
Karena terlarut dalam ketakutannya, hingga membuat Alfa tanpa sadar terlelap masih dalam posisi berpelukan dengan sang istri. Begitu pula dengan Seruni. Seruni juga nampak pulas dan nyaman berada dalam pelukan suaminya.
Dan benar saja, mimpi itu kembali datang menghantuinya. Tepat tengah malam menjelang dini hari, Alfa kembali dipertemukan dengan sosok wanita cantik yang kemarin malam hadir di dalam mimpinya.
"Kita bertemu lagi sayang." Nyi Sukmawati tersenyum anggun.
"Kamu lagi kamu lagi. Apa mau mu?!" Alfa meninggikan suaranya. "Dan satu lagi, jangan memanggil ku dengan sebutan sayang. Geli tau! Istri ku saja jarang memanggil ku dengan sebutan sayang." Protes Alfa yang malah terkesan curhat.
"Tidak masalah. Aku yang akan memanggil mu dengan sebutan sayang. Selamanya!"
"Jijik tau!" Alfa melotot tanpa takut.
"Kemarilah, akan aku tunjukkan singgasana kita berdua." Nyi Sukmawati melambaikan tangannya meminta Alfa untuk mendekat ke arahnya. Namun Alfa langsung menggeleng cepat dan bergidik ngeri. Membuat Nyi Sukmawati terkekeh sinis saat mendapat penolakan dari Alfa. "Percuma kamu menolaknya."
"Tidak!" Sekali lagi Alfa menolaknya dengan suara yang meninggi. Ia sudah putus asa, tidak tahu lagi harus menolaknya dengan cara apa. Ingin lari pun rasanya percuma. Karena dirinya sudah pernah mencobanya dan hanya berputar-putar saja di dalam Sendang Kaputren itu tanpa menemukan jalan keluar.
Nyi Sukmawati perlahan mendekat. Membuat Alfa ketakutan dan memundurkan langkahnya. "Stop! Berhenti jangan mendekat!" Teriak Alfa frustasi. Namun diabaikan oleh Nyi Sukmawati.
__ADS_1
"Lima hari lagi!" Ucap Nyi Sukmawati masih sambil melangkah mendekati Alfa. Senyum kemenangan nampak tersungging di bibirnya.
"Tidak!"
*****
"Tidak!"
Lagi-lagi Seruni dikagetkan dengan teriakan suaminya. Seruni pun langsung terlonjak dan terduduk. Sedangkan Alfa hanya diam dengan pandangan kosong setelah berteriak. Namun nafasnya terdengar memburu.
Tenang Run, tenang. Seruni berusaha menenangkan dirinya sendiri agar tidak panik berlebihan. Ia segera menyalakan kompor untuk merebus air sebentar. Sambil menunggu air hangat, Seruni mencari sebuah sapu tangan yang biasanya digunakan oleh mamanya untuk mengompres dirinya saat demam.
Seruni kembali ke dalam kamar dengan membawa sebaskom air hangat. Ia meletakkan baskom itu ke atas meja kemudian duduk di pinggir ranjang tepat di samping suaminya. Alfa masih sama, terdiam dengan pandangan kosong. Namun nafasnya tak lagi memburu seperti tadi.
"Al, aku kompres ya?" Seruni meletakkan sapu tangan kecil di kening sang suami setelah tadi memerasnya terlebih dahulu. Alfa tidak menyahut. Namun saat dia merasakan sesuatu menempel di dahinya, Alfa seolah tersadar. Tangannya terulur memegang benda yang terasa hangat itu. Pandangannya ia alihkan ke arah istrinya yang nampak panik, terlihat jelas di wajahnya.
"Sayang, kenapa?" Tanya Alfa polos.
__ADS_1
"Harusnya aku yang bertanya seperti itu? Kamu kenapa? Ada apa? Apa mimpi buruk lagi? Sebenarnya apa yang kamu mimpikan?" Cerocos Seruni tanpa jeda dan nada suaranya terdengar khawatir.
Berondongan pertanyaan dari istrinya itu malah membuat kepalanya berdenyut. "Aku...." Alfa ragu untuk menceritakan mimpinya kepada sang istri. Dua malam dirinya bermimpi yang sama, di tempat yang sama dan juga dengan orang yang sama. Benar-benar terasa nyata.
Alfa meraup wajahnya kasar hingga tak sengaja sapu tangan yang menempel di dahinya terjatuh. Cepat-cepat Seruni mengambilnya lagi. Karena dirasa sapu tangan itu sudah dingin, Seruni pun kembali mencelupkan sapu tangan tersebut ke dalam baskom lagi. Setelah itu kembali menempelkannya di dahi sang suami.
"Biarin dulu jangan di lepas, badan mu panas lagi." Alfa terlihat menganggukkan kepalanya.
Begitulah malam-malam yang dilalui oleh Alfa seterusnya selama empat hari ini. Saat tengah malam menjelang dini hari mimpi itu datang kembali bersamaan dengan suhu tubuhnya yang meningkat. Sedangkan siangnya ia kembali sehat seperti sedia kala.
*****
*****
*****
Jangan lupa Like Komen dan Votenya, saweran kopi dan bunganya juga boleh ☕🌹 Tonton iklannya ya setelah membaca, terimakasih 🙏
__ADS_1