
Keesokan harinya Kevin kembali datang ke rumah Seruni untuk mengantarkan Seruni ke kampus. Namun sesampainya di sana sudah ada mobil Faya yang terparkir cantik di halaman rumah Seruni. Dan Seruni juga sudah bersiap masuk ke dalam mobil tersebut.
Braakk!!
Kevin memarkirkan mobilnya di bahu jalan kemudian segera berlari masuk ke halaman rumah Seruni.
"Run," Kevin meraih tangan Seruni, namun Seruni segera menarik tangannya membuat Kevin nampak kecewa. "Ayo aku antar."
"Eem, kak, mulai sekarang aku akan berangkat bersama Faya. Jadi kakak tidak perlu mengantar dan menjemput ku lagi." Ya, inilah keputusan yang diambil oleh Seruni. Seruni sudah berjanji akan menjauhi Kevin sesuai dengan permintaan Papa mertuanya. Sudah cukup rasanya ia hidup dalam kebencian mertuanya. Seruni sendiri juga takut kalau Kevin akan celaka jika terus bersamanya. Ia tidak mau di cap sebagai wanita pembawa sial.
Semakin jelas lah kekecewaan yang nampak di raut wajah Kevin saat menerima penolakan dari Seruni. "Kenapa? Apa yang nanti orang-orang pikirkan kalau kamu sudah tidak lagi bersama ku?" Kevin tidak ingin orang-orang kembali membuly Seruni saat dirinya tidak lagi bersama wanita itu. Apalagi sekarang bukan hanya Seruni saja, melainkan ada makhluk kecil lainnya yang saat ini sedang tumbuh di dalam perut Seruni.
__ADS_1
"Kakak tidak perlu memikirkan itu. Aku bisa menghadapinya sendiri, apalagi ada Faya di samping ku." Seruni mengulas senyum. "Menghadapi kebencian Papa mertua ku sendiri saja aku sanggup, Apalagi itu hanya orang lain." Lagi, Seruni tersenyum. Tapi kali ini hanya senyum getir yang terlihat.
"Maaf untuk itu." Untuk yang satu itu Kevin tidak tau harus bagaimana merubah pandangan papanya terhadap Seruni. Kevin sendiri saja tidak bisa merubah kebenciannya kepada papanya. Namun satu yang pasti, setelah mendengar cerita dari Seruni tentang apa yang terjadi dengan Alfa, Kevin lebih percaya kepada Seruni. Tidak mungkin Seruni dengan sengaja menumbalkan Alfa untuk menebus kebebasannya.
"Tak apa, sekarang lebih baik Kakak fokus aja bekerja." Seruni mengulas senyum lagi. "Aku berangkat dulu kak." Pamit Seruni kepada Kevin yang masih berdiri mematung di samping mobil Faya. "Ayo Fa!"
Faya mengangguk kemudian keduanya masuk ke dalam mobil bersamaan. Faya langsung melesatkan mobilnya meninggalkan kediaman mama Amara.
Kevin berjalan gontai menuju mobilnya yang terparkir di bahu jalan. Ia langsung masuk ke dalam mobilnya. Namun cukup lama dirinya berdiam diri. Ada rasa sesak yang tiba-tiba memenuhi dadanya saat dirinya tadi mendapat penolakan dari Seruni. Tak bisa dipungkiri, kedekatannya bersama Seruni selama sebulan ini membuat dirinya merasa nyaman berada di dekat wanita itu.
Tanpa Kevin sadari, sejak tadi ada seseorang yang mengawasinya dari balik kaca mobilnya. Siapa lagi kalau bukan Papa Zaky. Ya, papa Zaky hanya ingin memastikan apakah Seruni mematuhi perintahnya atau tidak. Dan sekarang papa Zaky benar-benar puas karena mantan menantunya itu ternyata menolak saat anaknya ingin mengantarkannya.
__ADS_1
Kenapa Papa Zaky tidak meminta saja kepada Kevin anaknya untuk menjauhi Seruni? Sudah pasti jawabannya karena anaknya itu tidak akan pernah mendengarkan ucapannya. Jadi Papa Zaky memilih satu-satunya jalan yang tepat yaitu Seruni.
Papa Zaky terus saja membuntuti Kevin untuk memastikan bahwa anaknya itu tidak mengikuti Seruni hingga ke kampus. Namun sayangnya Kevin benar-benar mengikuti mobil Faya dari belakang. Dan saat mobil Faya memasuki gerbang kampus, barulah Kevin memutar kemudinya menuju ke kantor Opanya yang saat ini mulai dikelolanya. Kantor yang dulu juga merupakan tempat Papa Zaky bekerja.
"Sial! Seandainya saja dulu aku tidak berulah, aku pasti yang akan menjadi pimpinan di sana saat ini." Gerutu Papa Zaky di seberang jalan. Menyesali semua apa yang dulu pernah dilakukannya.
Ya, semua itu mungkin saja. Mengingat mantan mertuanya itu hanya memiliki seorang anak perempuan. Yaitu Ajeng, almarhum istri pertamanya. Sudah pasti dialah yang akan menduduki kursi kepemimpinan hingga anaknya itu siap untuk menggantikannya menjadi seorang pemimpin. Namun sayangnya semua itu kini hanya tinggal mimpi belaka dan sampai kapanpun mimpi itu akan tetap menjadi bunga tidur.
*****
*****
__ADS_1
*****
Jangan lupa Like Komen dan Votenya, saweran kopi dan bunganya juga boleh ☕🌹 Tonton iklannya ya setelah membaca, terimakasih 🙏