SANG PENAKLUK (Satu Raga Dua Jiwa)

SANG PENAKLUK (Satu Raga Dua Jiwa)
EMPAT PULUH SEMBILAN


__ADS_3

Sinta yang juga berada di sana dan mendengarkan ucapan Seruni terlihat mengepalkan kedua tangannya. Dadanya bergemuruh hebat dan rasanya siap meledak. Ingin rasanya ia menjambak rambut Seruni dan mencabutnya hingga ke akar-akarnya. Sejak hubungannya dengan Rendy berakhir, Sinta memang menaruh hati kepada Kevin.


"Kak plis maafkan aku. Aku tidak akan pergi sebelum kakak memaafkan aku." Ucap Seruni sekali lagi.


Tanpa berucap sepatah kata pun lagi, Kevin langsung mencengkram pergelangan tangan Seruni kemudian menyeretnya meninggalkan kantin. Membuat semua orang yang ada di sana melongo, bisik-bisik pun mulai terdengar memenuhi penjuru kantin.


"Kak, lepaskan aku! Kakak mau membawa ku kemana?" Ronta seruni menarik paksa tangannya dalam genggaman Kevin. Kevin hanya dia membisu tanpa menjawab pertanyaan Seruni. Kevin malah semakin melebarkan langkahnya hingga membuat Seruni terhuyung-huyung. Mereka pun menjadi pusat perhatian orang-orang yang dilewatinya.


Faya yang baru saja tiba langsung berlari mengejar sahabatnya itu saat melihat Seruni diseret paksa oleh kakak seniornya.


"Run!" Teriak Faya seraya berlari. Seruni hanya menoleh sekilas karena harus mengikuti langkah Kevin. Faya pun semakin mempercepat larinya hingga berhasil mengejar mereka. "Run! Mau kemana? Huh.. huh.." Seruni menggelengkan kepalanya. Faya berusaha mengatur nafasnya. "Kak, kakak mau membawa Seruni ke mana?"


"Diam! Dan berhenti! Jangan ikut campur urusan kami!" Bentak Kevin garang. Faya pun langsung kicep. Faya hanya bisa memandangi Seruni yang kembali diseret paksa oleh Kevin. Faya tidak berani lagi mengejar mereka meskipun raut wajah Seruni memelas meminta pertolongan.


Sesampainya di belakang kampus, tubuh Seruni langsung dihempaskan oleh Kevin ke sebuah bangku panjang yang ada di bawah pohon mangga. Masih terlihat basah akibat sisa hujan semalam yang mengguyur bumi. Pakaian bagian belakang Seruni pun terasa basah.


"Maaf!" Cicit Seruni takut-takut melihat kemarahan yang terpampang di wajah Kevin.


"Belum cukup loe mempermalukan gue semalam?!" Kevin berdiri tepat di hadapan Seruni.


"Maaf kak, bukan maksud ku seperti itu."


"Apa kamu memang sengaja ingin mengadu domba antara gue dan Alfa?"


"Tidak kak, bukan seperti itu. Aku tidak tahu kalau Alfa adalah anaknya om Zaky, saudara Kakak."

__ADS_1


"Gue nggak pernah punya saudara!"


"Hah! Mak-maksud kakak?"


Kevin berusaha meredam emosinya, ia perlahan mendudukkan tubuhnya di samping Seruni. Kevin menyandarkan punggungnya pada sandaran kursi. Wajahnya mendongak menatap jauh ke atas langit.


"Gue tidak pernah dan tidak akan pernah menganggapnya sebagai saudara!" Tatapan mata Kevin terlihat kosong.


"Ap-apa kalian saudara tiri?" Takut-takut Seruni bertanya dengan suara lirih.


Kevin kembali menegakkan tubuhnya. Ditatapnya mata Seruni dalam-dalam hingga membuat Seruni sedikit salah tingkah. Seruni langsung memutus pandangan di antara mereka kemudian menundukkan kepalanya.


"Ya, dia adalah anak dari istri kedua papa ku. Aku juga baru tahu beberapa tahun belakangan ini. Usia kami hanya terpaut tiga tahun. Mama ku sakit-sakitan akibat memikirkan kelakuan bejat papa. Namun Mama tidak pernah cerita kepada ku dan memilih memendamnya sendiri hingga akhirnya Mama meninggal satu tahun yang lalu." Suara Kevin terdengar getir dan melembut.


Singkat cerita....


