
Rumah mama Amara sudah kembali sepi, hanya tinggal keempat sahabat anaknya dan juga Reksa yang duduk lesehan di ruang tamu. Sedangkan papa Zaky dan om Pras sudah bersiap masuk ke dalam mobil untuk segera pulang. Namun gerakan tangan mereka yang akan membuka pintu mobil terhenti saat melihat sebuah mobil berhenti tepat di depan pagar rumah Seruni.
Dan keduanya dibuat terhenyak saat melihat siapa yang baru saja keluar dari mobil tersebut. Mbah Suro! Ya, Mbah Suro melangkah masuk ke halaman rumah Seruni setelah membayar ongkos travel yang ditumpanginya.
"Selamat pagi." Sapa mbah Suro ramah seraya mengulas senyum.
"Pa-pagi." Jawab keduanya terbata. Ada gemuruh di dada mereka saat melihat Mbah Suro. Ingin rasanya mereka mengumpat serta memakinya. Namun suaranya seolah tercekat di tenggorokan. Nyali mereka berdua seketika menciut. "Masuklah, akan aku jelaskan apa yang sebenarnya terjadi." Mbah suro melenggang masuk ke dalam rumah Seruni meninggalkan dua orang yang masih nampak terbengong. Namun sedetik kemudian saat mereka tersadar, mereka berdua segera mengikuti Mbah Suro masuk ke dalam rumah kembali karena mereka penasaran dengan apa yang akan disampaikan oleh Mbah Suro.
Kedatangan Mbah Suro langsung disambut dengan isak tangis Seruni. Seolah dirinya ingin mengadu kepada Mbah Suro atas kepergian suaminya.
"Yang sabar, tidak ada yang salah di sini. Semua sudah menjadi jalan takdir Alfa." Ujar Mbah Suro.
Semua orang sudah mendudukkan tubuhnya kembali di ruang tamu tersebut. Tak terkecuali Mama Amara juga ikut duduk di antara mereka. Faya dan Ghea yang tadi membantu memapah Mama Amara keluar dari kamar.
__ADS_1
"Maaf kalau saya tidak bisa membantu." Ujar Mbah Suro memulai. "Saya akan menjelaskan duduk permasalahannya di sini agar di antara kalian tidak saling menyalahkan." Lanjut Mbah Suro. "Disini Alfa dan Seruni adalah korban." Mbah Suro menjeda sejenak ucapannya. "Alfa adalah korban dari perbuatannya sendiri yang telah mengambil barang yang bukan miliknya. Yaitu tusuk konde Nyi Sukmawati penunggu Sendang Kaputren." Semua orang terhenyak mendengar kebenaran yang disampaikan oleh Mbah Suro. "Sedangkan Seruni adalah korban karena dirinya menjadi perantara Nyi Sukmawati agar bisa bersama Alfa. Kenapa Seruni yang di pilih menjadi perantara? Kenapa bukan temannya yang lainnya? Padahal bukan hanya Seruni saja yang berada di tempat itu. Jawabannya adalah karena Alfa sangat mencintai Seruni. Itulah sebabnya Nyi Sukmawati memilih Seruni sebagai perantaranya."
"Ke-" Baru saja om Pras ingin membuka suaranya tapi sudah di potong oleh Mbah Suro.
"Dengarkan dulu jangan menyela ucapan ku. Dukun abal-abal seperti mu tidak akan paham dengan semua ini. Belajarlah lebih giat lagi dan pergunakan ilmu mu di jalan yang benar." Ucap Mbah Suro telak yang langsung ngena di hati om Pras.
"Dulu sebelum Seruni dan Alfa menikah, aku sudah pernah meminta benda itu dari Alfa. Namun Alfa tetap kekeuh mempertahankan benda itu. Padahal jika dirinya dulu mau menyerahkan benda itu kepada ku, aku mungkin saja bisa membantunya terlepas dari jerat Nyi Sukmawati. Dan sekarang semua itu sudah terlambat bukan? Nyi Sukmawati sudah mendapatkan apa yang dia inginkan dan itu artinya kamu sudah terbebas darinya." Pandangan Mbah Suro langsung beralih menatap ke arah Seruni.
"Bukankah itu artinya Seruni menumbalkan suaminya untuk kebebasan dirinya?" Serobot om Pras mengutarakan kesimpulan dari cerita Mbah Suro.
"Apa benar aku sudah menumbalkan suami ku sendiri untuk menebus kebebasan ku? Apakah yang diucapkan Nyi Sukmawati di dalam mimpi ku itu adalah kebenaran? Tapi kenapa harus suami ku?"
Karena tak kuasa menanggung beban berat setelah mendengarkan cerita Mbah Suro dan juga perkataan Om Pras yang selalu menyudutkannya. Akhirnya seruni tumbang. Seruni tak sadarkan diri, beruntung ada Faya di sampingnya yang langsung sigap menangkap tubuhnya.
__ADS_1
"Run!" Seru mama Amara dan sahabat-sahabatnya yang langsung mengerubungi Seruni. Tubuh seruni di baringkan di pangkuan Faya.
"Tan, badan seruni panas." Seru Faya yang membuat orang-orang di sana panik.
"Ayo kita bawa ke rumah sakit saja!" Ega langsung sigap membopong tubuh Seruni dengan bantuan Ruli.
Akhirnya pagi menjelang siang itu Seruni dilarikan ke rumah sakit dimana tempat suaminya kemarin di rawat. Semua orang ikut serta, kecuali papa Zaky dan om Pras yang memilih pulang dengan membawa rasa kecewa dan amarahnya. Papa Zaky dan om Pras masih tetap pada pendiriannya yang menyalahkan Seruni atas kematian Alfa. Ditambah lagi dengan penjelasan Mbah Suro. Semakin kuatlah prasangkanya bahwa Alfa dijadikan tumbal oleh istrinya sendiri untuk menebus sebuah kebebasan.
*****
*****
*****
__ADS_1
Jangan lupa Like Komen dan Votenya, saweran kopi dan bunganya juga boleh ☕🌹 Tonton iklannya ya setelah membaca, terimakasih 🙏