
Waktu sudah menunjukkan pukul sepuluh malam. Terlihat Om Pras nampak sedang mempersiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan untuk memulai ritualnya. Saat dirinya sudah duduk bersila di atas tikar pandan dan bersiap memejamkan matanya, Indera pendengarannya menangkap bunyi dering ponsel yang berasal dari meja yang ada di sebelahnya. Om Pras mengurungkan niatnya dan langsung menyambar ponselnya. Om Pras mengira kalau itu adalah papa Zaky sepupunya yang menghubunginya. Namun dugaannya itu ternyata salah. Nama Kevin keponakannya yang tertera di layar ponselnya. Om Pras pun segera mengangkat panggilan itu.
Hampir saja ponsel yang menempel di telinganya meloncat saat mendengar berita yang baru saja disampaikan oleh keponakannya itu. Tubuhnya gemetar. Ia merasa ketakutan. Belum apa-apa saja sepupunya itu sudah celaka. Bagaimana nanti jika dirinya melanjutkan ritualnya? Apakah dirinya nanti juga akan mengalami nasib yang sama seperti yang dialami oleh sepupunya saat ini? Ya, Om Pras menduga ini semua adalah ulah Mbah Suro atau anaknya. Tak ingin mengambil resiko, om Pras memilih mengurungkan niatnya untuk melakukan ritual dan mengunci mulutnya rapat-rapat. Toh orang yang memerintahkannya sudah tidak ada lagi di dunia ini. Jadi Om Pras memilih jalan aman dengan pura-pura tidak tahu saja agar dirinya bebas dari interogasi.
Om Pras langsung meninggalkan ruangan itu kemudian masuk ke dalam kamar pribadinya untuk berganti pakaian. Tak lupa jaket tebal melekat di tubuhnya untuk menghalau angin malam yang terasa dingin menusuk ke dalam tulang. Malam itu juga dirinya memilih berangkat menuju ke rumah sakit di mana tempat sepupunya itu berada dengan mengendarai motornya.
*****
Seruni dan Reksa sudah tiba di rumah setelah tadi berpamitan kepada Kevin. Reksa tidak akan membiarkan istri dan anaknya itu berlama-lama berada di rumah sakit. Meskipun awalnya istrinya itu menolak, namun Reksa tetap memaksanya pulang. Seruni pun akhirnya menurut perkataan suaminya demi anaknya.
"Mas, sebenarnya apa yang terjadi?" Tanya Seruni setelah merebahkan anaknya ke atas tempat tidur. "Apa ada sesuatu yang tidak aku ketahui?"
Reksa terdiam sejenak mendengar pertanyaan istrinya. Sebenarnya Reksa tadi sempat melihat sekilas bayangan Mama Amara diantara orang-orang yang berkerumun di lokasi kejadian. Namun Reksa memilih diam saja. Reksa menduga bahwa kejadian ini pasti ada sangkut pautnya dengan apa yang dilihatnya.
Kemarin saat dirinya tiba di rumah setelah dari Jakarta, Reksa sempat menceritakan semua yang terjadi dengan Seruni kepada bapaknya. Termasuk kematian Mama Amara yang sempat diceritakan oleh Seruni.
Mendengar cerita anaknya, tentu saja Mbah Suro tidak tinggal diam karena merasa banyak keganjilan. Mbah Suro langsung memejamkan matanya berusaha menelusuri kejadian yang sudah terjadi sekitar 1 tahun yang lalu. Dan betapa terkejutnya saat Mbah Suro mendapati fakta bahwa ternyata mama Amara bukan meninggal karena penyakit jantungnya yang kambuh, melainkan karena adanya kiriman santet dari Om Pras atas perintah papa Zaky.
Tentu saja Reksa merasa geram. Namun Reksa dan Mbah Suro memilih diam dan tidak menceritakan kejadian yang sebenarnya kepada Seruni. Biarlah orang-orang menganggapnya Mama Amara meninggal karena penyakit jantungnya yang kambuh. Karena hanya alasan itulah yang wajar dan mampu dicerna oleh otak manusia biasa.
