
Satu tahun kemudian...
"Pa.. pa.. pa.. ma.. ma.. ma.." Oceh seorang balita kisaran umur 10 bulan seraya menepuk-nepuk kedua tangannya. Saat ini balita itu sedang duduk di atas pangkuan laki-laki paruh baya yang sedang duduk di atas kursi roda yang di dorong menuju ke halaman rumah.
"Al sayang jangan seperti itu nak, nanti Opa bisa ikutan jatuh." Seruni langsung menghentikan laju kursi roda yang didorongnya kemudian segera meraih anaknya. Ya, dialah Seruni beserta anak laki-lakinya yang berhasil ia lahirkan dengan selamat 10 bulan yang lalu. Alfatih namanya. Seruni sengaja memberikan nama yang sama dengan almarhum suaminya kepada anaknya agar dirinya selalu mengingat tentang suaminya.
Setiap hari yang dilakukan oleh Seruni adalah merawat pak Affandi, suami dari Bu Risma yang telah berbaik hati mau menampungnya beserta anaknya. Rutinitas Seruni setiap pagi adalah membawa Pak Affandi berjemur di halaman rumahnya setelah sarapan terlebih dahulu. Tidak hanya itu, Seruni juga membantu beres-beres rumah dan juga kadang membantu Mbak Yanti di dapur. Setelah pekerjaan di rumah selesai, baru dirinya akan membantu Fani menjaga minimarket yang alhamdulillah sejak kedatangannya mulai sedikit lebih ramai daripada biasanya.
"Tak apa, Opa masih kuat ya Al." Ujar pak Affandi terkekeh menyaksikan tingkah Alfa yang sudah dianggapnya sebagai cucu sendiri. Ya, selama ini Bu Risma dan Pak Affandi sudah menganggap Seruni sebagai anaknya sendiri. Bagi mereka kehadiran Seruni dan Alfa adalah obat kesepian di masa tua mereka.
"Pa.. pa.. pa.. ma.. ma.. ma.." Alfa kecil kembali mengoceh dalam gendongan mamanya seraya memberontak meminta turun. Seruni pun segera menurunkan anaknya. Alfa langsung merangkak menghampiri Pak Affandi kemudian berpegang pada kursi roda yang diduduki oleh Pak Affandi. Saat ini Alfa memang sedang belajar berjalan. Biasanya ia tertatih-tatih dengan berpegang pada meja ataupun kursi. Dan juga apapun yang dapat ia gunakan sebagai pegangan untuk berjalan. "Pa.. pa.. pa.."
"Apa? Kamu Panggil Opa atau Papa Al?" Sahut pak Affandi.
Degh!
Seruni tersentak mendengar ucapan Pak Affandi. Bagaimana tidak, Pak Affandi sendiri sudah tahu kalau papanya Alfa sudah meninggal. Seruni sudah sempat menceritakannya dulu. Lalu kenapa sekarang Pak Affandi menyebut papanya Alfa?
Satu jam kemudian Seruni kembali mendorong kursi roda Pak Affandi masuk ke dalam rumah. Waktu satu jam sudah cukup untuk berjemur seperti yang disarankan oleh dokter. Seruni membawa Pak Affandi menuju ruang keluarga di mana di sana terdapat televisi. Begitulah rutinitas Pak Affandi setiap pagi setelah berjemur.
"Al mau ikut mama atau di rumah saja?" Selalu itu yang ditanyakan Seruni saat ingin ke minimarket. Seruni sebenarnya tidak tega meninggalkan anaknya di rumah karena sudah pasti akan merepotkan. Namun anaknya itu juga pasti akan memberontak dengan cara menangis jika tidak ingin ikut bersamanya.
__ADS_1
"Ma.. ma.. ma.." Oceh Alfa seolah memberikan jawaban atas pertanyaan mamanya.
"Apa tidak ingin di sini saja bersama Opa?" Tanya Pak Affandi kepada Alfa yang saat ini masih berada di pangkuannya.
"Ma.. ma.. ma.." Oceh Alfa lagi seraya merentangkan kedua tangannya ke arah mamanya seolah meminta digendong. Seruni yang paham pun segera meraih anaknya dari pangkuan Pak Affandi.
"Kalau begitu biar ikut aku aja Pak, biar bapak nanti bisa istirahat."
"Bapak udah capek istirahat terus Run." Pak Affandi terkekeh, Seruni pun ikut terkekeh.
"Tak apa, biar cepet sehat." Ujar Seruni masih terkekeh. "Mbak Yanti titip bapak ya, aku mau ke depan dulu." Teriak Seruni dari ruang televisi.
"Iya mbak!" Sahut mbak Yanti ikut berteriak dari arah dapur.
"Mungkin di depan pak, Runi juga belum melihatnya."
"Owh ya sudah, nggak papa. Sudah sana ke depan."
Seruni pun langsung meninggalkan Pak Affandi seorang diri di ruang televisi. Dirinya tidak perlu khawatir karena ada Mbak Yanti yang akan menggantikannya menjaga Pak Affandi.
"Bu," Sapa Seruni saat tiba di minimarket.
__ADS_1
"Eh, cucu Oma udah ganteng." Wajar Bu Risma terlihat berbinar saat mendapati Alfa sudah berada di dekatnya. Langsung diraihnya Alfa dari gendongan Seruni kemudian menciuminya bertubi-tubi hingga membuat balita itu tergelak karena merasa kegelian.
Seruni mengedarkan pandangannya mengelilingi minimarket. Ada beberapa pengunjung yang sedang memilih-milih barang yang dibutuhkan.
"Ibu tadi dicari bapak."
"Ada apa?" Terlihat Bu Risma mengernyitkan dahinya.
"Nggak tau, tadi bapak cuma tanya aja."
"Owh, ya sudah ini." Bu Risma menyerahkan Alfa kembali kepada Seruni. "Ibu juga sebentar lagi ada tamu. Nanti ibu akan ke belakang, nunggu tamu ibu bentar." Bu Risma melangkahkan kakinya keluar dari minimarket untuk menyambut tamunya yang baru saja memasuki pelataran minimarketnya.
Ya, nampak sebuah mobil memasuki pelataran minimarket. Seruni yang tidak ingin ikut campur dengan urusan orang tua angkatnya memilih menyibukkan diri dengan membantu Fani di meja kasir setelah terlebih dahulu menurunkan anaknya di lantai di dekat tempatnya berdiri.
*****
*****
*****
Hayoo ada yang tahu nggak siapa tamunya Bu Risma? Dan apa tujuannya? Jawab beserta tujuannya ya 😅 Ada 500 poin buat kalian yang berhasil menjawab dengan benar dan tepat 🤗
__ADS_1
Jangan lupa Like Komen dan Votenya, saweran kopi dan bunganya juga boleh ☕🌹 Tonton iklannya ya setelah membaca, terimakasih 🙏