
Waktu sudah menunjukkan pukul empat sore dan pasien hanya tinggal satu yang saat ini sedang di tangani oleh Mbah Suro. Reksa segera meninggalkan klinik untuk memberitahukan kepada Seruni bahwa sebentar lagi dia bisa menemui bapaknya.
"Belum bangun mbak?" Tanya Reksa kepada Mbak Asih yang saat ini sedang menonton TV karena semua pekerjaannya sudah selesai. Sebentar lagi waktunya dia pulang.
"Belum mas, pintunya masih tertutup rapat." Mbak Asih kembali menatap pintu kamar tamu.
"Biar saya bangunkan saja." Reksa melangkah menuju ke ruang tamu dan betapa terkejutnya saat ia tidak melihat keberadaan Alfa di ruangan tersebut.
Degh!
Apakah mereka benar-benar tidur satu kamar? Membayangkannya saja sudah membuat hatinya berdenyut. Padahal Reksa tau kalau Seruni sudah pernah tidur dengan Alfa. Namun entah mengapa ia tidak rela jika kejadian itu terulang untuk kedua kalinya.
Reksa memberanikan diri mengetuk pintu kamar tamu. Ia tidak peduli jika apa yang dilakukannya itu mengganggu kenyamanan tamunya.
Seruni yang mendengar ketukan di pintu perlahan mengerjapkan matanya. "Astaga, jam berapa ini?" Seruni segera mengurai tangan Alfa yang melingkar di tubuhnya kemudian segera turun dari tempat tidur untuk membukakan pintu. Dan betapa terkejutnya dia saat melihat Reksa yang berdiri di depan pintu. "M-mas Reksa maaf." Seruni menunduk malu.
"Tidak apa, kamu pasti lelah. Aku hanya ingin memberitahukan kalau saat ini bapak sedang menangani pasien terakhir, jadi kamu bisa bersiap."
"I-iya mas, aku cuci muka dulu." Karena gugup, Seruni sampe tak sengaja menutup pintu kamar tersebut sedikit keras hingga membuat Reksa yang masih ada di depan pintu terlonjak.
Pikiran Reksa sudah tak karuan. Apakah terjadi sesuatu di dalam hingga membuat Seruni buru-buru menutup pintu? Reksa dengan gontai kembali melangkah ke belakang.
__ADS_1
"Mbak Asih pulang saja nggak papa kalau pekerjaannya sudah selesai."
"Iya mas, kalau gitu embak pamit dulu ya."
"Iya, terima kasih Mbak."
"Iya sama-sama mas." Mbah Asih segera meninggalkan kediaman Mbah Suro.
Sekarang giliran Reksa yang menunggu Seruni di depan televisi. Memang sejak tadi ia memerintahkan Mbak Asih untuk berjaga di sana. Takut-takut Seruni membutuhkan sesuatu saat dirinya tidak ada. Karena seperti biasa dirinya selalu membantu bapaknya di klinik.
*****
Usai mencuci muka terlebih dahulu, Seruni segera membangunkan Alfa yang masih terlelap. Di guncangnya tubuh Alfa beberapa kali hingga sang empunya membuka mata.
"Jam berapa?" Alfa perlahan mendudukkan tubuhnya.
"Jam empat lebih. Sana cuci muka, aku tunggu di luar." Seruni langsung melesat keluar dari kamar. Alfa mau tak mau segera menuruti perintah Seruni.
"Mas," Panggil Seruni saat tiba di dekat Reksa.
"Sudah?" Tanya Reksa.
__ADS_1
"Tunggu Alfa bentar, lagi cuci muka."
"Baiklah, duduk dulu sini." Reksa menepuk sofa di sebelahnya. Namun Seruni memilih duduk di sofa yang lain, membuat Reksa menghela nafas atas penolakan Seruni. Bukan apa, Seruni hanya tidak mau nantinya Alfa salah paham.
Tak berselang lama Alfa sudah keluar dari kamar dan menghampiri mereka. "Sayang,"
"Ayo!" Reksa langsung bangkit dari duduknya kemudian melangkah melewati pintu penghubung antara rumah dan klinik.
Seruni pun langsung mengikuti Reksa. Begitu pula dengan Alfa yang mengekor di belakang Seruni.
Tepat saat mereka tiba di ruang penanganan, pasien terakhir nampak sedang bersalaman dengan Mbah Suro, tanda pasien itu sedang berpamitan untuk undur diri. Melihat ada orang lain di dalam ruangan tersebut, pasien itu pun menyalami mereka satu persatu kemudian segera keluar dari klinik. Tinggallah mereka berempat saat ini di dalam klinik tersebut.
Mbah Suro langsung menatap tajam ke arah Alfa, membuat bulu kuduk Alfa seketika berdiri. Siapa yang tidak takut di tatap seperti itu oleh seorang dukun. Kalau sesama manusia biasa tentu saja dirinya tidak takut. Hello, tapi ini dukun loh yang menatapnya.
"Duduklah!" Perintah Mbah Suro.
Suara Mbah Suro terdengar mengerikan di telinga Alfa. Membuat Alfa semakin bergidik ngeri. Seruni segera mendudukkan tubuhnya di depan Mbah Suro diikuti oleh Alfa. Sedangkan Reksa mengambil tempat duduk di sebelah bapaknya.
*****
*****
__ADS_1
*****
Jangan lupa Like Komen dan Votenya, saweran kopi dan bunganya juga boleh ☕🌹 Tonton iklannya ya setelah membaca, terimakasih 🙏