SANG PENAKLUK (Satu Raga Dua Jiwa)

SANG PENAKLUK (Satu Raga Dua Jiwa)
SERATUS EMPAT BELAS


__ADS_3

Hari-hari berikutnya Kevin tetap datang ke rumah Seruni. Namun dirinya hanya menghentikan mobilnya di seberang jalan guna memantau wanita yang akhir-akhir ini membuatnya kelimpungan. Bagaimana tidak, ada rasa yang belum terpuaskan saat dirinya belum bertemu dengan Seruni. Entah itu apa Kevin tak tau dan tidak bisa memahami dirinya sendiri.


Seruni bukannya tidak tahu kalau setiap hari Kevin selalu mengawasi gerak-geriknya. Namun dirinya mencoba abai. Seruni sudah tidak ingin berhubungan lagi dengan keluarga dari almarhum suaminya. Biarlah dirinya dikatakan egois karena menyembunyikan kehamilannya dari Papa mertuanya. Seruni tidak peduli! Karena itulah cara ia melindungi calon anaknya.


Seruni setiap hari pulang pergi bersama Faya karena mamanya tidak mengizinkan Seruni berangkat sendiri menggunakan mobilnya. Bukannya sayang dengan mobil bututnya, akan tetapi Mama Amara jauh lebih mengkhawatirkan keselamatan anak dan calon cucunya.


*****


Tak terasa kandungan Seruni saat ini sudah memasuki usia enam bulan. Bulan depan saat kandungannya menginjak usia tujuh bulan, rencananya Seruni akan mengajukan cuti.


Karena hari ini adalah hari libur, Seruni dan teman-temannya berencana bertemu di sebuah pusat perbelanjaan. Ghea yang meminta mereka menemaninya memilih kado yang cocok untuk kekasihnya. Sekaligus jalan-jalan karena sudah hampir dua bulan mereka tidak bertemu. Terakhir kali mereka bertemu saat Seruni memberitahukan berita kehamilannya. Ya, Ghea, Ega dan Ruli sudah mengetahui tentang kehamilan Seruni saat dulu kandungan Seruni baru berusia empat bulan. Awalnya mereka tidak tahu karena saat itu Seruni menggunakan pakaian yang longgar.


Saat itu Ghea yang pertama kali menyadari perubahan pada diri sahabatnya itu. Ghea yang merasa penasaran langsung mempertanyakan apa yang dilihatnya serta apa yang dirasakannya. Dan akhirnya Seruni pun memilih jujur kepada sahabat-sahabatnya bahwa saat itu dirinya sedang mengandung.


Seruni dan Faya memasuki sebuah pusat perbelanjaan seraya mengedarkan pandangannya guna mencari Ghea dan kedua sahabat laki-lakinya. Nampak dari kejauhan Ghea melambaikan tangannya. Namun ia hanya sendirian. Lalu kemana dua anak manusia yang lainnya?


Seruni dengan di gandeng oleh Faya segera melangkah menghampiri Ghea. "Mana Ega sama Ruli? Katanya mau ikut?" Tanya Seruni.


"Mereka mana mau diajak muter-muter nemenin kita." Ghea memutar bola matanya malas. "Nanti katanya nyusul. Kita disuruh belanja dulu." Memang begitulah adanya. Kebanyakan kaum pria pasti tidak akan suka jika di ajak berbelanja.


Seruni dan Faya mengangguk-anggukkan kepalanya. Mereka bertiga kemudian melangkah bersamaan menuju ke pusat aksesoris pria yang dulu pernah dikunjungi oleh Seruni dan Faya.


Degh!

__ADS_1


Langkah Seruni memelan. Kepingan-kepingan masa lalu saat dirinya membelikan kado ulang tahun berupa gelang jam couple untuk suaminya kembali menari-nari di kepalanya. Senyum merekah suaminya saat membuka bungkusan kado darinya. Dan saat suaminya itu memasangkan gelang jam wanita di tangan kirinya. Begitu pula sebaliknya saat dirinya memasangkan gelang jam pria di tangan sang suami.


"Kenapa Run?" Faya yang menyadari itu ikut memelankan langkahnya. Sedangkan Ghea sudah masuk terlebih dahulu ke dalam toko.


