SANG PENAKLUK (Satu Raga Dua Jiwa)

SANG PENAKLUK (Satu Raga Dua Jiwa)
SEASON 2 PART 141


__ADS_3

Ting!


Bunyi notif tanda pesan masuk menghentikan aktivitas seorang laki-laki paruh baya yang sedang membuka pintu mobilnya. Laki-laki itu segera merogoh ponsel dalam saku celananya.


[Seruni sudah pulang bersama anak dan selingkuhannya] -L-


"Br3n9$3k!" Papa Zaky mengeram marah meremas ponselnya. Ya, laki-laki itu adalah papa Zaky yang baru saja akan pulang setelah jam kerjanya usai. Amarah kembali memuncak saat dirinya mendengar nama Seruni. "Berani sekali dia terang-terangan membawa selingkuhannya dan juga anak haramnya."


Brakk!


Papa Zaky masuk ke dalam mobil dan langsung membanting pintunya. Papa Zaky melajukan mobilnya menuju ke tempat satu-satunya orang yang bisa dimintai tolong yaitu sepupunya Prasetyo. "Kali ini tidak boleh gagal lagi. Aku sendiri nanti yang akan memastikannya." Geram papa Zaky memukul setir mobilnya beberapa kali.


Tak berselang lama mobilnya sudah berhenti di depan rumah sepupunya. Papa Zaky langsung disambut oleh om Pras di teras rumahnya karena tadi sudah sempat menghubunginya saat dalam perjalanan.


"Tenanglah." Om Pras mencoba meredam emosi yang nampak terlihat jelas di wajah sepupunya. "Kali ini aku jamin tidak akan gagal lagi. Aku sudah memperdalam ilmu ku." Ujar om Pras jumawa.


"Lakukan tugas mu dengan baik! Aku tidak ingin mendengar lagi kata gagal atau salah sasaran seperti yang lalu!" Ucap papa Zaky seraya masuk ke dalam rumah sepupunya.


"Beres! Malam ini juga aku akan melakukannya." Sahut om Pras cepat.


"Kalau bisa habisi saja mereka bertiga!" Lanjut papa Zaky yang membuat om Pras susah payah menelan ludahnya.


"Menghabisi semuanya? Bukankan selingkuhan Seruni itu adalah anaknya Mbah Suro? Apa kamu yakin meminta ku menghabisinya?"


"Kenapa? Takut? Atau tidak mampu? Bukannya kamu tadi bilang sudah memperdalam ilmu mu?"


"I-iya, tapi anaknya Mbah Suro kan sudah pasti sakti seperti bapaknya."


"Jadi kamu takut?"


"Bu-bukan begitu. Baiklah, akan aku usahakan."

__ADS_1


"Bukan hanya usahakan, tapi lakukan dengan benar!"


"Iya, iya, baiklah." Pasrah om Pras yang mau tidak mau harus menuruti permintaan sepupunya. Jika dirinya mampu mengerjakannya sudah pasti sepupunya itu akan memberikannya imbalan yang besar.


"Lakukan tugas mu malam ini. Aku akan berangkat sekarang. Akan aku pastikan sendiri nanti bahwa kiriman mu itu tepat sasaran." Setelah mengatakan itu Papa Zaky segera meninggalkan kediaman sepupunya.


Dengan mengendarai mobilnya, sore itu Papa Zaky bergegas menuju ke rumah mantan menantunya yang ada di kota sebelah.


*****


Malam pun tiba...


"Mas Reksa mau makan apa malam ini?" Saat ini mereka bertiga masih berada di dalam kamar setelah tadi bergantian menjaga baby Al ketika salah satu dari mereka membersihkan diri.


"Memang adanya apa?"


"Di kulkas tidak ada apapun." Seruni menyengir kuda.


"Baiklah, kebetulan aku juga kepengen makan nasi gorengnya Pak Jupri."


"Dimana?"


"Ada di depan sana. Nggak jauh kok mas."


"Ya sudah, nanti kita makan itu aja. Apa mau aku belikan?"


"Nggak!" Sahut Seruni cepat. "Nanti kita makan di sana saja."


"Baiklah, ayo biar nggak kemalaman. Kasihan nanti Al."


"Iya, ayo." Seruni dan Reksa segera keluar dari kamar yang sekarang menjadi kamar mereka berdua.

__ADS_1


Tak butuh waktu lama karena memang letak nasi goreng tenda Pak Jupri tidak terlalu jauh dari area perumahan Seruni. Seruni segera memesan dua porsi nasi goreng saat masuk ke dalam tenda tersebut. Setelah itu mereka segera mencari tempat duduk.


Hanya ada beberapa orang saja di dalam tenda itu jadi tidak terlalu penuh. Dengan menggendong anaknya Seruni mendudukkan tubuhnya di kursi yang masih kosong bersama dengan suaminya.


Seseorang yang sejak tadi sibuk menikmati nasi gorengnya hampir saja tersedak saat mengenali suara siapa yang baru saja menyapa Indera pendengarannya. Tanpa sepengetahuan Seruni dan Reksa, orang itu diam-diam menoleh.


Degh!


Kedua matanya membulat saat melihat balita yang saat ini berada di dalam gendongan Seruni.


Alfa?


Jantung papa Zaky berdebar kencang saat melihat wajah anaknya ada dalam balita itu. Ya orang itu adalah Papa Zaky yang mampir sejenak ke warung tenda untuk mengisi perutnya. Tubuh papa Zaky bergetar.


Apa itu anaknya Alfa? Apa itu beneran cucu ku? Apa mata ku tidak salah lihat? Apa ini hanya halusinasi ku saja karena merindukan anak ku?


Dengan tubuh bergetar papa Zaky bangkit dari duduknya. Namun ia terhuyung dan hampir saja tubuhnya menubruk kursi yang diduduki oleh Reksa. Beruntung Reksa sigap berdiri dan langsung memegangi tubuh Papa Zaky.


"Hati-hati om." Ujar Reksa yang langsung bisa mengenali laki-laki paruh baya yang dipeganginnya. Begitupun Seruni.


"Papa!" Seru Seruni karena terkejut, tak menyangka dirinya akan dipertemukan dengan mantan mertuanya.


Tanpa berucap sepatah kata pun sekedar mengucapkan terima kasih, Papa Zaky langsung berlalu keluar dari warung tenda itu setelah membayarnya terlebih dahulu.


*****


*****


*****


Piye Pak Zaky, aman pora jantung mu? 🤭😂😂

__ADS_1


Jangan lupa Like Komen dan Votenya, saweran kopi dan bunganya juga boleh ☕🌹 Tonton iklannya ya setelah membaca, terimakasih 🙏


__ADS_2