
aku menemani Freya duduk di balkon . mengambil selimut miliknya dan menyelimutinya agar merasa hangat . udara diluar sangat dingin .. ku tinggalkan sejenak Freya yang melamun . tatapan matanya kosong dan tingkahnya mengkhawatirkan . aku turun ke dapur dan mencari bibi pelayan untuk membuatkan coklat panas kesukaannya . .tak lama aku membawanya ke atas .. mengulurkan padanya . berharap agar suasana hatinya membaik .
aku tak tahu apa yang terjadi sampai dia sangat sedih . aku bukan tipe orang yang suka mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi walaupun hatiku resah dan ingin mengetahuinya berharap bisa mengerti dan ikut merasakan apa yang dia rasakan . tapi, aku hanya duduk di sana menemaninya .. memastikan semua nya baik baik saja
tapi , tak ku sangka Freya menanyakan Ibu . aku mengatakan kondisi beliau baik baik saja . dengan melihat kondisi Freya saat ini, aku tak dapat mengatakan atau bahkan bertanya padanya bagaimana perasaannya untukku . aku ingin mempercayai perkataan Julius .. tentang Freya .. tentang perasaannya padaku . tapi tak mungin ku lakukan saat ini . .
aku duduk di sebelahnya lama .. tanpa berkata kata .. sampai Freya menanyakan padaku apa artinya dia untukku .. aku bangkit dan berjongkok di hadapannya . Freya memalingkan wajahnya tak ingin menatapku .. dia menekuk kakinya .. memeluknya dengan kedua tangannya yang ramping .. dengan selimut trbal berwarna pink yang membalut tubuhnya .. kepalanya di letakkan pada lututnya .. wajahnya memerah karena kedinginan membuat suhu tubuhnya naik ke atas karena coklat panas yang ku berikan tadi . Freya terlihat sangat down dan membuat hatiku sangat kacau . aku bingung apa yang harus kulakukan
Freya .. hei .. " kataku dengan suara perlahan. berat aku mengucapkannya tapi semakin lama dia disini dengan udara sedingin ini .. dia bisa sakit " ayo bangun " . bujukku
__ADS_1
Freya tak bergeming . tetap memalingkan wajahnya dariku . semakin bersembunyi di dalam selimut yang hangat, bergelung .. seakan itu perlindungan yang sempurna untukknya . aku mengangkat tanganku .. ingin mengelus ujung kepalanya .. ingin membagi kekuatanku untuknya ..
" pergilah Max .. aku tak berarti untukmu . dari awal aku hanyalah tawanan mu. lakukan yang kau suka untuk menyakitiku . kamu menang " katanya tanpa memandang ku .. Freya bergumam sedih .. aku tak bisa lagi melihat air matanya mengalir . tapi, Freya sudah terlanjut salah paham denganku .. semua semakin rumit aku tahu tak mungkin aku membela diriku dengan segala pikiran buruknya tentangku . aku .. sudah terlalu banyak menyakitinya .. Aku, menghela nafas berat .
" kau mau apa , Freya ? " tanya ku lembut .. berusaha membujuknya
" apa artinya aku buatmu ? " tanya Freya memandang langsung tepat ke dalam mataku .. aku bisa melihat dengan jelas matanya yang sembab .. wajahnya yang membengkak karena terlalu banyak menangis . tapi wajah itu .. wajah murni yang selalu ku simpan dalam hati, terlihat sangat sedih
'' tapi kenapa kamu memperlakukan aku seperti ini ? " tanya Freya dengan sedikit percikan kemarahan di matanya
__ADS_1
" aku ga bisa bilang sekarang . ada saatnya nanti kamu akan tahu, Freya .. " kataku tegas .. tak memalingkan tatapanku sekalipun . aku ingin dia tahu, aku serius dengan perkataan ku . persetan dengan semua kekacauan ini, aku serius dengan apa yang akan terjadi selanjutnya
Aku membujuknya masuk ke dalam kamar dan sesaat kemudian meninggalkannya. aku mengangkat tanganku dan mengelus kepalanya mengatakan semua nya akan baik baik saja . Freya mematung di depan pintu kamarnya
istirahatlah .. jaga kesehatanmu .. aku sudah mengurus sekolahmu . tinggallah disini sementara waktu . tak ada yang perlu di khawatirkan " katanya di depan pintu kamarku .. mengusap kepalaku lembut sebelum pergi
" Max .. " Freya memanggilku saat langkahku sudah separuh berjalan di lorong lantai 2 ini
Aku berhenti dan menoleh
__ADS_1
" maafkan aku Freya .. biarkan ini tetap berjalan seperti ini . akan ada saat dimana kau bisa memahaminya suatu saat nanti . ketika itu tiba, dengan senang hati aku akan melamar mu menjadi istriku " dan aku berlalu begitu saja tanpa menoleh.. menyembunyikan wajahku yang terasa panas dan kurasa mulai terbakar . aku berhenti di dinding dekat tangga ke lantai 1 . memegangi dadaku yang tak berhenti berdebar .. aku menghirup nafas dalam dalam dengan rakus .. sesaat aku tak dapat bernafas . . aku tersadar apa yang baru saja ku katakan pada Freya .. aku mengacak acak rambutku sendiri merasa frustasi . menuruni tangga ke lantai satu .. masih berusaha menenangkan jantungku yang berdetak 100x lebih cepat . aku menuju mobil ku dan melaju menuju villa Ibu .