
("Kamu siapa?" Alfa bertanya kepada seorang wanita cantik yang ada di hadapannya seraya mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru tempat dimana ia berpijak saat ini. Alfa jelas-jelas mengenali tempat itu yang tak lain adalah tempat wisata air terjun Sendang Kaputren yang dulu pernah dikunjunginya bersama kelima sahabatnya.
Alfa kebingungan kenapa dirinya bisa berada di tempat itu lagi. Padahal seingatnya, dirinya tadi berada di rumah bersama istrinya. Alfa masih terus memutar bola matanya ke sana kemari memperhatikan keadaan sekitar. Ada banyak orang yang wara-wiri sedang mendirikan sebuah tenda layaknya seperti akan ada hajatan besar. Ada banyak gamelan juga yang berjejer rapi di sana. Bunga-bunga cantik berwarna-warni juga bermekaran di sana. Namun sayangnya dari banyaknya orang-orang yang ada di sana tidak ada satupun yang ia kenali. Alfa juga berusaha mencari keberadaan Ki Sanusi dan juga istrinya nyi Centini melalui ekor matanya. Namun ia tak kunjung menemukan keberadaannya.
"Selamat datang di kediaman ku." Sambut wanita cantik itu yang tak lain adalah Nyi Sukmawati. Nyi Sukmawati terus saja melebarkan senyumnya.
"Kamu sebenarnya siapa? Dan kenapa aku bisa berada di sini? Bukankah ini Sendang Kaputren?"
"Ya, kamu benar. Ini memang Sendang Kaputren. Aku adalah calon pengantin mu." Ucapan Nyi Sukmawati jelas saja membuat Alfa terkejut. "Persiapkan dirimu dengan baik karena sebentar lagi kita akan menikah."
"Pengantin? Menikah?" Beo Alfa masih dalam keterkejutannya. "Kamu itu ngomong apa? Aku sudah menikah sudah memiliki istri. Jangan ngadi-ngadi. Aku tidak pernah berpikir untuk menambah istri." Alfa mulai kesal dengan wanita cantik yang ada di hadapannya.
Berbeda dengan Alfa yang nampak kesal, Nyi Sukmawati malah terlihat tersenyum manis. "Kamu sudah menentukan sendiri jalan yang kamu ambil, jadi kamu tidak bisa mundur apalagi mengingkarinya. Suka tidak suka, mau tidak mau kamu akan tetap menjadi pengantin ku." Tegas Nyi Sukmawati namun dengan suara lembutnya.
"Tidak! Lelucon apa ini? Aku mau pulang!" Alfa membalikkan tubuhnya kemudian melangkah mencari jalan untuk keluar dari tempat wisata tersebut. Namun setelah dirinya memutari tempat wisata itu berulang kali hingga dirinya merasa lelah, Alfa tak kunjung menemukan jalan keluar. Padahal dirinya merasa sudah berjalan terlalu jauh. Alfa pun kembali membalikkan tubuhnya untuk mencari jalan lain. Namun ia dibuat terkejut saat mendapati nyi Sukmawati sudah berada di belakangnya dengan senyum yang baginya terlihat mengerikan. Alfa pun mundur beberapa langkah.
"Kamu tidak akan bisa keluar lagi dari sini. Takdir mu adalah di sini menjadi pengantin ku dan hidup abadi bersama ku."
__ADS_1
"Tidak!" Alfa kembali berlari mencari jalan keluar.)
*****
"Tidak!" Jerit Alfa dan langsung terduduk. Keringat sebesar biji jagung terlihat membasahi kening dan juga lehernya.
Seruni yang baru saja masuk ke dalam kamar seraya membawa kue ulang tahun untuk memberikan kejutan kepada suaminya menjadi terkejut. Ia buru-buru meletakkan kue itu ke atas meja kemudian menghampiri suaminya.
"Al, ada apa? Kenapa teriak begitu? Apa kamu mimpi buruk?" Seruni mengusap kening suaminya dengan menggunakan tangannya.
Alfa masih diam membisu dengan nafas yang terdengar memburu. Seruni kemudian beranjak mengambil air minum yang sudah tersedia. Disodorkannya air minum itu ke arah suaminya dan langsung diraih oleh Alfa. Alfa pun langsung meneguknya hingga tandas. Seruni segera meraih gelas itu kembali kemudian meletakkannya ke atas meja lagi.
"Kamu mimpi buruk Al?" Tanya Seruni lagi yang dijawab oleh suaminya dengan anggukan kepala namun dengan pandangan kosong. Dan wajah Alfa terlihat memucat. "Sudah tidak papa. Anggap saja itu sebagai bunga tidur." Seruni tersenyum menenangkan suaminya. "Oh ya, tadi aku mau bikin kejutan untuk kamu. Tapi malah aku yang terkejut saat mendengar kamu teriak." Seruni segera turun dari atas ranjang kemudian mengambil kue yang tadi diletakkan di atas meja.
Sebuah kue ulang tahun kecil dengan lilin angka 20 yang menyala di atasnya Seruni sodorkan ke arah suaminya. Perlahan sudut bibir Alfa mulai tertarik membentuk senyuman. Alfa tidak menyangka kalau istrinya itu akan memberikan kejutan untuknya. Bahkan dirinya sendiri saja lupa kalau hari ini ia ulang tahun.
"Selamat ulang tahun suami ku sayang. Semoga panjang umur, sehat selalu, dimurahkan rezekinya, serta selalu diberikan kebahagiaan." Ucap Seruni tulus. "Baca doa dulu sebelum tiup lilinnya."
__ADS_1
"Aku tidak ingin apapun. Aku sudah cukup bahagia bisa hidup bersama wanita yang aku cintai." Ucap Alfa membuat istrinya terharu. Alfa kemudian meniup lilinnya. "Fiiiuuuuhh!" Dan lilin pun padam.
Seruni kemudian meletakkan kue tersebut ke atas meja lagi lalu meraih kado yang sudah ia persiapkan. "Ini mungkin tidak seberapa harganya. Tapi aku harap ini berguna untuk kamu. Aku ingin kamu setiap waktu mengingat ku." Seruni memberikan kado tersebut kepada suaminya.
Alfa pun dengan senang hati menerima kado dari istrinya. Alfa langsung membuka kado tersebut. Senyumnya langsung mengembang setelah melihat isinya. Sepasang jam tangan couple yang menurutnya cantik. Ia segera meraih jam tangan wanita terlebih dahulu kemudian memasangkannya ke tangan kiri istrinya. Setelah itu ia menyodorkan kotak kado tersebut kepada istrinya, meminta kepada istrinya agar memakaikannya ke tangannya. Seruni pun dengan senang hati segera memasangkannya di pergelangan tangan suaminya.
Mereka sama-sama mengulas senyum saat jam tangan couple itu berhasil terpasang di pergelangan tangan masing-masing. Alfa langsung meraih istrinya ke dalam pelukannya seraya menghujaninya dengan banyak kecupan di puncak kepala sang istri.
"Terimakasih sayang, terimakasih!" Alfa berusaha mengabaikan mimpinya tadi dengan memusatkan pikirannya hanya tertuju kepada istrinya.
*****
*****
*****
Emak tadi dah buat tulisan di atas miring tapi pas terkirim kok berubah tegak lagi 🤦 mau revisi kok males soalnya banyak 🤭 jadi emak kasih tanda kurung saja 😂 Reader kan pinter, pasti ngerti lah 🤣🤣
__ADS_1
Jangan lupa Like Komen dan Votenya, saweran kopi dan bunganya juga boleh ☕🌹 Tonton iklannya ya setelah membaca, terimakasih 🙏