Sweet Dreams : Be A Cinderella Romance

Sweet Dreams : Be A Cinderella Romance
Episode 146


__ADS_3

        Ini hari ketiga ku di tempat ini , Aku sudah meng explore sebagian besar rumah ini . Hari pertama kugunakan untuk beres beres , Aku menyibukkan diriku agar aku dapat melupakannya .. melupakan semua masalahku dan


itu berhasil .. Nathan membantuku , dia kadang pergi sebentar dan pulang dengan membawakan banyak bahan makanan dan membawakan banyak baju baru untukku . aku bersyukur ada seseorang yang perduli dan menemaniku .


                “ Athur menelepon .. dia ingin menghubungimu .. handphone mu tidak aktif “


                “ Aku mematikannya .. “ kataku acuh , menonton televisi yang menyala dengan isi kepala yang terpencar kemana mana


                Nathan datang dengan membawa makan malam yang dia beli dengan delivery order . aku menolak ketika dia ingin mengajak makan diluar , aku benar benar tidak berselera .. benar benar malas .. ingin melakukan banyak hal namun aku tak mau memulainya


                Chinesse food  yang dalam keadaan normal aku pasti akan makan dengan lahap. Tepat saat Nathan duduk di sebelahku, telepon berdering


                “ Athur ,, kau mau bicara dengannya? “


                Aku menerima teleponnya , berdiri dan berjalan menjauh .. aku menuju kaca jendela besar yang dapat melihat jauh ke bawah . kearah taman yang sudah terlihat terang dengan banyak lampu taman mewah dan tampak asri


                “ halo .. “ kataku perlahan


                “ kau baik baik saja? Bagaimana keadaanmu? “


                “ Aku baik saja jangan khawatir .. Nathan membawaku ke tempat yang tenang dan nyaman “


                “ makanlah dengan teratur ,, tinggalah disana sampai kau tenang , kau butuh uang? Aku akan mentransfer sejumlah uang . kau bisa membeli handphone baru atau barang kebutuhan lainnya “


                “ Aku punya uang , Kak .. aku sedang tak ingin terhubung dengan apapun . aku tak ingin tersambung dengan internet juga . aku hanya ingin menenangkan diri “


                “ baiklah aku mengerti , Nathan sudah memberikan lokasinya dan aku mengetahui tempat itu , benar benar tempat tenang yang terlupakan “


                “ Mungkin aku akan disini sementara waktu sampai aku memutuskan apa yang harus aku


lakukan setelah ini “


                “ Okay okay aku akan bertanya kepada Nathan secara berkala . Maaf aku tak dapat menemuimu .. Jessica sedang butuh perhatian lebih dariku . Aku juga sudah membatalkan acara peringatan kematian kakek .. aku menggantinya dengan menggelar acara di panti asuhan “

__ADS_1


                “ Iya kak ,, kurasa itu juga sudah cukup dan dapat membuat kakek bahagia .. jaga baik baik ka Jessica ,, maaf aku belum dapat mengunjunginya .. “


                Sambungan telepon terputus . Aku masih berdiri disana memandang keluar diantara pantulan diriku sendiri pada kaca jendela yang tak ber tirai


                “ Duduklah Freya .. Ayo kita makan .. kau harus makan yang banyak agar punya cukup energy yang besar untuk balas dendam .. tidak seperti sekarang yang terlihat lemah dan mudah sekali tumbang . Apakah kau akan kalah semudah itu? “


                Aku menoleh memandang Nathan yang berdiri di sebelahku , masih dengan cengiran khasnya , meraih pundakku dan mendorongnya ke arah makan malam yang sudah hampir menjadi dingin


                “ Aku menyukai tempat ini , namun sepertinya aku harus mencari rumah baru agar dapat ku tempati secara permanen “


                “ kenapa ? Rumah ini aman dan cukup nyaman . memang tidak sebesar rumah milik Max .. namun tinggal di sini dapat menennagkan pikiranmu . atau kau mau langsung menikahiku? Akan ku bawa kemanapun kau mau ? “


                Aku menatapnya dan Nathan menatapku dengan tatapan jahilnya .. Aku memberinya tatapan sinis dan mencibir .. Nathan tergelak dan aku menyesap sup kepiting favoridku yang sudah menjadi dingin ,,


                “ Kau . .. apa yang terjadi dengan Alleya di Aussy ? kenapa kau mendadak ngotot ingin menikah denganku? Kau bukan tipe seperti itu ,. Sepuluh tahun terakhir ini kita juga tidak pernah sedekat itu untuk tiba tiba kau mencintaiku dengan sepenuh jiwa dan raga hanya gegara buku harian yang kau tahu itu cerita usang . Aku


tidak buta Nathan ,. “


                Nathan kembali tergelak dan menggeser kursi makannya dekat denganku . aku mencondongkan tubuhku menjauh darinya


