
Masih dengan tubuh bergetar, Papa Zaky masuk ke dalam mobilnya kemudian segera melajukan mobilnya melintasi jalanan yang nampak sepi. Tumben malam ini jalanan tak seramai biasanya. Padahal cuaca bagus meskipun tidak ada bulan yang menerangi malam.
Tidak! Tidak!
Papa Zaky menggeleng-gelengkan kepalanya mengusir bayang-bayang wajah balita dalam gendongan Seruni dari ingatannya. Ia menolak untuk percaya bahwa balita itu adalah cucunya, anak dari almarhum Alfa.
Saat ia sibuk menggeleng-gelengkan kepala, tak sengaja ekor matanya menangkap bayangan dari spion yang ada di depannya. Papa Zaky segera mengalihkan pandangannya dari spion itu. Dirinya masih mengira bahwa apa yang dilihatnya malam ini hanya halusinasinya saja.
Tadi dirinya seperti melihat Alfa pada diri anak Seruni. Sekarang dirinya seperti melihat Mama Amara yang tak lain adalah besannya duduk di jok belakangnya. Namun karena rasa penasarannya yang tinggi, Papa Zaky kembali melihat ke arah spion depan guna memastikan sekali lagi jok belakang. Dan bayangan itu ternyata masih ada di sana. Papa Zaky langsung menoleh ke belakang dan betapa terkejutnya dia bahwa yang terlihat oleh mata kepalanya memang benar-benar besannya yang nampak melotot marah kearahnya.
"Tidak!" Teriak papa Zaky mulai ketakutan dan kembali menghadap ke depan. Namun sayangnya bayangan itu seolah mengikutinya dan sekarang malah berada tepat di depan mobilnya.
"Tidak! Awas! Aaaaaa!" Papa Zaky membanting setirnya ke kanan tepat di perempatan jalan yang lampunya menyala merah. Dari arah berlawanan nampak sebuah truk pengangkut ayam melaju dengan kecepatan tinggi karena jalanan dalam keadaan sepi. Dan akhirnya......
BRAAKK!!
Mobil yang dikemudikan oleh papa Zaky langsung disambar oleh truk itu dan langsung berguling-guling hingga puluhan meter.
DUUUUUUAAAR!!
Hancur sudah, tidak ada yang tersisa. Semua hangus termakan api. Bahkan truk pengangkut ayam pun ikut tersambar si jago merah hingga membuat semua ayam ikut menjadi korban.
*****
__ADS_1
"Astaghfirullah.... Suara apa itu" Ucap semua orang yang ada di warung tenda milik Pak Jupri. Seruni bahkan sampai menjatuhkan sendoknya karena sangat terkejut dengan suara ledakan keras itu.
Orang-orang yang ada di dalam warung tenda itu segera keluar untuk memperhatikan keadaan sekitar. Dan benar saja nampak kobaran api dari kejauhan.
"Sepertinya ada kecelakaan." Ujar salah satu dari mereka.
"Ayo kita lihat." Sahut yang lainnya. Mereka yang sudah menghabiskan makannya pun segera membayarnya kemudian melesat pergi. Sedangkan yang makanannya belum habis kembali lagi mendudukkan tubuhnya karena merasa sayang dengan nasi goreng yang sudah dibelinya.
"Mas, perasaan ku kok nggak enak." Ujar Seruni tiba-tiba.
"Sudah jangan berpikir macam-macam. Ayo kita lanjutkan makan saja." Sahut Reksa. Seruni hanya mengangguk kemudian mereka berdua segera masuk kembali ke dalam warung untuk menghabiskan makanannya.
Selang tiga puluh menit kemudian Seruni dan Reksa sudah meninggalkan warung tenda Pak Jupri. Reksa melajukan mobilnya menembus jalanan macet. Sepertinya di depan sana ada mobil pemadam kebakaran yang berusaha memadamkan kobaran api yang mulai mereda.
"Sebentar ya, kamu di sini dulu biar aku lihat ke depan."
"Ya!" Reksa langsung turun dari dalam mobil berjalan kaki menembus orang-orang yang nampak berkerumun. Filling Reksa sebenarnya sejak tadi memang sudah tidak enak. Bahkan sebelum istrinya mengatakan perasaannya tidak enak. Lebih tepatnya saat ia tak sengaja menopang tubuh Papa Zaky yang terasa bergetar.
Untuk memastikan apa yang saat ini bergejolak di pikirannya, Reksa langsung bertanya kepada salah satu orang yang tadi berada di warung Pak Jupri bersamanya. "Pak, apa ada korban jiwa?"
"Eh, iya Mas. Itu mobilnya kalau nggak salah seperti mobil yang tadi terparkir di depan warung."
Degh!
Benarkah? Apa mereka tidak salah lihat? Meskipun Reksa sudah menduganya, namun dirinya berharap bahwa semua itu tidak benar.
__ADS_1
Terdengar suara sirine Ambulans yang langsung berhenti tak jauh dari seonggok bangkai mobil yang sudah berhasil dipadamkan. Bukan hanya satu, tetapi dua mobil Ambulans.
Para petugas medis langsung turun dan segera mengangkut dua jenazah yang sama-sama hangus karena terbakar. Mobil Ambulans segera meninggalkan lokasi kejadian membawa korban menuju ke rumah sakit.
Reksa langsung merangsek maju ke depan hingga batas garis polisi. Seorang polisi langsung sigap menghadangnya. "Maaf Mas, dimohon untuk tidak mendekat."
"Pak, apa ada tanda pengenal dari korban?" Tanya Reksa.
"Semua hangus mas, hanya tinggal bangkai mobil yang tersisa." Ujar polisi itu.
"Nomor platnya pak?" Reksa masih berusaha mengorek informasi dari petugas kepolisian.
"Sebentar." Polisi itu terlihat mengotak-atik ponselnya kemudian menunjukkan sebuah foto nomor plat kendaraan.
"Astaghfirullah....." Jelas saja Reksa mengenalinya. "Itu saudara saya pak."
"Silahkan ikut ke rumah sakit untuk memastikannya kalau begitu."
"Baik pak, terimakasih." Reksa segera meninggalkan lokasi kejadian dan kembali ke mobilnya. Tanpa membuang waktu, Reksa segera melesatkan mobilnya untuk mengejar dua mobil ambulans yang tadi membawa korban kecelakaan.
*****
*****
*****
__ADS_1
Dih, kok jadi kayak sinetron gini 🙄🤣🤣
Jangan lupa Like Komen dan Votenya, saweran kopi dan bunganya juga boleh ☕🌹 Tonton iklannya ya setelah membaca, terimakasih 🙏