
para gadis berhamburan masuk ke dalam kamarku , aku masih tak menyangka dan terus mengomel dalam hati " mimpi apa aku semalam .. ck .. ck .. ck "
" gila acara pertunangan kamu keren banget Freya .. " kata para gadis . " sayang kita ga bisa ketemu lama ya .. kamu terlalu sibuk sepertinya " kata mereka lagi . aku tersenyum manis dan bergumam lagi di belakang ..
kan aku emang sengaja menghindari mereka .. terlalu berisik saat bertemu .. dan menjadi pusat perhatian . aku memilih menghindari mereka sebaik mungkin malam itu ... dan mungkin aku juga terlalu sibuk dengan diriku
" OO eM Jiiii ... ini kamar freya .. wa .. wa.. wa.. " para gadis histeris di kamarku . aku menutup pintu dengan cepat , kuatir jika terdengar para pelayan betapa noraknya mereka
aku cengar cengir bersandar pada pintu kamarku memegang gagang pintu nya , Alleya menghampiriku dan mengajakku ke balkon
" lebih enak kita mengobrol di balkon sana Freya .. bisakah? "
aku tak mengingat kapan kita bisa benar benar menjadi seorang sepupu apakah benar kata buku buku yang ku baca kalau apa yang kamu miliki adalah apa yang akan menjadi kehormatan mu , aku tak ingin mempercayai itu .. toh sampai sekarang aku tak punya teman walaupun aku tinggal di rumah bak istana , aku hanya merasa tinggal di sangkar emas yang tak akan bisa melebarkan sayap ku ,takkan bisa merasakan terbang bebas sampai kapanpun
aku menelepon ke bawah ke bagian dapur untuk membawa cemilan dan teh hangat . kali ini aku tak tega untuk menjahili mereka . para gadis sibuk dengan barang barang ku pemberian Max yang jarang ku sentuh karena aku merasa tak nyaman memakai barang yang bukan milikku .
" Freya bolehkan aku memakai ini? " teriak luci dari dalam .
" pakailah apa yang kau mau Lu .. "
" kamu dengar itu barbara .. hei ini seperti yang kita lihat di majalah fashion itu ?? ini bahkan berharga ratusan dolar .. lihat lihat .. " luci masih histeris . aku tersenyum geli , melihat kepolosan mereka .
" sebenarnya aku iri padamu , Freya .. "
" ah .. apa ? apa yang barusan kau katakan Al
.. "
Alleya duduk di tepian balkon . menghadap menyamping .. melihat ke kegelapan malam . rambutnya yang panjang dan ikal tertiup angin , kulitnya yang putih terpantul cahaya bulan . hidungnya yang mancung sungguh sempurna sebagai seorang gadis
__ADS_1
" apa kau tahu seberapa kaya nya Max? "
" eh .. aku ga pernah cari tau " kataku menahan nafas gugup aku menyandarkan lenganku di balkon di depan Alleya , melihat kearah labirin di bawah yang terlihat sangat jelas dan sangat indah jika malam tiba " dan sebenarnya aku tak pernah mempermasalah kan dia kaya atau tidak "
" kau terlalu lugu Freya .. itulah kenapa aku suka sekali menggodamu . " aku menengok ke arahnya .. melihatnya yang masih termenung memandang langit malam
" keluarga Tjandrawijaya adalah garis bangsawan nomor satu di seluruh pulau Ini . kekayaan dan properti yang di wariskan ayahnya setelah meninggal seharga jutaan dolar . " Alleya memandangku menaksir seperti apa reaksiku setelah mendengar tentang itu
aku memasang ekspresi tak percaya . se kaya itu kah Max? aku memandang cincin pemberiannya saat acara pertunangan ku kemarin . sempat ingin melepas dan menyimpannya tapi tak kulakukan
" tapi sebenarnya bukan karena itu aku iri padamu . aku iri dengan kisah cinta kalian " .
" kisah cinta .. kisah cinta apa?? " kataku gagap . tak banyak yang kami lakukan dan menunjukkan bahwa dia menyukaiku . mungkin dia membenciku sama seperti ku yang membencinya tapi tak dapat mengabaikannya .
