Sweet Dreams : Be A Cinderella Romance

Sweet Dreams : Be A Cinderella Romance
Episode 101


__ADS_3

        Aku berajalan menyusuri lorong rumah sakit dengan perasaan hancur .. Aku sudah menemui dr. Abraham dan memintanya menjelaskan kepadaku bagaimana keadaan kakek yang sebenarnya . dr Abraham mengatakan padaku bagaimana sebenarnya kakek sudah di vonis oleh team dokter di rumah sakit ini bahwa usia kakek tak akan bertahan lama. Kakek mengalami kebocoran jantung , gula darah tinggi dan tekanan darah yang tidak stabil


ditambah komplikasi penyakit yang sebelumnya di derita oleh beliau membuat tubuh kakek tak akan kuat bertahan .. aku ngotot padanya .. berteriak dan memohon agar menyelamatkan kakek .. aku membantahnya dengan kemungkinan bahwa kakek masih bisa diselamatkan . namun dr. Abraham menjelaskan padaku dengan lembut dan sabar ..  yah … otakku membenarkan dan menerima bahwa kakek dalam kondisi yang benar benar lemah sebagai


petugas medis namun hatiku menolak menerima semua itu sebagai cucunya.. aku mengatakan pada dr. Abraham agar mengoperasi kakek walaupun dengan kemungkinan keberhasilan hanya  lima persen. Namun dr. Abraham menolaknya … tubuh kakek sudah tak memungkinkan jika melakukan hal tersebut dan itu menyalahi kode etik medis .. dr. Abraham berkata dengan suaranya yang bijaksana bahwa para dokter memang banyak berhadapan dengan garis maut pasien namun .. mereka juga tidak mungkin mengambil resiko menghilangkan nyawa pasien dengan melakukan oprasi yang kemungkinan besar bisa menghilangkan nyawa mereka

__ADS_1


                Air mataku menetes , kepalaku pening . aku berjalan mengikuti arah kakiku melangkah hingga ketika aku sampai di persimpangan ruang ICU , reseptionis dan lift .. aku melihat Max . Dia berjalan keluar dari dalam lift dengan tergesa gesa .. aku mengikutinya .. menghapus air mataku dengan cepat .. Max menuju tempat parkir di luar gedung  .. rupanya dia sengaja tidak memarkirkan mobilnya di baseman .. udara dingin malam ini terasa menusuk ke dalam tulang . tempat parkir sangar sepi .. Max tak menyadari diriku yang mengikutinya sedari tadi .. aku melihat Max tertegun di sebelah mobil sedan hitam miliknya .. membuka pintu kemudi dengan ragu ragu . kemudian kembali menutupnya dengan keras kemudian memukul kap mobil bagian atasnya dengan tangan kanan .. Aku berjalan kearahnya .. bibirku terasa kelu dan hatiku terasa berat .. Aku melihatnya berbalik .. menyandarkan kepalanya dan menutupi  wajahnya dengan lengannya . Aku mendekati pintu penumpang dengan diam, membukanya dan duduk di dalam dengan tenang membuat Max berbalik dengan cepat memandangiku dengan heran dan dia mengikutiku duduk di depan kemudi menstarter mobil miliknya dan menyalakan AC, tangannya


mencengkram erat kemudi hingga buku buku jarinya memutih.. Aku meliriknya sekilas melihatnya menyandarkan kepalanya diantara tangannya


.. aku sesegukan  .. dengan sabar dia menemani diriku duduk disana dalam diam.

__ADS_1


                Seperti kebanyakan cewek cewek diluar sana , Aku menangis berjam jam lamanya .. mungkin hanya perasaanku . saat tangisanku sudah agak mereda .. dan masih dengan tatapan kosongku . Max berkata padaku atau bahkan berkata untuk dirinya sendiri


                “ Aku akan mengantarkanmu pulang  .. malam ini, tidurlah dirumah , kau juga tak mungkin menemui kakek dan semua orang itu dengan wajah seperti ini .. “


                Tanpa menunggu jawaban dariku .. Max memasukkan persneling  dan  mulai memacu mobilnya keluar dari baseman dan melaju di jalanan yang padat , kearah rumah miliknya yang sudah jarang ku tempati semenjak kakek dirumah sakit

__ADS_1


__ADS_2