SANG PENAKLUK (Satu Raga Dua Jiwa)

SANG PENAKLUK (Satu Raga Dua Jiwa)
LIMA PULUH SATU


__ADS_3

"Oh my Gooooood?" Faya benar-benar terkejut dengan cerita Seruni. "Kok bisa kebetulan begitu? Berarti kak Kevin kakaknya Alfa?"


Seruni mengangguk. Seruni hanya sebatas menceritakan bahwa Alfa dan Kevin ternyata bersaudara. Ia tidak ingin membongkar masalah pribadi seseorang kepada orang lain. Karena itu adalah privasi.


"Sepertinya kamu memang berjodoh dengan Alfa, Run." Cetus Faya yang membuat Seruni langsung melotot. "Buktinya kalian dipertemukan lagi."


Ada benarnya juga apa yang dikatakan oleh Faya. Seperti halnya pepatah yang mengatakan, jodoh pasti bertemu. Dan pepatah itu sekarang nyata ada di depan mata. Mungkinkah dirinya memang berjodoh dengan Alfa? Kalau memang seperti itu, kenapa tidak ada cinta di hatinya untuk Alfa? Apa cinta itu belum tumbuh? Atau dirinya yang tidak menyadari perasaannya? Ah entahlah, Seruni semakin pusing dibuatnya.


"Terus sekarang aku harus bagaimana Fa?"


"Ya, datang saja ke tempat Mbah Suro. Bukannya tadi Mbah Suro meminta kalian untuk datang?"


"Iya, tapi aku nggak tahu bagaimana cara memberitahukannya kepada Alfa."


"Memangnya kamu tidak punya nomor ponselnya?" Pertanyaan Faya hanya di jawab gelengan kepala oleh Seruni. "Terus bagaimana kalau kamunya tidak memiliki nomor ponselnya? Apa gini saja-" Faya menjeda ucapannya. "Minta tolong sama tante Amara, suruh minta nomor Alfa kepada Om Zaky."


Seruni menunduk sendu. Tiba-tiba saja air matanya menetes saat mengingat mamanya yang saat ini sedang mendiamkannya.


"Hey, kamu kenapa? Kenapa malah menangis?" Faya cepat-cepat meraih tisu kemudian menyodorkannya ke arah Seruni.


Seruni pun segera meraihnya kemudian mengusap air matanya. "Mama mendiamkan ku sejak semalam Fa. Mama pasti kecewa dengan ku."


Faya paham, orang tua mana yang tidak kecewa dengan kelakuan anaknya yang seperti itu. Meskipun semua itu terjadi bukan atas kehendak Seruni, namun tak mudah bagi orang untuk mempercayainya.

__ADS_1


"Tenang dulu ya, ada aku. Aku yang akan membantu menjelaskannya kepada tante Amara nanti."


Seruni langsung memeluk sahabatnya itu. "Terimakasih Fa, terimakasih! Aku nggak tau apa jadinya diriku tanpa kamu."


"Ssssttt! Sudah!"


*****


Seruni tiba di rumah saat siang sudah berganti sore. Rumah terlihat sepi seperti pagi tadi saat ia meninggalkannya. Apa mungkin mamanya itu tidak keluar dari kamar sama sekali? Seruni menjadi khawatir bercampur panik. Takut terjadi sesuatu dengan mamanya itu.


Seruni mempercepat langkahnya menuju kamar mamanya hingga ia lupa untuk menutup pintu rumahnya. Diketuknya pintu kamar mamanya beberapa kali namun tidak ada sahutan dari dalam.


Tok.. Tok.. Tok..


Tok.. Tok.. Tok..


"Ma, please jawab Seruni. Seruni hanya ingin tahu kalau mama di dalam baik-baik saja."


Tok.. Tok.. Tok..


"Jangan seperti ini Ma, Seruni mohon."


"Ada apa Run?" Alfa yang baru saja tiba langsung melesat masuk ke dalam rumah yang pintunya terbuka lebar saat mendengar teriakan Seruni.

__ADS_1


"Al, mama Al," Panik, Seruni benar-benar takut terjadi sesuatu dengan Mamanya di dalam sana.


"Ada apa dengan Tante Amara?"


"Mama mengunci pintu kamarnya dari semalam dan belum keluar sama sekali."


Alfa langsung ikutan panik. Ia langsung merangsek ke depan pintu kamar mama Amara. Diketuknya pintu itu berulang kali namun masih belum ada sahutan dari dalam. Alfa pun kemudian mengambil ancang-ancang untuk mendobrak pintu tersebut. Dan dalam dua kali dobrakan akhirnya pintu berhasil dibuka.


Seruni dan Alfa langsung masuk ke dalam kamar mama Amara. Dan betapa terkejutnya mereka berdua saat melihat Mama Amara tergeletak tak sadarkan diri di depan pintu kamar mandi.


"Mama!" Seru Seruni berlari menghampiri mamanya, begitu pula dengan Alfa.


"Ayo kita bawa ke rumah sakit saja!" Alfa langsung menggendong tubuh mama Amara tanpa menunggu persetujuan dari Seruni. Seruni yang masih menangis tersedu-sedu segera mengikuti Alfa.


Alfa langsung memasukkan tubuh Mama Amara ke dalam mobilnya. Lebih tepatnya di jok bagian belakang diikuti oleh Seruni. Seruni langsung memposisikan kepala mama Amara di atas pangkuannya. Setelah itu Alfa segera masuk ke dalam mobilnya, kemudian melesatkan mobilnya menuju ke rumah sakit terdekat.


*****


*****


*****


Jangan lupa Like Komen dan Votenya, saweran kopi dan bunganya juga boleh ☕🌹 Tonton iklannya ya setelah membaca, terimakasih 🙏

__ADS_1


__ADS_2