
...Harap baca saat berbuka! Area hareudang!...
Masih di dalam kamar pengantin baru. Dinginnya pendingin ruangan tidak mampu mendinginkan suhu tubuh keduanya yang sudah terbakar api 9@ir@h. Kecupan demi kecupan yang diberikan oleh Alfa di leher serta bagian dada istrinya layaknya bintang yang bertaburan di langit.
Seruni hanya bisa memejamkan matanya menikmati setiap sentuhan suaminya. Seruni sudah pasrah. Ia sudah ikhlas jika malam ini harus menyerahkan raga serta jiwanya kepada suaminya. Ia tidak akan menolaknya.
Alfa yang melihat istrinya pasrah dalam kungkungannya semakin melebarkan senyumnya. Ia senang istrinya itu tidak menolaknya. Alfa semakin bersemangat melakukan pemanasan agar istrinya itu merasa rileks.
Alfa sendiri heran saat melihat reaksi tubuh istrinya di awal tadi yang nampak kaku. Rupanya istrinya itu tegang. Bukankah mereka sudah pernah melakukannya sebelum ini? Lalu kenapa reaksi istrinya itu seperti belum pernah melakukannya? Harusnya kali ini istrinya itu jauh lebih santai karena mereka adalah pasangan yang sudah halal. Namun semua pemikiran itu segera ditepisnya. Mungkin karena istrinya itu belum terbiasa.
"Sudah siap?" Bisik Alfa pelan. Seruni hanya mengangguk tak kuasa membuka suaranya dan juga matanya. Ia masih menikmati sisa-sisa pemanasan yang dilakukan suaminya. "Aku masuk ya?" Izin Alfa. Lagi, Seruni mengangguk. Alfa pun bersiap melakukan penyatuan.
Perlahan tapi pasti Alfa mendorong miliknya yang sudah menegang sejak tadi. Namun usahanya belum juga membuahkan hasil.
"Aauw, ssssttt, sakit!" Ringis Seruni seraya mendorong tubuh suaminya menjauh.
"Rileks, jangan tegang. Nggak bisa masuk nanti." Alfa berusaha menenangkan istrinya yang kesakitan. "Bukannya kita sudah dua kali melakukannya? Kenapa sulit masuknya?" Keluh Alfa keheranan merasakan milik istrinya yang kembali rapat layaknya gadis perawan. Padahal istrinya itu sudah tidak perawan lagi karena keperawanannya sudah direnggut olehnya.
"Ya mana aku tau?!" Kesal Seruni dengan pertanyaan suaminya dan juga merasakan sakit pada tubuh bagian bawahnya.
__ADS_1
"Kita coba sekali lagi. Tapi kamu harus rileks sayang, jangan tegang biar nggak susah masuknya dan juga nggak sakit." Ujar Alfa memberi pengertian kepada istrinya. "Aku mulai ya?" Seruni mengangguk. Alfa pun bersiap memulai penyatuan kembali. "Rileks jangan tegang." Ucap Alfa sambil mendorong tubuhnya perlahan.
"Auuwh, ssssttt!" Ringis Seruni lagi. Namun kali ini Alfa tidak berhenti dan tetap melanjutkan aksinya hingga sang istri meringis beberapa kali karena kesakitan. Benar-benar kembali perawan istrinya itu. Ajaib bukan? Padahal baru satu bulan yang lalu mereka melakukannya lagi.
Tak peduli dengan ringisan sang istri karena sudah berada di ujung tanduk, Alfa terus mendorong tubuhnya hingga.....
Bleeeeeesss!!
"Aaaaaahh!" Desah keduanya saat Alfa berhasil melakukan penyatuan. Sejenak mereka terdiam dan saling tatap. Perlahan senyum di bibir Alfa terbit. Alfa langsung m31um@t bibir istrinya.
"Aku mencintai mu Run." Ucap Alfa setelah pagutan mereka terlepas. "Aku gerak ya?" Lagi-lagi Seruni mengangguk. Alfa pun mulai menggerakkan tubuhnya perlahan. D3$@h@n dan 3r@n9@n memenuhi kamar yang tidak memiliki pengedap suara itu. Jadi mereka tidak bisa berekspresi dengan bebas. Mereka sedikit menahan agar suara mereka tidak sampai terdengar dari luar kamar.
"Ak-aku pengen pi-pipis." Ujar Seruni terbata karena nafasnya yang memburu.
"Keluarkan saja sayang, jangan di tahan." Bisik Alfa pelan juga dengan nafas yang memburu.
"Nan-nanti kasurnya ba-basah." Ucap Seruni lagi. Takut jika ia ngompol di atas kasur. Alfa langsung m31um@t bibir sang istri agar tidak banyak protes yang nantinya malah akan membuat konsentrasinya ambyar.
"Eeemp-!" Seruni pun tidak bisa lagi berkutik. "Aaaaahh!" Pagutan mereka terputus. Akhirnya Seruni mencapai pelepasannya yang pertama. Alfa memilih berhenti sejenak agar istrinya itu bisa menikmati pelepasannya. Namun bukannya menikmatinya, istrinya itu malah membuatnya tergelak. "Aku ngompol." Ucap Seruni polos layaknya gadis perawan yang belum mengerti tentang berhubungan badan.
__ADS_1
Alfa perlahan mulai bergerak kembali. Memacu dengan konsentrasi penuh setelah tadi konsentrasinya buyar akibat ucapan polos istrinya. Tak lama kemudian Alfa pun mencapai puncaknya bersaman dengan Seruni yang juga mencapai puncaknya untuk kedua kalinya.
"Aaaaargh!" D3$@h keduanya. Alfa langsung ambruk di atas tubuh istrinya.
"Al, berat ini. Sana minggir. Aku ngompol lagi." Ucap Seruni lagi yang membuat Alfa gemas dan ingin mengulangi kegiatannya lagi. Namun sayangnya dirinya masih kelelahan.
Perlahan Alfa bangun dari atas tubuh istrinya kemudian melepaskan penyatuannya. "Loh kok berdarah?" Seru Alfa terkejut.
"Hah?!" Seruni pun ikut terkejut.
*****
*****
*****
Yasalaaamm 🤦 panas dingin ngetik bab ini 🤭🤣🤣🏃🏻♀️🏃🏻♀️
Jangan lupa Like Komen dan Votenya, saweran kopi dan bunganya juga boleh ☕🌹 Tonton iklannya ya setelah membaca, terimakasih 🙏
__ADS_1