
Jaden tadi mampir sebentar untuk memeriksa keadaanku sebelum berangkat ke pusat kesehatan . Aku belum mengobrol banyak dengannya .. dia datang bersama Putri, seorang remaja pemalu yang katanya akan mengantar aku dan Sani berkeliling kampung ini . tadi pagi aku menegur Sani yang masih memakai seragam pelayannya .. aku tak keberatan .. dia hanya terlihat terlalu rapih . Seragam pelayan miliknya seperti yang di pakai pramugari di pesawat internasional.. dan sialnya dia tak membawa baju lain .. jadi, aku meminjamkan rok santaiku untuknya .. rok santai berwarna putih yang lebar di bagian bawahnya . memang terlalu tipis untuk di pakai di tempat sedingin ini .. jadi aku meminjamkannya juga sweater oranye milikku yang kuikatkan di pundaknya . Matahari bersinar terang .. jadi , sudah tidak terlalu dingin sekarang .. Aku menyuruh Sani menggerai rambutnya , terlihat seperti aku berjalan dengan sahabatku sekarang bukan dengan pelayanku
Sahabat .. Aku termenung memikirkannya .. aku, tak punya seorang teman apalagi sahabat .. mungkin seumur hidupku aku hanya akan mengandalkan diriku sendiri ,, tapi setidaknya .. aku punya Max sekarang .. jadi, aku tak akan merasa terlalu kesepian sekarang .
“ Bu dokter awas .. “
Aku tersentak kaget .. kami sedang berjalan di pinggir jalan berbatu dan sebuah motor dengan seorang pengendara yang membawa rumput di belakang motornya hampir mengenai diriku yang berjalan terlalu ke tengah .. Aku tak menyadarinya karena melamun tadi .
“ Aku akan berjalan di sebelah anda , Nona .. “ Kata Sani berbisik saat memanggilku Nona .. dan aku tersenyum padanya
“ Terimakasih Sani “ dan Sani berpindah berjalan di sebelahku .” Putri itu ada kedai ?”
“ Itu warungnya mbok yem .. bu dokter mau mampir ? “
“ Jualan apa ? “ tanyaku
“ Liat aja kesana yuk “
Kami berjalan kesana .. menuju warung kecil di pinggir sawah .. angin yang bertiup menyejukkan wajahku . disana ramai .. didominasi remaja dan bapak bapak .. mungkin mereka sedang beristirahat karena lelah bekerja di sawah
Warungnya terbuat dari bilik bambu yang dianyam .. sudah usang dan berubah menjadi gelap . tapi tempatnya bersih dan aku suka .. aku menatap seorang nenek yang duduk disana , sibuk melayani para pembeli .. uap yang keluar dari kualinya berbau sangat lezat .
“ Bu, saya mau satu “
“ oiya neng .. duduk dulu ya neng.. “ kata si penjual dengan ramah
“ Nona .. tapi, apa tidak apa apa anda jajan di pinggir jalan? Sepertinya tidak higienis untuk anda “ kata Sani berbisik
“ Sani pesanlah .. sepertinya memang enak . Putri .. pesen juga ya , aku yang bayar .. bukankah kita sudah janji akan melakukan hal normal ? “ kataku ganti berbisik
Sani memandangku tak percaya namun ikut memesan juga . sambil menunggu aku duduk disana
dan memandang berkeliling menikmati pemandangan yang asri . aku merasa sangat gembira .. semua hal yang membuatku sedih , hilang semuanya .. Namun, aku merasa tak nyaman saat semua orang memndangku dari ujung sepatuku sampai ujung kepala . aku merasa tak nyaman
“ Siapa ini ? “ tanya seorang bapak yang memakai ikat di kepalanya
__ADS_1
“ Ini bu dokter yang di bilang itu ,. Baru datang dari kota “ jawab Putri
Aku.. tersenyum manis , mengangukkan kepala .berusaha untuk ramah
“ Sani, aku tunggu di luar aja ,, aku merasa tak nyaman dengan pandangan mereka . “
Sani membungkuk dan aku keluar dari tempat itu , hilang seleraku untuk mencicipi makanan khas desa . Aku merengut kesal dan aku menunggu disana karena Putri , sibuk dengan pertanyaan mereka yang disana . dan aku memutuskan untuk mengakhiri tur keliling desa ini .. kami kembali ke rumah .