"Mas, kok melamun?" Seruni menepuk bahu suaminya.
__ADS_1
"Eh, iya tadi kamu tanya apa?"
"Sudahlah lupakan saja." Seruni langsung menyeret langkahnya masuk ke dalam kamar mandi. Dan Reksa masih setia memandangi punggung istrinya itu hingga menghilang ditelan pintu.
*****
Saat ini keduanya sudah merebahkan tubuhnya di samping kanan kiri baby Al. Seruni terlihat menatap ke arah langit-langit kamarnya. Seperti ada yang dipikirkannya saat ini. Reksa yang melihat itu pun tidak tahan untuk tidak bertanya kepada istrinya.
"Lagi mikirin apa?"
"Apa aku sebaiknya memberitahukan berita ini kepada teman-teman ku mas?" Seruni menoleh ke arah suaminya.
"Terserah kamu saja."
"Hubungilah dia mumpung kita masih ada di sini. Faya pasti mengkhawatirkan keadaan kalian." Seruni mengangguk membenarkan ucapan suaminya. Seruni langsung meraih ponselnya yang tadi ia letakkan di atas nakas samping tempat tidurnya.
Sebenarnya dulu saat dirinya mengganti nomor teleponnya, Seruni ingin sekali menghubungi Faya untuk memberitahukan nomor telepon barunya. Namun niatnya itu ia urungkan karena ia ingin menenangkan diri terlebih dahulu.
Seruni langsung mencari nomor telepon Faya dalam kontaknya. Setelah menemukannya, Seruni segera mendial nomornya. Dan pada dering pertama, panggilannya itu langsung diangkat oleh sahabatnya.
Seruni nampak berkaca-kaca saat mendengar suara sahabatnya itu dari ujung telepon. Ia masih diam membisu saat suara yang ada di seberang sana mengucap hallo beberapa kali.
__ADS_1
"Ini aku Fa, Seruni." Lirih Seruni. Seruni langsung menjauhkan ponselnya dari telinganya saat mendengar jeritan dari sahabatnya itu.
Di seberang saya Faya memekik karena terkejut. Faya tak menyangka akhirnya Seruni menghubunginya. Saking senangnya Faya sampai meloncat-loncat di atas kasurnya. Setelah lelah ia kembali mendudukkan tubuhnya kemudian mendengarkan cerita sahabatnya itu.
Tak banyak yang diceritakan oleh Seruni karena Seruni berjanji akan menceritakan semuanya kepada Faya saat dirinya bertemu besok. Tak lupa Seruni juga memberitahukan apa yang terjadi dengan papa mertuanya. Sekali lagi Faya memekik karena terkejut. Tak menyangka kalau papa Zaky akan meninggal setragis itu.
Mereka mencukupkan obrolannya sampai di situ karena malam semakin larut. Seruni segera mengakhiri teleponnya setelah meminta kepada Faya untuk menghubungi sahabat-sahabat yang lainnya.
Seruni meletakkan ponselnya kembali ke atas nakas. Seruni menoleh dan mendapati suaminya itu ternyata sudah tertidur. Seruni menunduk mengecup kening anaknya. Kemudian ia kembali menatap ke arah suaminya yang nampak tenang dalam tidurnya. Ia panjangkan kepalanya dan.....
Cup!
Seruni mencuri satu kecupan di dahi sang suami. Namun tanpa disadarinya aksinya itu tertangkap jelas oleh Reksa yang memang belum terlelap. Meskipun Reksa sedikit terkejut, namun hatinya bersorak kegirangan mendapat perlakuan semanis itu dari istrinya.
Seruni langsung merebahkan tubuhnya kembali setelah memastikan bahwa apa yang dilakukannya tidak disadari oleh suaminya.
*****
*****
*****
__ADS_1
Dih Run, sama suami sendiri kok curi-curi kesempatan 🙄 Sosor aja langsung 🤭🤣🤣
Jangan lupa Like Komen dan Votenya, saweran kopi dan bunganya juga boleh ☕🌹 Tonton iklannya ya setelah membaca, terimakasih 🙏