SANG PENAKLUK (Satu Raga Dua Jiwa)

SANG PENAKLUK (Satu Raga Dua Jiwa)
DUA PULUH TIGA


__ADS_3

Ghea langsung berlari menghampiri Seruni yang masih mematung di depan pintu kamar.


"Apa yang kalian lakukan!" Teriak Ghea emosi. "Kenapa kalian bisa keluar dari dalam kamar yang sama di pagi buta begini?" Kemarin saat Faya meminta Alfa untuk memberikan nafas buatan kepada Seruni, ia memang menyetujuinya karena memang hanya itu jalan satu-satunya untuk menyadarkan sahabatnya itu. Dan lagi saat Alfa menggendong Seruni menuju ke penginapan, ia juga tidak masalah karena memang keadaan Seruni waktu itu sangat lemah. Namun untuk kali ini, saat ia melihat Seruni dan Alfa keluar dari dalam kamar yang sama di pagi buta, Ghea sudah tidak bisa lagi menahan emosinya.


"Kenapa kalian diam saja! Apa yang kalian lakukan!" Teriak Ghea sekali lagi karena kedua orang yang ada di hadapannya hanya diam saja.


"Ghe-" Seruni yang baru saja akan membuka suara kembali mengatupkan bibirnya saat ucapannya sudah di potong oleh Ghea.


"Bukannya kamu tau Run, kalau selama ini aku- hiks.. hiks.." Ghea tak kuasa melanjutkan ucapannya. Ya, selama ini Seruni dan Faya memang tahu kalau Ghea menaruh hati kepada Alfa, Mereka bertiga memang selalu berbagi, baik itu dalam keadaan senang ataupun susah sekalipun.


"Maaf Ghe, maaf! Aku bisa jelasin, kamu harus percaya sama aku." Air mata nampak mengalir membasahi pipi Seruni.


"Apa yang bisa kamu jelasin, hah? Kamu mau jelasin kalau kamu sudah tidur dengan Alfa?" Suara Ghea terdengar meledak-ledak meluapkan emosinya.


"Ada apa ini?" Teriak Faya, Ruli dan Ega bersamaan berlari menghampiri mereka bertiga.

__ADS_1


Faya, Ruli dan Ega merasa terusik dari tidurnya saat mendengar suara teriakan. Mereka bertiga langsung melompat dari atas tempat tidur dan kompak keluar dari kamar mereka masing-masing. Saat mereka bertiga mengedarkan pandangannya, mereka mendapati ketiga sahabatnya itu sedang berdebat di depan sebuah kamar yang berada paling ujung. Mereka bertiga pun langsung berlari menghampirinya.


"Ada apa ini?" Teriak Ruli sekali lagi saat melihat ketiga sahabatnya itu bungkam setelah kedatangan mereka bertiga.


"Kita bicarakan di kamar saja, ayo!" Ega menengahi ketegangan yang terjadi diantara mereka. Ega segera menarik tangan Ghea untuk kembali ke dalam kamar diikuti oleh mereka berempat.


Setelah berada di dalam kamar yang ditempati oleh cewek-cewek, Ghea langsung menceritakan semuanya. Berawal dari ia yang bangun tidur dan tidak menemukan Seruni di dalam kamar hingga memergoki seruni dan Alfa keluar dari kamar yang sama.


"Apa yang kalian lakukan?!" Sekarang gantian Ega yang nampak emosi setelah mendengar penjelasan Ghea.


"Loe Al, kenapa loe bisa ngajak Seruni tidur bareng?" Todong Ega menuding ke arah Alfa.


"Memangnya kenapa? Kita ngelakuin itu atas dasar suka sama suka!" Jawab Alfa santai tanpa merasa berdosa sedikitpun.


"Br3n9$3k kamu Al!" Teriak seruni seraya ingin menghampiri Alfa untuk menampar mulut lancangnya itu, namun langsung dicegah oleh Faya.

__ADS_1


"Sekarang kemasi barang-barang kalian, kita pulang sekarang!" Putus Ega kemudian segera keluar dari kamar tersebut, menuju ke kamar yang ditempatinya diikuti oleh Ruli dan Alfa.


Pagi itu juga setelah berpamitan kepada kakek Sanusi dan juga nenek Centini, mereka berenam langsung meninggalkan tempat wisata air terjun Sendang Kaputren tersebut.


Dan setelah kejadian itu, mereka tidak pernah lagi bertemu. Bahkan mereka lost contact begitu saja dengan Ghea, Alfa, Ruli dan Ega, karena mereka memilih melanjutkan kuliah di universitas yang berbeda. Kecuali Faya yang selalu bersama Seruni hingga saat ini.


FLASHBACK OFF


*****


*****


*****


Jangan lupa Like Komen dan Votenya, saweran kopi dan bunganya juga boleh ☕☕🌹🌹

__ADS_1


__ADS_2