SANG PENAKLUK (Satu Raga Dua Jiwa)

SANG PENAKLUK (Satu Raga Dua Jiwa)
ENAM PULUH


__ADS_3

"Oh ya Mbah, dulu sebelum saya datang ke sini, saya sempat mendatangi tempat Ki Parto. Apa Mbah Suro mengenal Ki Parto?" Tanya Seruni yang akhirnya mengingat Ki Parto. Dulu mereka tidak sempat menanyakannya kepada Mbah Suro karena lupa. Dan sekarang saat dirinya ingat, Seruni langsung mempertanyakannya kepada Mbah Suro agar rasa penasarannya segera terobati.


"Siapa lagi itu Ki Parto?" Batin Alfa bertanya-tanya. "Apakah dia dukun juga seperti Mbah Suro? Kalau memang demikian, kenapa calon istrinya itu ahli sekali datang ke tempat dukun? Sebenarnya apa yang di cari oleh calon istrinya itu?" Alfa semakin tidak mengerti dengan jalan pikiran Seruni.


Mbah Suro dan Reksa saling pandang. Mungkin mereka berdua sedikit terkejut saat Seruni menyebut nama Ki Parto. "Kenapa kamu baru mempertanyakannya sekarang Run?" Tanya Reksa.


"Karena aku baru mengingatnya mas."


"Apa yang kamu lakukan di sana?" Tanya Mbah Suro.


Seruni pun akhirnya mengatakan tujuannya mendatangi tempat Ki Parto yang tak lain adalah untuk meminta bantuannya. Seperti halnya yang dilakukan olehnya saat datang ke tempat Mbah Suro. Tak lupa Seruni juga menceritakan apa yang dialaminya bersama Faya disana. Reksa hampir saja menyemburkan tawanya saat mendengar cerita Seruni. Sedangkan Mbah Suro masih tetap tenang.


Alfa, jangan ditanya lagi. Dia hanya diam saja mendengarkan cerita Seruni yang baginya cukup aneh. Ia tidak langsung percaya begitu saja ucapan Seruni. Mungkin nanti ia akan menanyakannya kepada Faya akan kebenaran cerita Seruni.


"Ki Parto sudah meninggal dua tahun yang lalu!" Ujar Mbah Suro akhirnya.

__ADS_1


"Hah!" Seruni terkejut bukan kepalang. "Me-meninggal?" Beo Seruni tergagap. Dia tidak salah dengar kan?


"Ya!" Tegas Mbah Suro. "Dan kuburannya ada di belakang gubuknya." Tambah Mbah Suro yang semakin membuat Seruni terkejut dan seketika bulu kuduknya berdiri karena merinding.


"Astagaaaaa! Berarti yang saya lihat itu hanya sukmanya Mbah?"


"Ya, dan teman mu memang tidak bisa melihatnya. Dan kenapa kamu bisa melihatnya? Sudah pernah saya katakan bukan? Kalau kamu adalah orang pilihan."


Hari hampir gelap saat mereka selesai dengan pembicaraan mereka. Seruni dan Alfa segera pamit undur diri. Sebenarnya Reksa sudah menawarkan kepada mereka untuk menginap, namun Alfa menolaknya dengan tegas. Jadi Reksa tidak bisa memaksanya. Dan Seruni pun juga tidak bisa membantahnya. Karena di sini Alfa yang mengemudi bukan dirinya.


Seruni hanya mengangguk dan tidak bisa membantah lagi. Karena memang hanya itu jalan satu-satunya yang harus ditempuh olehnya jika ingin segera terbebas dari belenggu yang melekat di tubuhnya.


Disini yang paling diuntungkan adalah Alfa. Bagaimana tidak? Memang itu yang ia inginkan. Segera menikah dengan wanita yang sangat dicintainya. Ya, wanita. Karena Seruni sudah tidak gadis lagi. Dan semua itu sudah jelas bukan siapa pelakunya?


Sedangkan Reksa hanya diam saja karena tidak berani membantah ucapan bapaknya untuk menyuarakan keberatannya. Memangnya siapa dia? Kenapa dia harus keberatan dengan keputusan yang diambil oleh bapaknya? Ah entahlah, yang pasti saat ini hatinya terasa perih karena keputusan itu mau tak mau memaksanya untuk melepaskan serta melupakan cintanya.

__ADS_1


"Sepertinya sebentar lagi akan turun hujan. Apa tidak sebaiknya kalian menginap saja?" Usul Reksa.


Hari yang sudah petang terlihat semakin gelap karena langit nampak menghitam akibat tertutup oleh mendung. Reksa khawatir mereka nantinya akan terjebak hujan di tengah jalan. Bukankah pepatah mengatakan sedia payung sebelum hujan? Jadi akan lebih baik jika mereka menginap saja pikir Reksa.


Namun niat baik Reksa itu langsung di tolak mentah-mentah oleh Alfa. Alfa tidak akan membiarkan calon istrinya itu lebih lama bersama Reksa jika mereka memutuskan untuk menginap. Jadi petang itu juga Alfa memutuskan untuk segera meninggalkan kediaman Mbah Suro.


Seruni hanya bisa menatap sendu ke arah Reksa yang masih berdiri di teras rumahnya saat mengantarkan kepergian mereka. Reksa baru kembali masuk ke dalam rumahnya saat mobil yang ditumpangi oleh Seruni menghilang dari pandangannya.


*****


*****


*****


Jangan lupa Like Komen dan Votenya, saweran kopi dan bunganya juga boleh ☕🌹 Tonton iklannya ya setelah membaca, terimakasih 🙏

__ADS_1


__ADS_2