SANG PENAKLUK (Satu Raga Dua Jiwa)

SANG PENAKLUK (Satu Raga Dua Jiwa)
TIGA PULUH ENAM


__ADS_3

Braakk!!


Seruni menutup pintu kamarnya dengan kencang hingga membuat mama Amara yang sedang berada di dapur terlonjak kaget.


"Eh, suara apa tadi? Bukannya pintu depan tadi tertutup ya?" Mama Amara menghentikan aktivitasnya sejenak untuk melihat pintu rumahnya. Mama Amara pikir ada angin kencang yang membuat pintunya terbuka dan tertutup sendiri. "Lah, pintu masih tertutup rapat kok, terus tadi suara apa?" Mama Amara kemudian membuka pintu rumahnya dan memastikan keadaan di sekitar rumahnya. Namun mama Amara tidak menemukan apapun yang mencurigakan.


Mama Amara kemudian menutup kembali pintu rumahnya lalu memeriksa satu persatu pintu yang ada di dalam rumahnya. Pintu kamar tamu aman. Karena tidak ada yang memakainya, maka Mama Amara mengunci kamar tersebut. Melangkah ke dalam menuju ke kamar yang ditempatinya. Meskipun pintu kamarnya tidak terkunci, tapi pintunya tidak terbuka sama sekali. Kamar yang ketiga, adalah kamar terakhir yang ada di rumah itu. Yakni kamar anak gadis semata wayangnya.


Ceklek!


Setelah berhasil membuka pintu kamar anaknya, Mama Amara kemudian melongokkan kepalanya guna melihat keadaan di dalam kamar anaknya tersebut.


"Eh, sayang, sudah pulang?" Mama Amara melangkah masuk saat mendapati anaknya ada di dalam kamar. "Kok mama gak tau?"


"Hehe..... Maaf Ma, tadi Seruni kebelet jadi buru-buru." Cengir Seruni.

__ADS_1


"Owh, berarti tadi yang banting pintu kamu?"


"Iya maaf, habisnya Runi udah nggak tahan." Seruni berusaha menyembunyikan emosinya dengan cengirannya agar mamanya itu tidak curiga kalau saat ini dirinya sedang ada masalah.


Jika pun mamanya tahu kalau dirinya sedang menyembunyikan sesuatu, mamanya itu pasti tidak akan percaya saat dirinya menceritakan apa yang sebenarnya terjadi.


"Kok mobilnya gak ada di depan? Kenapa lagi? Mogok?"


"Eem, tadi pagi Runi tinggal di rumah Faya. Runi ikut mobil Faya, jadi tadi dianterin sama Faya." Biarlah ia berbohong lagi, yang penting tujuannya baik.


"Owh, ya sudah, Mama mau lanjut masak dulu buat makan siang." Akhirnya mama Amara keluar dari kamar anaknya dan kembali ke dapur untuk melanjutkan masaknya.


"Huuuft!" Seruni membanting tubuhnya ke atas tempat tidur. "Gila aja tuh orang mau jadiin aku istri, sinting emang!" Gerutunya geram mengingat perkataan Om Zaky yang terus berputar-putar di memori otaknya. Dan jika awalnya Seruni sempat menyetujui hubungan antara mamanya dengan om Zaky, sekarang Seruni menolak keras itu. Ia tidak rela jika mamanya harus bersama dengan laki-laki mata keranjang seperti om Zaky.


"Eh, tapi aku kok jadi penasaran dengan anaknya ya? Apa mungkin anaknya kelakuannya sama kayak bapaknya? Atau mungkin malah lebih parah? Iish, aku ini mikirin apa sih?" Seruni memukul-mukul pelan keningnya. "Harusnya aku tuh mikirin Alfa, bukannya malah mikirin yang nggak penting begini."

__ADS_1


Seruni segera meraih ponselnya untuk menghubungi Ega sahabatnya. Ya, mereka sudah sempat bertukar nomor telepon saat kemarin ketemu. Seruni meminta agar Ega segera menghubunginya saat Ega bertemu dengan Alfa atau mengetahui keberadaan Alfa. Namun sampai saat ini masih belum ada kabar dari sahabatnya itu.


Hampir saja Seruni mendial nomor telepon Ega, kalau saja dirinya tidak ingat bahwa saat ini seharusnya masih jam pelajaran. Akhirnya Seruni memilih mengirimkan pesan kepada sahabatnya itu.


[Ga, bagaimana? Apakah sudah ada kabar mengenai Alfa?] -Seruni-


[Kalau sudah jangan lupa kabari aku secepatnya] -Seruni-


Benar saja, pesan yang dikirimkan Seruni kepada Ega masih centang satu. Yang artinya, Ega mematikan sambungan datanya atau mungkin malah mematikan ponselnya. Jadi Seruni hanya bisa bersabar menunggu hingga ponsel Ega kembali aktif. Pasti sahabatnya itu akan langsung menghubunginya kembali.


Seruni beranjak dari tempat tidur lalu masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri. Emosi yang sempat memuncak membuat tubuhnya terasa sedikit lemas dan tak bertenaga.


*****


*****

__ADS_1


*****


Jangan lupa Like Komen dan Votenya, saweran kopi dan bunganya juga boleh ☕🌹 Tonton iklannya ya setelah membaca, terimakasih 🙏


__ADS_2