SANG PENAKLUK (Satu Raga Dua Jiwa)

SANG PENAKLUK (Satu Raga Dua Jiwa)
LIMA PULUH TUJUH


__ADS_3

Sepeninggal Reksa, Seruni langsung masuk ke dalam kamar tamu dan mengunci pintunya dari dalam. Meninggalkan Alfa yang nampak terbengong karena di tinggal Seruni begitu saja. Tak terima, Alfa segera beranjak kemudian ingin masuk ke dalam kamar tersebut. Namun sayangnya kamar tersebut ternyata dikunci oleh Seruni dari dalam.


Tok.. Tok.. Tok..


"Sayang, buka pintunya." Teriak Alfa dari depan pintu.


"Kamu rebahan di ruang tamu saja." Seruni ikut berteriak dari dalam. Beruntung kamar tersebut tidak kedap suara.


"Mana bisa begitu?" Alfa tidak terima.


"Bisa!" Teriak Seruni lagi.


Tak kehabisan akal, Alfa pun menggunakan jurus jitu yang pasti akan berhasil. "Oke, aku di sini nggak papa. Tapi plis buka pintunya dulu aku kebelet." Nada suara Alfa di buat semeyakinkan mungkin.


Mendengar itu Seruni tidak mungkin kan membiarkan Alfa tetap di luar? Akhirnya Seruni pun membuka pintu kamarnya. "Cepetan!" Bentak Seruni.


Alfa langsung berlari menuju ke pintu yang ada di dalam kamar tersebut yang diyakininya adalah pintu kamar mandi. Alfa tidak sepenuhnya berbohong. Memang dirinya ingin buang air. Dan juga ingin menggunakan kesempatan itu agar bisa masuk ke dalam kamar.


Ceklek!

__ADS_1


Alfa keluar dari kamar mandi masih sambil membetulkan resleting celananya. "Huh, leganya." Ucap Alfa yang membuat Seruni yang masih berdiri di pintu seketika memalingkan wajahnya karena tak sengaja pandangannya tertuju pada resleting celana Alfa. Benar-benar kurang ajar bocah satu itu. Hampir saja matanya ternoda.


"Cepat keluar!" Bentak Seruni lagi.


"Baiklah." Alfa melangkah mendekati pintu. Seruni pun memundurkan tubuhnya. Alfa meraih handel pintu kemudian langsung menutupnya dan mengunci pintunya. Tak lupa ia juga langsung mencabut kuncinya lalu memasukkan kunci ke dalam saku celananya.


"Eh, apa yang kamu lakukan?!" Bentak Seruni lagi.


"Sssstt! Jangan keras-keras, kamar ini tidak kedap suara. Nanti kedengaran dari luar, dikira kita lagi ngapain." Alfa melangkah mendekati Seruni yang semakin berjalan mundur.


Dugh!


"Aaahh!"


Alfa yang melihat itu hanya menyunggingkan senyum. Calon istrinya itu terlihat lucu di matanya. Alfa pun tak menyia-nyiakan kesempatan itu. Alfa langsung mengungkung tubuh Seruni dari atas. Seketika itu mata Seruni langsung membulat.


"Ap-apa yang kamu lakukan?!" Seruni tergagap. Seruni ingin mendorong tubuh Alfa yang ada di atasnya namun kedua tangannya sudah terlebih dahulu dikunci oleh Alfa.


"Ssstt! Tenanglah, aku tidak akan melakukan apapun." Alfa mendekatkan wajahnya ke wajah Seruni.

__ADS_1


Seruni langsung melengos karena takut Alfa akan menciumnya. "Al!"


Cup!


Alfa hanya mengecup sekilas kening Seruni. "Ayo kita istirahat." Alfa melepaskan kedua tangannya dari tangan Seruni kemudian beranjak dari atas tubuh calon istrinya itu.


Akhirnya Seruni bisa bernafas lega. Ternyata apa yang sejak tadi ditakutkan olehnya tidak terjadi. Seruni segera mendudukkan tubuhnya.


"Sini!" Alfa menepuk tempat tidur di sebelahnya. Seruni yang masih sedikit ketakutan hanya diam saja. "Sini, aku janji tidak akan melakukan apapun."


Akhirnya Seruni mau tak mau merangkak mendekati Alfa kemudian membaringkan tubuhnya di samping Alfa. Tidak ada pilihan lain karena kunci kamar ada pada Alfa. Seandainya saja kamar tidak terkunci, Seruni akan memilih beristirahat di sofa yang ada di ruang tamu.


"Tidurlah, pasti kamu lelah. Cup!" Alfa kembali mengecup kening Seruni kemudian melingkarkan tangannya ke tubuh Seruni. Alfa mulai memejamkan matanya. Sedangkan Seruni masih belum bisa memejamkan matanya karena jantungnya terasa dag dig dug karena ulah Alfa. Bukan berdebar karena merasakan cinta, tetapi berdebar karena ketakutan.


Nafas Alfa terdengar teratur. Itu tandanya Alfa sudah terlelap dalam tidurnya. Ingin rasanya Seruni merogoh kunci pintu kamar yang ada di saku celana Alfa. Namun dirinya takut akan membangunkan Alfa. Jadi ia memutuskan untuk ikut memejamkan mata saja karena tubuhnya juga terasa lelah.


*****


*****

__ADS_1


*****


Jangan lupa Like Komen dan Votenya, saweran kopi dan bunganya juga boleh ☕🌹 Tonton iklannya ya setelah membaca, terimakasih 🙏


__ADS_2