SANG PENAKLUK (Satu Raga Dua Jiwa)

SANG PENAKLUK (Satu Raga Dua Jiwa)
LIMA PULUH TIGA


__ADS_3

Setelah di rawat selama dua hari dua malam, akhirnya Mama Amara sudah diperbolehkan pulang. Dan selama itu pula Alfa setia menemani mereka. Pagi Alfa akan pulang terlebih dahulu untuk mandi dan setelah itu ia kembali dengan membawa sarapan untuk Seruni. Sorenya pun juga begitu. Alfa pulang untuk membersihkan diri dan malamnya setelah isya' baru kembali juga dengan membawa makan malam untuk Seruni. Sedangkan siangnya, mereka berdua makan di kantin rumah sakit.


Seruni tidak putus asa begitu saja saat mamanya mendiamkannya. Seruni terus saja berbicara dan menanyakan segala hal mengenai apa yang dirasakan oleh mamanya meskipun Mamanya itu hanya menjawab dengan gelengan kepala.


Setibanya di rumah, Mama Amara langsung masuk ke dalam kamarnya dengan dibantu oleh Seruni dan juga Alfa. Sebenarnya Mama Amara bisa sendiri, namun anaknya itu ngotot ingin membantunya. Jadi Mama Amara memilih menurut.


"Mama istirahat saja, Runi keluar dulu." Seruni dan Alfa langsung meninggalkan kamar mama Amara setelah Mama Amara merebahkan tubuhnya ke atas tempat tidur.


Seruni dan Alfa mendudukkan tubuhnya di sofa di depan televisi. "Terimakasih Al, maaf jika kami menyita waktu mu selama dua hari ini."


"Nggak masalah." Alfa menggeser tubuhnya mendekati Seruni. Di raihnya tangan Seruni kemudian digenggamnya erat. "Ayo kita menikah." Alfa menatap lekat ke arah Seruni. "Agar aku bisa menjaga kalian."


"Tap-tapi kita masih terlalu dini untuk mengarungi bahtera rumah tangga. Aku takut tidak bisa menjadi istri yang baik nantinya."


"Ssssttt! Kita akan belajar bersama-sama. Percayalah, kita pasti bisa!"


Seruni tidak tahu harus menjawab apa. Ia hanya diam saja dengan segala rasa yang berkecamuk di dalam dadanya.


"Oh ya Al," Seruni menarik tangannya yang ada di genggaman Alfa. "Apa hari Minggu nanti kamu ada acara?"


"Tidak, emangnya kenapa?


"Aku ingin mengajak mu ke suatu tempat."

__ADS_1


"Sendang Kaputren?" Tebak Alfa.


"Tidak! Untuk apa kesana? Aku tidak akan pernah menginjakkan kaki ku lagi ke sana!"


"Kemana?"


"Nanti kamu juga akan tau." Seruni sengaja menyembunyikan semua itu dari Alfa. Biar nanti Mbah Suro saja yang akan menjelaskannya. "Oh ya, kamu tinggal di mana sekarang?"


"Sebenarnya aku tinggal bersama Papa di kota sebelah. Tapi aku memilih tidak ikut kembali bersama papa."


"Kenapa?"


"Karena aku ingin selalu berada di sisi mu."


Blush!


"Aku ngekos dekat sini."


"Kenapa tidak kembali ke rumah lama mu saja?"


"Banyak kenangan Mama di sana, aku tidak sanggup."


Seruni mengerti. Meskipun cukup disayangkan kelakuan mamanya Alfa semasa hidupnya yang tega merebut suami orang, namun seorang anak tidak akan pernah bisa membenci orang tuanya.

__ADS_1


"Terus kuliah kamu?"


"Aku cuti saat mama meninggal, dan sampai sekarang belum kembali masuk."


"Baiklah, hari Minggu pagi datanglah ke sini. Kita berangkat pagi karena lokasinya lumayan cukup jauh. Sekitar empat jam perjalanan."


"Baiklah, aku sudah tidak sabar menanti kejutan darimu. Kalau begitu aku pulang dulu. Nanti sampaikan saja kepada tante Amara, aku tidak ingin mengganggu istirahatnya."


"Iya, sekali lagi terima kasih."


Alfa mengangguk kemudian langsung meninggalkan kediaman Seruni. Sekarang tinggallah Seruni seorang diri yang hanya bertemankan dengan sepi.


Seruni beranjak dari duduknya kemudian masuk ke dalam kamarnya. Seruni akan meminta tolong kepada Faya untuk menjaga mamanya nanti saat dirinya pergi. Seruni pun langsung menghubungi sahabatnya itu.


Setelah panggilan terputus, Seruni ganti mengirimkan pesan kepada Reksa dan memberitahukan kepadanya bahwa hari Minggu esok Seruni akan datang ke kediaman Mbah Suro bersama Alfa.


"Huuuft, semangat! Satu persatu masalah harus aku tuntaskan. Mulai sekarang aku tidak boleh mengeluh. Aku wanita kuat, aku pasti Bisa!" Seruni mencoba menyemangati dirinya sendiri. "Sekarang yang paling penting adalah mendapatkan maaf dari mama terlebih dahulu. Karena tanpa ridho beliau, langkah ku pasti akan terasa berat."


*****


*****


*****

__ADS_1


Semangat Run, ini belum seberapa 🤭 masih ada konflik utama yang menunggumu 🤭🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️


Jangan lupa Like Komen dan Votenya, saweran kopi dan bunganya juga boleh ☕🌹 Tonton iklannya ya setelah membaca, terimakasih 🙏


__ADS_2