SANG PENAKLUK (Satu Raga Dua Jiwa)

SANG PENAKLUK (Satu Raga Dua Jiwa)
DELAPAN PULUH TUJUH


__ADS_3

Seruni dan Alfa menjalani masa-masa pengantin barunya dengan penuh sukacita dan juga cinta tentunya. Ya, perlahan Seruni sudah bisa membuka hatinya dan bisa menerima sepenuhnya Alfa sebagai suaminya. Sudah tidak ada keraguan sedikitpun di dalam hatinya. Ia sudah memantapkan hatinya dan berjanji akan mencintai suaminya dengan sepenuh jiwa dan raganya.


Seruni juga sudah membicarakan masalah anak dengan suaminya itu. Bahkan dirinya juga meminta persetujuan kepada suaminya untuk memasang KB atau meminum pil kontrasepsi. Karena Seruni sebenarnya juga belum menginginkan kehadiran seorang anak. Bukan tidak menginginkan. Hanya saja jika dilihat dari umur mereka, mereka masih terlalu dini untuk memiliki seorang buah hati. Apalagi mereka masih sama-sama kuliah. Pasti nantinya akan membuat mereka kerepotan. Namun Alfa melarangnya dengan keras. Alfa tidak menuntut mereka harus segera memiliki momongan. Dan Alfa meminta istrinya agar tidak terbebani dengan masalah anak. Sedikasihnya saja, begitulah yang di ucapkan oleh Alfa kepada istrinya.


Semua itu tergantung rezeki masing-masing. Jika memang belum rezekinya, seberapa keras usahanya pun tidak akan membuahkan hasil. Namun jika memang sudah rezekinya, bahkan orang yang sudah memiliki banyak anak pasti tidak akan bisa menolaknya. Namun begitu kita harus tetap berdoa dan berikhtiar. Berusaha saja tanpa berdoa itu artinya sombong. Dan berdoa saja tanpa berusaha itu sama saja dengan bohong.


Tak terasa pernikahan mereka sudah menginjak satu bulan. Namun masih belum ada tanda-tanda Seruni hamil. Malah Seruni kembali datang bulan. Seruni pun kembali di landa ketakutan. Kemarin-kemarin dirinya merasa lega karena suaminya tidak menuntut masalah anak. Namun seiring bertambahnya waktu usia pernikahan mereka, Seruni kembali dilanda ketakutan. Pasalnya dirinya tidak sedang memakai alat kontrasepsi.


"Apa perlu kita pergi ke dokter untuk berkonsultasi Al?" Tanya Seruni kepada suaminya. Saat ini mereka sedang rebahan di atas tempat tidur setelah tadi makan malam bersama mama Amara. Seruni menyandarkan kepalanya dengan nyaman di dada bidang suaminya.

__ADS_1


"Aku kan sudah pernah bilang jangan terlalu dipikirkan." Alfa mengusap lembut kepala istrinya. "Usia pernikahan kita saja baru menginjak satu bulan. Kita nikmati saja dulu. Aku masih ingin bermanja-manja dengan istri ku sebelum nantinya di recoki oleh anak. Kita nggak akan bisa lagi seperti ini kalau sudah punya anak. Pasti nantinya kamu akan sibuk dengan anak kita." Alfa terus membelai kepala istrinya.


Seruni mendongakkan kepalanya menatap suaminya yang mengulas senyum seolah menenangkannya. Seruni pun balas tersenyum seraya mengeratkan tangannya di pinggang suaminya. "Aku hanya takut saja tidak bisa memberikan keturunan." Seruni mengeluarkan unek-unek yang selama ini dipendamnya. Jujur saja dirinya merasa sedikit lega setelah berhasil mengucapkannya.


"Hey, ngomong apa kamu." Alfa menghentikan usapannya kemudian mendudukkan tubuhnya hingga mau tak mau Seruni pun ikut terduduk. "Jangan menyakiti dirimu sendiri dengan pemikiran seperti itu." Alfa meraih tubuh istrinya ke dalam pelukannya. "Walaupun nantinya kita tidak memiliki anak, aku tidak akan pernah meninggalkan mu." Seruni mengangguk dalam pelukan suaminya. Seruni bisa merasakan betapa besarnya cinta suaminya itu untuk dirinya.


"Hey, lihat aku." Alfa meraih dagu istrinya kemudian mengangkatnya hingga pandangan keduanya bertemu. "Sudah cukup jangan membahas masalah itu lagi. Aku tidak menginginkan apapun dari kamu. Percayalah, aku sudah bahagia bisa hidup bersama orang yang aku cintai. Cup!" Alfa mengecup sekilas bibir istrinya. "Apa sudah selesai datang bulannya?"


Seruni mengangguk. "Baru tadi sore aku keramas." Ucap Seruni malu-malu karena paham dengan arah pembicaraan suaminya.

__ADS_1


Alfa langsung melebarkan senyumnya. "Kalau begitu mari kita membuat anak sampai jadi." Alfa langsung mendorong tubuh istrinya hingga Seruni merebah kembali ke atas tempat tidur. Tanpa membuang waktu, Alfa langsung mengungkung tubuh istrinya. Dan kedua anak manusia itu kembali menyalurkan cinta lewat penyatuan.


*****


*****


*****


Jangan lupa Like Komen dan Votenya, saweran kopi dan bunganya juga boleh ☕🌹 Tonton iklannya ya setelah membaca, terimakasih 🙏

__ADS_1


__ADS_2