SANG PENAKLUK (Satu Raga Dua Jiwa)

SANG PENAKLUK (Satu Raga Dua Jiwa)
TIGA PULUH DUA


__ADS_3

Mobil yang dikendarai oleh Reksa berhenti tepat di titik lokasi yang dikirimkan oleh Seruni. Seruni sudah berdiri di depan pagar rumahnya bersama Faya untuk menyambut kedatangan Reksa. Reksa segera membelokkan kemudinya masuk ke dalam halaman rumah Seruni.


Brak!


Reksa turun dari mobil, kemudian mereka bertiga beriringan masuk ke dalam rumah. Seruni langsung mempersilahkan Reksa untuk duduk.


"Aku ke belakang dulu mas." Pamit Seruni dan Reksa pun mengangguk.


"Biar aku saja!" Cegah Faya yang langsung melesat masuk ke dalam. Membuat Seruni mengurungkan langkahnya kemudian mendudukkan tubuhnya di sofa seberang Reksa.


"Mas!"


"Run!"


Ucap Seruni dan Reksa bersamaan kemudian mereka berdua saling pandang kemudian terkekeh bersama.


"Kamu duluan aja." Reksa mengalah.


"Mas Reksa dari mana kok bisa ada di kota ini?"


"Ada sedikit kerjaan tadi."


"Owh,"

__ADS_1


"Bagaimana kabar mu Run?"


"Baik!" Ucap Seruni dengan wajah sendunya, membuat Reksa mengernyit. Baik? Terus kenapa wajahnya terlihat sendu begitu?


Baru saja Reksa akan kembali membuka mulutnya untuk mempertanyakan keadaan Seruni, Faya sudah datang membawa minuman bersama mama Amara.


"Eh, ada tamu?" Sapa mama Amara.


Reksa pun langsung berdiri kemudian membungkukkan sedikit badannya untuk menyapa Mama Amara. "Siang Tante."


"Siang," Balas mama Amara "Siapa ini Run?"


"Eem, kenalin ini Mas Reksa ma."


"Ya sudah, kalian bisa lanjutkan ngobrol, Mama mau ke belakang dulu." Pamit Mama Amara yang langsung diangguki oleh ketiganya.


"Sepertinya kamu sedang tidak baik-baik saja Run?" Todong Reksa menatap lekat ke arah Seruni. Membuat Seruni salah tingkah dan langsung menundukkan kepalanya. "Katakanlah, aku siap mendengarkannya."


"Apa aku perlu pergi agar kalian bisa leluasa berbicara?" Ucap Faya yang duduk di sebelah Seruni.


"Jangan!" Seruni langsung memegang tangan sahabatnya itu. Ia tidak ingin di tinggalkan berdua saja dengan Reksa. Bertiga saja ia bisa salah tingkah begini, apalagi cuma berdua? Bisa mati gaya dia.


Rupanya Seruni lupa kalau malam itu, malam di mana saat mereka menginap di rumah Mbah Suro. Mereka berdua, maksudnya Seruni dan Reksa sudah pernah sedekat itu. Bahkan di antara keduanya sudah tidak ada lagi kecanggungan. Tapi entah mengapa saat ini dirinya merasa canggung. Mungkin karena tempat dan juga suasananya yang tidak mendukung. Atau dirinya yang sadar akan tatapan Reksa kepadanya dan ia merasa rendah diri? Entahlah....

__ADS_1


"Ya sudah, aku akan tetap di sini. Sekarang ceritakanlah semuanya kepada Mas Reksa. Bukankah ini yang kita tunggu?" Ujar Faya seraya menggenggam tangan sahabatnya.


Reksa masih terdiam memperhatikan keduanya. Ia dengan sabar menunggu Seruni menceritakan keluh kesahnya. Ia memang berharap bisa menjadi sandaran bagi gadis itu. Perasaan ingin melindungi gadis yang terlihat rapuh itu semakin kuat.


Dengan menggenggam erat tangan sahabatnya, Seruni mencoba menguatkan hatinya. Perlahan ia mengangkat kepalanya. Tes! Setetes air mata jatuh membasahi pipinya. Hati Reksa langsung terkoyak, dadanya langsung terasa sesak seperti terhimpit. Kedua tangannya terkepal erat seolah menyalurkan rasa sesak di dadanya.


Ia ingin berpindah duduk di samping Seruni kemudian merengkuh tubuh rapuh itu ke dalam pelukannya. Namun ia sadar diri, ini bukan di tempatnya. Ia tidak bisa melakukan sesuatu sesuka hati. Sekarang yang bisa ia lakukan hanyalah meredam gemuruh di dalam dadanya dengan menarik nafas dan membuangnya perlahan.


Seruni perlahan mulai menceritakan semua keluh kesahnya dan juga kefrustasiannya karena tidak tau harus mencari Alfa ke mana lagi. Air mata pun senantiasa mengalir membersamai setiap ucapannya. Tangan Faya mengusap lembut punggung sahabatnya itu guna menenangkannya. Tanpa mereka sadari, sejak tadi Mama Amara menguping pembicaraan mereka. Namun mama Amara masih belum mengerti jelas keadaan yang sebenarnya. Ia akan meminta penjelasan langsung dari anaknya nanti.


"Apa kamu memiliki foto Alfa?" Tanya Reksa tiba-tiba setelah mendengar penjelasan Seruni.


"Aku ada mas, sebentar." Faya segera membuka folder galeri di ponselnya kemudian mencari-cari foto mereka berenam. Setelah menemukan foto mereka, Faya langsung meletakkan ponselnya ke atas meja kemudian menunjukkan foto Alfa di antara mereka berenam.


Nampak Alfa berada di ujung kanan, lebih tepatnya berdiri di samping Seruni seraya merangkul bahu Seruni. Mereka berenam menggunakan seragam putih abu-abu. Karena foto itu memang diambil saat mereka masih duduk di bangku SMA.


*****


*****


*****


Jangan lupa Like Komen dan Votenya, saweran kopi dan bunganya juga boleh ☕🌹 Tonton iklannya ya setelah membaca, terimakasih 🙏

__ADS_1


__ADS_2