" aku tahu kalian berciuman saat di kebun waktu kita ke rumah kaca . aku melihatnya bersama Nathan " Alleya tertawa kecil mengangkat tangannya menutupi mulutnya
" tapi saat itu aku dan Max di kejar pria aneh . kau tau aku bahkan di serang saat dekat dengan rumah .. lagi pula ciuman itu ,Max melakukannya agar aku diam .agar persembunyian kami tidak terlihat " kataku dengan muka memerah
" tapi .. hei .. kau bersama Nathan .. kau bilang kalian ga ke hutan . kau bohong All .."
" ya .. Nathan mengajakku melihat kebun bunga di tepi tebing ga jauh dari tempat kalian berciuman . kami datang saat orang orang itu pergi .. ku pikir aku akan punya cerita cinta membara seperti dirimu dan Max .. tapi , Nathan orang yang sangat lambat dalam hal percintaan . dan sampai sejauh ini dia bahkan belum mencium ku .. " Alleya berkata sambil mengerucutkan mulutnya . terlihat imut
" kalau begini terus mungkin aku akan putus dengan dia Freya .. "
" pu .. pu .. pu apa Al .."
" aku akan mengakhirinya .. aku ingin kisah cinta seperti kau dan Max .. cinta yang mendebarkan "
Aku memandang Alleya antara percaya atau tidak harus senang atau harus sedih . dan aku tak tahu apa yang di fikirkan Alleya selama ini , bahkan cinta apa ... aku dan Max hanya melakukan pertunangan palsu untuk menyelamatkan harga diriku dari tudingan orang . untuk menyelamatkan perkebunan . aku bahkan mengesampingkan hatiku untuk mengejar Nathan orang yang bertahun tahun aku inginkan . tapi mendengar pernyataan Alleya entah kenapa aku sama sekali tak senang .. entah sejak kapan aku tak lagi ingin mengejar Nathan pikiranku dipenuhi rasa bersalahku pada Max
__ADS_1
Sani datang membawakan cemilan kami , aku yang terakhir masuk kembali ke dalam kamarku mengunci jendela ke arah balkon dan menutup tirai nya yang tinggi
" Sani , siapkan lah beberapa cemilan tambahan .. maaf harus membuatmu bekerja sampai larut . simpan saja di kulkas .. ini untuk jaga jaga jika para gadis tidur terlambat malam ini. dan setelah itu .. istirahatlah .. "
" baik nona .. "
" oiya Sani .. " aku mendorongnya keluar kamar " dimana tuan tjandra? apakah beliau sudah kembali "
" saya dengar tuan Tjandra memulai perjalanan bisnis malam ini . nona .. apakah beliau tidak memberi tahu anda? "
" dia kasi tau aku cuma aku lupa tanggalnya aku lupa kalau itu malam ini ." kataku mengelak " oiya bagaimana dengan Tante Yeni? "
" beliau kami siapkan kamar tamu dengan toilet dalam dan bed extra untuk pelayan pribadi nyonya "
" bagus .. dan bagaimana dengan Arthur ? "
" Tuan muda Brawijaya tidur di ruangan Tuan Tjandra . katanya ingin bermain game "
seandainya kakek juga disini tapi aku tahu kakek tak akan datang harga dirinya terlalu tinggi untuk datang berkunjung katanya orang yang lebih tua yang harusnya di kunjungi
" baiklah nona saya ijin kembali ke bawah "
aku mengangguk kecil . menutup pintu perlahan , pikiranku bercabang ke mana mana . perjalanan bisnis .. apa maksudnya .. kenapa dia tak memberi tahuku . tapi, kenapa juga dia harus memberi tahuku .. memang siapa aku ..
" ada sesuatu yang terjadi , Freya .. " tanya Alleya ..
" nggak Al . aku hanya memesan makanan tambahan ke pelayan untuk para gadis nanti "
kataku sambil berjalan menuju tempat tidurku
__ADS_1
para gadis berkumpul dan menonton televisi dari atas tempat tidurku .. untung nya mereka langsing dan tempat tidurku lumayan besar untuk menampung mereka semua . mereka menonton film horor . aku tak fokus ke pada layarnya , aku mengambil handphone di dalam laci sebelah tempat tidurku .. tak ada pesan . aku ingin menelepon tapi tak bisa kalau di depan para gadis . pikiranku melayang .. apa yang harus aku lakukan ??