Saat Kevin baru berusia dua tahun, saat itu pula Farida mengaku sedang mengandung anak dari Zaky dan meminta pertanggungjawaban. Karena merasa bersalah, Zaky pun diam-diam menikahi Farida secara siri tanpa sepengetahuan Ajeng istri sahnya.


Beberapa bulan kemudian lahirlah Alfa. Dan saat itu usia Kevin baru menginjak tiga tahun. Jadi Kevin dan Alfa hanya selisih tiga tahun.


Lambat laun Ajeng mulai curiga dengan sikap suaminya yang selalu pulang larut malam. Hingga suatu hari tanpa sepengetahuan suaminya, Ajeng diam-diam membuntuti sang suami.


Betapa hancur hatinya saat melihat suaminya itu mendatangi rumah seorang perempuan yang sedang menggendong anak kecil kisaran umur tiga tahun. Dan yang lebih mencengangkan lagi, perempuan itu mencium tangan suaminya dan dibalas suaminya dengan kecupan di keningnya layaknya sepasang suami istri.


Karena tidak ingin membuat keributan di rumah orang, Ajeng memilih kembali ke rumah dengan membawa kesakitan yang terasa menyayat hatinya. Ajeng akan menanyakan secara langsung kepada suaminya tentang apa yang dilihat oleh mata kepalanya sendiri itu.

__ADS_1


Dan benar saja, malam harinya saat Zaky tiba di rumah, terjadilah pertengkaran hebat antara Ajeng dan suaminya. Setelah Ajeng mencecar suaminya, akhirnya Zaky pun mengaku kalau dirinya sudah menikah lagi secara siri dengan wanita yang dilihat oleh istrinya. Kevin yang saat itu masih kecil masih belum bisa memahami apa yang terjadi di antara kedua orang tuanya.


Ajeng yang terlanjur marah dengan suaminya, meminta suaminya untuk menceraikannya. Namun Zaky menolaknya. Saat itu Zaky hanyalah seorang karyawan di kantor papanya Ajeng.


Karena suaminya itu menolak untuk menceraikannya, Ajeng pun memberikan kesempatan kedua untuk suaminya demi anaknya. Dengan catatan, Zaky harus menceraikan istri keduanya. Pilihan yang sulit memang. Tapi jika ia tetap mempertahankan istri keduanya, maka ia harus bersiap kehilangan semuanya. Akhirnya Zaky memutuskan untuk meninggalkan istri keduanya.


Beberapa tahun kemudian Zaky kembali berulah. Diam-diam ia kembali menjalin hubungan dengan Farida karena Zaky tidak pernah menceraikan istri keduanya itu. Hingga Ajeng kembali mengetahui kelakuan bejat suaminya itu. Dan kembali terjadilah pertengkaran hebat di antara mereka.


Kevin yang saat itu sudah duduk di bangku SMA, sudah mulai mengerti dengan apa yang terjadi diantara kedua orang tuanya. Kevin pun mencari tahu sendiri karena mamanya memilih memendamnya seorang diri.


Setelah mengetahui fakta yang selama ini coba ditutupi oleh mamanya, Kevin pun sangat membenci papanya dan juga istri serta anak kedua papanya.


Sejak saat itu Ajeng menjadi sakit-sakitan karena memikirkan suaminya dan akhirnya meninggal. Semakin bertambahlah kebencian di hati Kevin kepada papanya itu.


Setelah Ajeng meninggal, Zaky langsung diusir dari rumah yang selama ini ditempatinya oleh kedua orang tua Ajeng. Dan Kevin pun memilih tinggal bersama Opa dan Omanya, orang tua dari mamanya.


Sepeninggal istrinya, Zaky kembali mendatangi Farida. Zaky langsung melegalkan pernikahannya dengan Farida kemudian memboyong istri dan anaknya pindah dari kota itu. Namun naasnya, rumah tangga yang baru dijalani oleh Zaky dan Farida selama empat bulan itu harus kembali kandas karena Farida meninggal setelah terserempet mobil. Dan akhirnya saat ini Zaky hanya hidup berdua bersama Alfa anaknya.


*****


*****


*****


Wooah 1000 kata lebih, mau emak jadikan dua bab tapi takut fillnya gk dapat 😂

__ADS_1


Jangan lupa Like Komen dan Votenya, saweran kopi dan bunganya juga boleh ☕🌹 Tonton iklannya ya setelah membaca, terimakasih 🙏


__ADS_2