                “ menjauh dari ku Nathan .. “ Aku berdiri dan membereskan sisa makan malam yang aku sudah tak lagi berselera untuk menghabiskannya .. terdiam tak berkata dan mencuci peralatan yang baru saja kami pakai . seumur hidupku aku tak pernah mencuci piring . Nathan mengajariku dan aku banyak belajar darinya .. Aku


terdiam beberapa saat disana .. memandang kosong dengan tangan yang masih basah dan berbau sabun . Apa yang harus aku lakukan .. apa yang sebaiknya aku lakukan .. aku harus melakukan apa .. hanya pertanyaan tanpa jawaban yang terus terngiang di kepalaku .. Aku tersadar beberapa saat kemudian .. terlalu sepi , kemana Nathan yang selalu berisik dan menggodaku


                Aku beranjak dari dapur dan mencarinya ke sekeliling ruangan , Kosong .. Aku merasa aneh , Jika Nathan pergi dia tak mungkin pergi tanpa pemberitahuan .. Dan benar saja, aku terkejut luar biasa ketika melihatnya bersandar pada rak buku yang menghalangi pandanganku untuk melihatnya dari arah dapur , Nathan meringkuk dan memegangi kepalanya .. hidung nya berdarah hingga menetes ke kemeja putihnya


                “ Nathan .. Nathan .. “ kataku panik .. menjatuhkan diriku di depannya .. memegangi wajahnya “


                “ Pergi Freya ,, jauhi aku .. arggghhh “ katanya mengerang memegangi kepalanya dengan erat


                Aku berdiri .. ingin berlari mengambil ponselku yang berada di kamar untuk menelepon ambulance, aku tak membawa peralatan apapun yang dapat membantuku untuk memeriksa kondisinya . Aku kembali setelah menelepon Ambulance dengan panik dan menemani Nathan . Aku memeluknya .. Menyandarkan kepalanya pada tubuhku dan membantunya mengelap darah yang terus menetes dari hidungnya ,


                “ tunggulah sebentar Nathan .. aku akan memeriksamu dengan peralatan lengkap . . sabar sebentar dan tahan sakitmu “

__ADS_1


                Nathan tak menjawab dan aku masih disana .. memeluknya .. berusaha membagi rasa sakitnya denganku.


                Aku berlari menuju UGD dan memerintahkan beberapa perawat , mereka memandangku dengan pandangan sinis karena merasa ini adalah rumah sakit pribadiku .. menyuruh mereka tanpa tahu siapa mereka . aku tak dapat menunggu dokter jaga yang di panggil untuk datang , Aku mengeluarkan tanda pengenalku dan


menempelkannya di wajah mereka .


                “ Aku dokter muda “


                “ dr Freya dari St Carolus? Apa yang bisa saya bantu ? “


                “ Siapkan semua alat dan aku akan memeriksa sendiri pasien ini “


                “ Tidak bisa nona , Maaf .. anda bukan dokter praktek di rumah sakit ini .. kami tidak bisa membiarkan anda mengambil alih ,.. dan jika sesuatu terjadi , pihak rumah sakit yang akan di salahkan . mohon anda untuk menunggu sampai dokter jaga datang “


                “ Apa aku harus menghadap direktur rumah sakit ini ??? “ tanyaku dengan nada tinggi dan tak sabar .. Aku memegang keningku .. panik ditambah Nathan yang sudah tak sadarkan diri


                “ Arggghh sialan .. mana sih dokternya ?? “ teriakku


                “ mohon anda untuk tidak membuat keributan disini “ kata suster jaga dan aku kembali ke tempat Nathan terbaring


                “ Sabar Nathan sabar sedikit lagi … “


                Tak lama dokter jaga datang  . Aku mengenalnya dia salah satu seniorku di kampus .. Allan , dia anak yang baik syukurlah jika Nathan di tangani oleh orang yang tepat


                Aku menunggunya disana .. aku tetap tak bisa melakukan apapun karena prosedur rumah sakit .. Allan menyarankan untuk segera CT Scan dan aku mengekorinya disana .


                Aku melihat semua proses nya dan berbincang dengan Allan , menunggu hasilnya keluar


                “ Aku mencurigai ada sesuatu yang salah di bagian otaknya Allan . dilihat dari gejala , kulit dan wajah pasien “


                “ Freya ,, tenanglah jangan panik . aku akan berusaha semampuku .. “


                “ ya Allan ,, aku mengenalmu dengan baik . senior yang banyak membantuku dan sekarang sepertinya aku masih butuh bantuanmu untuk hal ini “

__ADS_1


                Allan tersenyum dan menepuk pundakku . Aku mengantar Nathan ke ruang rawat inap .. menunggunya dengan khawatir sampai dia sadar dan terbangun dari tidurnya


__ADS_2