Sweet Dreams : Be A Cinderella Romance

Sweet Dreams : Be A Cinderella Romance
Episode 104


__ADS_3

Aku selesai bersiap saat waktu menunjukkan pukul 9 tepat . Aku sudah mendapatkan beberapa panggilan telepon dari Arthur dia menanyakan keadaanku dan alasan mengapa aku menghilang semalam .. aku menjawab dengan gugup seraya mengompres mataku agar bengkaknya sedikit mereda .. bibi Jo bahkan mempersiapkan beberapa perias wajah untukku .. walaupun aku merasa tak membutuhkannya . Tapi, berkat kesigapan beliau .. membuatku tak perlu bersusah payah lagi .


“ kemana saja kau semalam tanpa kabar … kau tahu betapa aku khawatir dan mencarimu? “


“ Iya kak .. Maaf .. aku mendadak ga enak badan .. jadi aku langsung pulang kerumah “


“ kamu punya handphone gunanya buat apa?? “ Suara Arthur memekik di ujung sana membuatku menjauhkan telephone genggamku dari telinga .. pengang


“ Iyaaa kaaakkk aku minta maaf … “ kataku seraya membungkukkan badanku dengan tidak sadar di hadapan para pelayan yang mempersiapkan baju dan sedang menata rambutku .


“ Untung .. Max lebih bertanggung jawab dari pada kamu … dia mengirimkan pesan padaku dan meminta ijin agar kau bisa istirahat dirumah “


“ iyaaaa kan aku udah minta maaf kak .. ngomel terus .. “ kataku cemberut


“ ya sudah .. kakek mencarimu, cepatlah datang kemari “


“ yaaaaa .. “ kataku lagi dan pembicaraan berakhir

__ADS_1


Aku menatap layar handphone ku sejenak .. menghembuskan nafas lesu dan melemparkan nya ke atas Kasur


“ Nona .. baju anda sudah siap .. “


Aku memandang pelayan muda di hadapanku dengan tatapan kosong .. tersadar dengan cepat dan beranjak dari ranjang besarku yang berwarna pink .. menyambar bajuku dan segera pergi ke ruang ganti untuk berganti pakaian .. setelah siap .. aku beranjak turun ke lantai satu menuju ruang makan dengan cepat .. rumahnya yang besar membuatku seperti berjalan dalam aula gedung . Suara langkah kakiku bahkan terdengar sangat jelas ..


Aku memandangi sarapanku . sama dengan yang ada di kamarku .. tak berbeda jauh hanya lebih lengkap dengan sup kepiting dan beragam pilihan makanan . Aku sedang mencicipi sup kepiting kesukaanku yang biasa ku makan dengan sepotong roti hangat yang baru saja diangkat dari oven ketika Max datang dengan setelan kerjanya  . dia duduk di sebelahku di kursi utama karena dia adalah pemilik rumah ini .


“ kau akan pergi bekerja , Max? hari ini .. ? “


“ Ada beberapa meeting yang tak bisa ku hindari dan membutuhkan tanda tanganku ,, masih ada waktu beberapa menit ketika aku mengantarkanmu ke rumah sakit ,.. bertemu kakek dan aku akan pergi menghadiri meeting penting hari ini . maafkan aku tak bisa menemanimu “


Max memandangku sekilas dan mulai mengolesi rotinya dengan wajahnya yang tanpa ekspressi … hening .. dengan cepat aku membereskan sarapanku .. mengimbanginya dengan jadwalnya yang sangat


padat .. dan tak berapa lama .. kami sudah meluncur di jalanan ibukota yang padat


“ mmm ,.. Max . sebenarnya ada yang ingin ku ceritakan “

__ADS_1


“ Katakan saja Frey .. aku mendengarkan .. “


Aku terdiam sejenak memilih kata yang tepat untuk ku sampaikan padanya . Namun .. saat aku membuka mulutku untuk berbicara tepat disaat handphone nya bordering , Max mengisyaratkan padaku agar


menunda pembicaraanku dengan sebelah tangannya , dia memasukkan earphone bluetoth miliknya ke telinga


sebelah kiri dan mengangkat telephonenya .. kurasa jika aku tak disana dia pasti menggunakan pengeras suara otomatis di mobilnya .. aku mengamatinya .. pembicaraannya mengenai perusahaannya dan kelihatan sangat serius ., aku berpaling melihat keluar jendela mobil mengamati jalanan padat siang itu.


Akhirnya pembicaraan panjangnya dengan klien pentingnya berakhir .. Max  melepaskan earphonenya


tepat ketika kami tiba di parkiran mobil . Aku harus menundanya lagi karena kami harus segera pergi ke ruangan kakek . tapi sebelum kami turun , Max mengatakan sesuatu padaku


                " Jadi.. apa yang ingin kau sampaikan padaku , Frey ?"


                " Waktunya tidak tepat, Max ... "


                " Jika itu benar benar mendesak .. saat keadaan kakek sudah stabil kau bisa menceritakannya padaku .. bahkan jika kau tak ingin mengatakannya lewat telephone kau boleh datang ke kantorku "

__ADS_1


                " Sungguh ? "


                " Iya sungguh.. " kata Max tersenyum padaku . lesung pipinya terlihat jelas saat dia tersenyum dan aku menyukainya .


__ADS_2