
"Harusnya tadi itu cukup di kompres aja nggak perlu dibawa ke rumah sakit." Protes Alfa saat tiba di rumah. Alfa sendiri tadi yang meminta untuk mengemudikan mobil. Awalnya Seruni menolak karena suaminya itu baru saja sembuh. Namun Alfa memaksa meminta kunci mobil karena dia merasa sudah sembuh dan baik-baik saja. Akhirnya Seruni pun mengalah dan menyerahkan kunci mobil kepada suaminya. Mama Amara hanya manut saja dan tidak ikut protes karena memang kondisi menantunya itu sudah terlihat sehat.
"Kamu nggak tau paniknya aku tadi seperti apa?!" Suara Seruni sedikit meninggi dibarengi dengan matanya yang melotot. Beruntung mereka sudah berada di dalam kamar.
Alfa terkekeh melihat ekspresi istrinya. "Kemarilah," Alfa menjentikkan jarinya meminta sang istri agar mendekat ke arahnya yang saat ini sedang duduk bersandar di atas tempat tidur.
Seruni pun menurut. Perlahan ia melangkah mendekati suaminya. Saat Seruni tiba di dekat sang suami, Alfa langsung menarik tangannya hingga istrinya itu terjatuh di atas pangkuannya.
"Aaaaa!" Jerit Seruni karena kaget.
Dipeluknya tubuh sang istri erat seraya menghujani istrinya itu dengan banyak kecupan di wajahnya hingga membuat Seruni kegelian dan berusaha mendorong wajah suaminya agar menjauh.
"Terimakasih sudah mengkhawatirkan aku. Cup!" Lagi, Alfa kecup-kecup wajah istrinya. Seruni hanya bisa pasrah dan membiarkan suaminya itu menciumnya sesuka hati. "Saaaayang kamu Run. Cup, cup, cup!" Entah kecupan yang keberapa puluh kali.
"Iya, iya, iya, sudah ah, geli tau." Seruni akhirnya protes.
"Jawab dulu." Alfa menjeda kecupannya.
"Jawab apa?" Tanya Seruni karena tidak merasa mendapat pertanyaan dari suaminya.
"Sayang aku nggak?"
"Iya sayang!" Jawab Seruni seraya cemberut.
__ADS_1
"Kok nggak ikhlas begitu jawabnya."
"Iya aku sayang kamu Al. Cup, cup, cup!" Sekarang gantian Seruni yang menghujani suaminya dengan banyak kecupan hingga membuat Alfa tergelak karena merasa bahagia.
Alfa langsung membanting pelan tubuh istrinya itu ke atas kasur. Mereka berdua akhirnya bisa tertawa bersama. Dan sore itu mereka berdua kembali merajut cinta mereka melalui sebuah penyatuan.
*****
"Aku besok langsung kuliah ya?" Ujar Alfa saat mereka bertiga sedang menikmati makan malam.
"Eh, jangan dulu. Istirahat di rumah saja dulu." Sergah Seruni.
"Iya Al, benar apa yang dikatakan oleh istri mu. Sebaiknya memang kamu harus istirahat total saja dulu." Sahut mama Amara menimpali.
"Uhuk.. uhuk..!" Alfa dan mama Amara langsung menyodorkan segelas air putih bersamaan ke arah Seruni. Dan seruni langsung meraih salah satu diantaranya karena tidak mungkin meraih keduanya.
Alfa mengulum senyum. Ia tau istrinya itu tersedak pasti karena ucapannya. Sedangkan mama Amara menggelengkan kepalanya saat menyadari ucapan menantunya. Benar-benar menantunya itu tidak tahu tempat.
Hari sudah beranjak malam. Saatnya mereka kembali ke peraduan setelah tadi mengobrol sambil menyaksikan acara televisi. Setelah makan malam kadang mereka sempatkan untuk ngobrol sebentar. Namun jika merasa capek, mereka langsung kembali ke kamar masing-masing.
Seruni dan Alfa langsung merebahkan tubuhnya ke atas kasur. Sejenak suasana nampak hening. Keduanya hanya terdiam menatap ke arah langit-langit kamar. Entah apa yang saat ini dipikirkan oleh keduanya. Hanya mereka yang tahu. Namun yang pasti Alfa masih teringat akan bayang-bayang mimpinya semalam. Ada sedikit rasa takut saat ia ingin memejamkan matanya. Takut jika mimpinya itu terulang kembali.
"Al,"
__ADS_1
"Run,"
Ucap keduanya bersamaan kemudian saling menoleh seraya terkekeh.
"Kamu saja dulu." Alfa memiringkan tubuhnya menghadap ke arah sang istri seraya menopang kepalanya dengan sebelah tangannya.
"Harusnya tadi saat di rumah sakit aku ikut memeriksakan diriku." Ujar Seruni pelan.
"Kamu sakit?" Alfa langsung meraih istrinya ke dalam pelukannya.
Seruni menggeleng. "Hanya untuk periksa kandungan saja. Takutnya kandungan ku bermasalah. Kalau tahu permasalahannya sejak dini kan bisa langsung mencari jalan keluar."
"Sssttt!" Alfa meletakkan jari telunjuknya ke bibir sang istri. "Berhenti bahas itu oke! Aku tidak suka!"
"Iya maaf!" Seruni menyerukan kepalanya ke dada suaminya. Tangannya pun ikut melingkar di pinggang sang suami. "Kamu tadi mau ngomong apa?"
"Apa ya? Kok jadi lupa." Alfa terkekeh. Bukan lupa, hanya saja Alfa tidak sampai hati menceritakan mimpinya semalam kepada sang istri karena saat ini istrinya itu nampak sedang tidak baik-baik saja. Ya, tadinya memang Alfa berniat menceritakan mimpinya semalam. Namun karena melihat kesedihan di mata sang istri, akhirnya Alfa mengurungkan niatnya itu.
*****
*****
*****
__ADS_1
Jangan lupa Like Komen dan Votenya, saweran kopi dan bunganya juga boleh ☕🌹 Tonton iklannya ya setelah membaca, terimakasih 🙏