatnya itu karena fokusnya tertuju pada Alfa yang nampak kegirangan di bawah guyuran air terjun. Kedua sahabatnya itu pun mengikuti arah pandang Seruni.
"Ya elah, kayak bocah aja. Girang bener mainan air." Celetuk Ruli saat melihat Alfa yang nampak kegirangan di bawah guyuran air terjun.
"Maklum saja, mungkin masa kecilnya kurang bahagia." Sahut Ega terkekeh. "Eh jam berapa ini? Kok kelihatannya udah mau magrib?"
"Iya, cepet amat dah surup. Perasaan baru sebentar kita di sini!" Ucap Ruli menimpali. "Ayo Run, kita naik saja. Udah hampir maghrib ini."
"Kalian duluan saja, aku mau menghampiri Alfa dulu. Takutnya nanti dia cari kita."
"Serius loe mau ke sana?" Ruli menunjuk ke arah Alfa yang langsung diangguki oleh Seruni. "Ya udah hati-hati!" Ruli dan Ega langsung naik ke atas. Sedangkan seruni langsung berenang menuju ke tempat Alfa.
*****
"Aduh!" Ringis Alfa saat merasakan kepalanya seperti tertimpa sesuatu. Alfa mendongakkan kepalanya ke atas seraya mengusap-usapnya. Namun tidak ada apa-apa di atas sana. Saat ia kembali menundukkan kepalanya, ekor matanya tak sengaja melihat sebuah benda berkilauan yang mengambang di atas air.
"Apa itu?" Alfa perlahan melangkahkan kakinya di dalam air menghampiri benda tersebut. "Hah! Apa ini?" Alfa memperhatikan benda yang sudah berada dalam genggamannya itu. "Kok seperti tusuk konde? Punya siapa ini?" Alfa membolak-balikkan benda tersebut berulang kali. "Ah sudahlah, mungkin ikut terbawa air." Alfa langsung memasukkan benda tersebut ke dalam kantong celananya kemudian bergegas meninggalkan air terjun tersebut karena hari sudah semakin petang dan teman-temannya juga sudah tidak nampak batang hidungnya.
*****
"Hey Al, Seruni mana?" Todong Ruli yang baru saja kembali dari kamar mandi yang ada di luar karena kamar mandi yang ada di dalam penginapan yang mereka sewa dipakai oleh Faya dan Ghea. Seketika Alfa menghentikan langkahnya yang hendak masuk ke dalam kamar.
"Seruni?" Beo Alfa bingung. Pasalnya ia sama sekali tak melihat sahabatnya itu.
__ADS_1
"Iya, tadi dia nyamperin loe. Mau ajak loe balik!" Sahut Ega.
"Hah, tapi gue nggak lihat Seruni, sumpah!" Alfa mengangkat jari telunjuk dan jari tengahnya membentuk huruf V.
"Loe jangan ngada-ngada, jelas-jelas Seruni tadi nyamperin loe!" Ruli mendorong bahu Alfa hingga sahabatnya itu mundur beberapa langkah.
"Ada apa ini?" Tanya Faya dan Ghea bersamaan saat membuka pintu penginapan dan melihat ketiga sahabatnya itu nampak berselisih.
"Seruni hilang!" Teriak Ruli, kemudian ia berlari menuju ke Sendang kembali diikuti oleh Ega.
"Hah, seruni hilang?" Beo Faya dan Ghea bersamaan.
"Alfa! Apa maksud ucapan Ruli tadi?" Faya mengguncang tubuh Alfa yang nampak linglung.
"Gue gak tau Fa!"
Faya langsung berlari menyusul Ruli dan Ega diikuti oleh Ghea di belakangnya. Alfa yang masih kebingungan akhirnya mau tak mau ikut berlari kembali ke Sendang.
*****
*****
*****
__ADS_1
Jangan lupa Like Komen dan Votenya, saweran kopi dan bunganya juga boleh ☕☕🌹🌹