Sore harinya Jaden mampir ke rumah kami lagi setelah kembal dari Pusat Kesehatan . Membawakan beberapa buah buahan untukku . mengobrol di teras depan rumah .. dia datang dengan mengendarai sepeda .
“ Bagaimana kabarmu? Bagaimana tur desa ini ? “
“ Baik .. aku merasa agak aneh disini tapi, hanya butuh waktu untuk beradaptasi .. Jade ..semua orang menatapku heran .. “
“ hahahha .. kau tahu betapa ramahnya warga disini “ katanya menyesap teh hangat
“ Aku iri padamu, Jade .. kau tahu ..kau mudah bergaul .. “
Jade memandangku yang memandangi kakiku dan memainkannya diatas tanah di depan rumah . menendang nendang kerikil kecil disana
“ Yah ,.. jika semudah itu “ kataku padanya
“ Besok .. kau akan ku ajak ke Pusat Kesehatan “
“ Orang orang disini sibuk memanggilku bu dokter .. aku tak nyaman mendengarnya .. tapi, aku juga bingung mereka harus memanggilku apa “
“ Hahahha.. biasakanlah dirimu Freya .. semakin lama kau berada disini .. menikmati keramahannya .. kau akan merasa betah dan tak ingin kembali ke kota “
“ Hahaha tapi kau tahu aku harus kembali ke sana apapun yang terjadi . Dan Jad.. kenapa kau disini .. bagaimana hasil magangmu di St, Carolus ? “
“ Aku .. meninggalkan nya .. ketika aku menerima telepon Valencia beberapa waktu yang lalu .. aku merasa aku terpanggil kemari ”
“ Dimana kau mengenal Valencia ? “
__ADS_1
“ Dia ..anak dari kenalan Prof Abraham .. “
“ Wah .. kau memang pandai mencari koneksi Jade .. kau pikir bule sepertimu memang butuh sokongan untuk lulus dengan nilai sempurna .. Mungkin itu akan berguna di negaramu “ kataku padanya
“ Aku menyukai Indonesia , Freya sepertinya aku tak akan kembali kesana .. Aku sekolah disini semenjak SMU .. menolak ketika akan disekolahkan di sekolah international karena aku ingin menguasai Bahasa Indonesia
.. dan yang pasti .. aku mudah mendapatkan pacar .. orang local memang yang terbaik “
Aku memukul kepalanya reflek . tersinggung dengan ucapannya
“ Kau pikir semua cewek pribumi murahan apa ? “ kataku ketus
“ Tidak .. tidak bukan itu maksudku .. haha .. hanya , aku merasa seperti pangeran yang di perebutkan banyak wanita “
“ Terserah kau mau ngomong apa Jade .. “
“ Itu dulu, Freya ,. Jangan tersinggung .. aku masih remaja waktu itu .. “ dan dia tertawa .. aku memandangnya sekilas .. aku tak menyalahkannya .. di negaranya mungkin itu hal yang biasa . dan karena itu, dia bisa se blak blakan itu cerita padaku
“ Tapi, semenjak aku kuliah .. ada satu perempuan yang sulit kudapatkan “
“ Baguslah .. sepertinya dia bisa melihat seberapa playboy nya dirimu “
“ Iya … sepertinya “ dia menyesap tehnya lagi dan berkata “ Aku senang kau menerima tawaranku untuk membantu Valencia .. dia mendirikan klinik itu dan sedang kesulitan “
“ Aku .. ada yang harus aku lakukan , Jade .. maka itu aku berada disini dan sepertinya .. aku tak akan lama .. aku harus kembali bulan depan “
“ Kenapa ? “
“ Itu hari peringatan kematian kakek “ kataku .. berubah sendu
“ Aku .. tak pernah mengobrol banyak denganmu Freya .. aku senang mengetahui sesuatu yang penting tentang dirimu “
“ Yah , anggap saja aku membalas kebaikanmu karena banyak membantuku juga menyelesaikan banyak tugasku “
Jade tertawa dan berdri
__ADS_1
“ Istrirahatlah malam ini, besok pagi pagi akan ku jemput .. bye “
Aku tersenyum dan mengangguk .. melambaikan tanganku