SANG PENAKLUK (Satu Raga Dua Jiwa)

SANG PENAKLUK (Satu Raga Dua Jiwa)
DELAPAN PULUH DUA


__ADS_3

Sepasang suami istri sudah masuk ke dalam kamar. Seruni terus saja bersungut-sungut mulai dari dapur hingga masuk ke dalam kamar. Alfa hanya terkekeh-kekeh menanggapi kekesalan istrinya. Bahkan hingga keluar dari kamar mandi Seruni masih menggerutu. Mungkin kekesalannya pada sang suami sudah naik hingga ke ubun-ubun. Jadi ia lampiaskan dengan cara mengomel. Mau menampol suaminya juga ia tidak berani. Bisa-bisa ia dilaporkan karena kasus kaderete.


Alfa diam di atas tempat tidur memperhatikan istrinya masih sambil terkekeh. Ia sama sekali tidak menanggapi kekesalan istrinya. Baginya istrinya itu malah terlihat lucu saat sedang ngomel. Layaknya anak kecil yang dimarahin oleh ibunya, Alfa hanya diam saja.


Seruni melangkah mendekati tempat tidur bersiap untuk merebahkan tubuhnya. Namun saat dirinya lengah tiba-tiba saja tangannya ditarik oleh suaminya hingga dirinya jatuh di atas tubuh sang suami.


"Aaaaa! Alfa sialan!" Makinya spontan. "Oops! Maaf keceplosan!" Seruni langsung membekap mulutnya.


"Coba ulangi lagi." Pinta Alfa memeluk erat tubuh istrinya yang ada di atasnya. Namun Seruni menggeleng masih dengan membekap mulutnya. "Ayo ulangi lagi." Pinta Alfa lagi.


"Tidak! Maaf! Aku spontan aja tadi, maaf ya." Seruni mengedip-ngedipkan matanya berlagak sok imut agar suaminya itu tidak marah lagi. Seruni tidak ingin mengulangi kejadian sebelum makan tadi.


"Sepertinya kamu harus dihukum agar bisa menghormati suami mu." Ucap Alfa datar membuat Seruni pias. Seruni langsung membeku dan tidak bisa berkutik. Alfa langsung membalik tubuhnya. Sekarang posisi Seruni berada di bawah kungkungan suaminya.

__ADS_1


"Ma-mau apa?!" Mata Seruni membola. Kedua tangannya reflek menyentuh dada suaminya. Ia tekan dengan kuat berusaha menahan tubuh suaminya agar tidak semakin menempel dengan tubuhnya.


"Mau apa?" Alfa balik berucap seraya menyunggingkan senyum smirknya. Alfa perlahan mendekatkan wajahnya ke wajah istrinya. Seruni pun langsung melengoskan wajahnya ke samping hingga telinganya yang berada di atas. "Aku mau kamu." Bisik Alfa lirih di telinga sang istri, membuat istrinya itu meremang. "Aku menginginkan mu sayang. Apa sudah boleh?" Lirih Alfa lagi yang merasa sudah tidak bisa lagi menahan h@$r@tny@.


Reflek Seruni mengangguk kemudian menggeleng. Alfa mengernyitkan alisnya. Ia tidak paham dengan istrinya itu. Hampir saja ia bersorak kegirangan karena ternyata istrinya sudah selesai masa haidnya. Tapi ia kembali lagi diterjunkan dengan gelengan istrinya.


"Yang benar yang mana?" Alfa meraih kepala istrinya agar menatapnya. Seruni pun tidak menolak. Sekarang keduanya saling pandang. "Yang benar yang mana?" Ulang Alfa.


"Sudah, eh!" Seruni langsung melepas kedua tangannya yang masih berada di dada suaminya untuk membekab mulutnya. Membuat tubuh suaminya semakin menghimpitnya. Perlahan sudut bibir Alfa tertarik membentuk senyuman.


"Kok cepet? Bukankah seharusnya seminggu?" Heran Alfa, karena setahunya masa haid perempuan itu kurang lebih sekitar seminggu. Bahkan ada yang lebih.


"Sebelum hari pernikahan kita aku sudah datang bulan terlebih dahulu." Jelas Seruni yang membuat Alfa semakin melebarkan senyumnya.

__ADS_1


"Baiklah, kali ini aku tidak ingin ada penolakan lagi." Alfa langsung membungkam bibir istrinya dengan bibirnya. Awalnya Seruni gelagapan, namun akhirnya ia bisa mengimbangi pagutan suaminya.


Sepasang suami istri itu pun akhirnya saling menyalurkan cinta. Lebih tepatnya Alfa yang menggebu. Seruni hanya berusaha mengimbanginya saja agar suaminya tidak merasa kecewa. Pagutan demi pagutan, kecupan demi kecupan Alfa lancarkan ke seluruh permukaan tubuh istrinya. Entah sejak kapan kini keduanya sudah polos tanpa sehelai benang pun yang menempel di tubuhnya.


Dan entah mengapa kali ini Seruni bisa merasakannya sekaligus menikmatinya. Lalu yang kemarin-kemarin kenapa dirinya tidak bisa mengingatnya? Apakah yang kemarin-kemarin itu juga seperti ini rasanya? Melayang karena terbuai. Padahal ini baru sekedar kecupan dan sentuhan.


Skip! Lanjut malam anunya 🤭


*****


*****


*****

__ADS_1


Duh haredaaang kabooorrr 🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️🤣🤣


Jangan lupa Like Komen dan Votenya, saweran kopi dan bunganya juga boleh ☕🌹 Tonton iklannya ya setelah membaca, terimakasih 🙏


__ADS_2