Seruni menggeleng kemudian melanjutkan langkahnya memasuki toko. Faya pun kembali mengikuti langkah Seruni.


Hampir dua jam mereka bertiga berada di dalam toko. Dan selama itu Seruni memilih duduk menunggu di kursi yang ada di dalam toko. Sedangkan Faya ikut memutari toko bersama Ghea karena Ghea butuh pendapatnya. Seruni sudah tidak kuat lagi jika harus berjalan terlalu lama. Pasti kakinya akan langsung bengkak.


Setelah mendapatkan barang yang dicarinya, Ghea, Seruni dan Faya segera meninggalkan toko bertepatan dengan bunyi dering ponsel Ghea di dalam tas. Ghea segera mengangkat panggilan itu yang ternyata dari Ega yang memberitahukan bahwa mereka berdua sudah tiba di pusat perbelanjaan itu. Ghea langsung saja memberitahukan titik lokasi keberadaan mereka saat ini. Dan Ega serta Ruli pun langsung melesat mencari keberadaan mereka di depan sebuah toko aksesoris pria.


"Sekarang kita mau ke mana? Nonton apa makan dulu?" Tanya Ghea seraya melihat jam yang melingkar di pergelangan tangan kirinya. Waktu baru menunjukkan pukul sepuluh lebih empat puluh lima menit.


"Aku udah laper, hehe...." Seruni meringis menunjukkan deretan gigi putihnya. Sahabat-sahabatnya hanya geleng-geleng kepala memaklumi ibu hamil itu.


Mereka berlima memasuki salah satu foodcourt yang ada di dalam mall tersebut, kemudian mencari kursi dan meja yang masih kosong. Setelah menyebutkan pesanan mereka satu persatu kepada Faya dan Ghea, Faya dan Ghea langsung ikut mengantri.


Lima belas menit kemudian mereka berlima sudah menikmati makanannya. Seruni nampak lahap, bahkan terlihat sedikit rakus. Entah itu doyan atau memang dirinya sedang kelaparan. Mereka berempat hanya geleng-geleng kepala melihat Seruni makan. Namun begitu mereka tidak berani menegur Seruni karena takut sahabatnya itu akan ngambek dan berujung dengan mogok makan. Mood ibu hamil susah di tebak. Jadi mereka memilih diam saja dan melanjutkan menikmati makanannya masing-masing.


"Aku mau ke toilet sebentar." Ujar Seruni setelah berhasil menghabiskan makanannya. Seruni langsung beranjak dari duduknya.


"Tunggu sebentar biar aku temenin." Sahut Faya. Faya tidak akan membiarkan sahabatnya itu pergi seorang diri.


"Lanjutkan saja makannya, aku nggak papa sendirian."

__ADS_1


"Tapi Run,"


"Aku akan hati-hati Fa, jangan terlalu khawatir berlebihan begitu."


"Baiklah hati-hati dan segera kembali."


Seruni mengangguk dan segera melangkah untuk mencari toilet. Namun baru saja beberapa langkah, dirinya sudah terhuyung dan hampir saja jatuh tersungkur karena tubuhnya tak sengaja di tabrak oleh anak kecil yang berlari dari arah belakang. Beruntung ada sepasang tangan kekar yang menangkapnya.


"Aaaahh!"


Posisi keduanya saat ini terlihat berpelukan. Dan semua itu tidak lepas dari tatapan tajam sepasang mata yang baru saja memasuki area foodcourt. Apalagi saat mata itu melihat bagian perut Seruni yang nampak membuncit. Semakin berkobarlah api kemarahan di kedua bola matanya serta di dalam dadanya.


*****


*****


*****


Konflik maning oey 🤭 semoga aja nggak bosen 😂 tenang aja, nanti bakalan happy ending 🤭 emak janji nggak bo'ong suwer ✌️😂🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️


Siapa pemilik sepasang tangan kekar yang mendekap Seruni hayoo??


Siapa pemilik sepasang mata yang memancarkan api kemarahan hayoo??

__ADS_1


Jangan lupa Like Komen dan Votenya, saweran kopi dan bunganya juga boleh ☕🌹 Tonton iklannya ya setelah membaca, terimakasih 🙏


__ADS_2