Sweet Dreams : Be A Cinderella Romance

Sweet Dreams : Be A Cinderella Romance
eposode 43


__ADS_3

aku membuka mataku .. tak lagi merasakan kantuk .. tak lagi merasa malas .. ada hal aneh yang terjadi pagi ini , dan pagi seterusnya .. suara Mom .. tak ada lagi suara Mom yang akan membangunkanku dari tidurku yang panjang .. hatiku merasa kosong . ini sudah berlangsung sebulan aku ingin memeluknya .. entah mengapa aku merasa waktu yang kulalui bersama Mom , Dad dan Baby Roland terasa sangat singkat . aku takut membuka mataku , takut akan melihat kenyataan bahwa mereka sudah pergi .. aku merasa kosong .. semua nya tak akan berarti lagi .. bagaimana aku harus melanjutkan hidupku


ketukan di pintu terdengar . aku tak menanggapinya karena Malas


" Tuan Kecil .. sarapan sudah siap .. mau saya antarkan ke kamar Tuan kecil? "


itu suara Bibi Ann . aku tak menanggapinya .. meletakkan lenganku untuk menutupi mata . terasa berat .. sangat berat


Suara pintu di buka dan aku memiringkan tubuhku , membelakangi bibi Ann yang masuk ke dalam kamarku


" saya tahu kita semua merasa kehilangan , Tuan .. " kata bibi Ann .. aku bisa mendengar suaranya yang bergetar menahan tangis . tak jauh berbeda denganku aku terus menerus murung, menutup diri .. itu semua karena aku memersiapkan diri ku karena aku harus kuat karena aku anak terbaik Dad. " saya dengar kabar nona Yeni sudah sadar , Tuan kecil .. "


aku menegakkan tubuhku dengan cepat ,


" tante Yeni sudah sadar? " tanyaku


" iya Tuan Kecil .. begitu yang saya dengar pagi ini .. "

__ADS_1


aku bergegas mempersiapkan diriku dan turun ke bawah .. melewati Bibi Ann .. aku mencari kakek .. ingin berkata padanya bahwa aku ingin melihat keadaan tante Yeni , bertanya padanya apa yang terjadi malam itu


Kakek tak ada di manapun di lantai dua. aku turun dan menuju ke ruang tivi , disana aku melihat Freya dengan pengasuhnya ..


" kakak .. " Freya kecil berlari dan memelukku erat . mendongakkan kepalanya beberapa saat , aku melihat ke dalam matanya yang bening dan bulat .. Freya kemudian tersenyum padaku . senyuman tulus dan tanpa beban


" lepaskan kakak , Freya .. " kataku ketus


" ngga mau .. kak .. kata bibi Mimi .. Mom dan Dad lagi ke Australi kapan pulang kak .. Australi itu di mana si kak .. jauh gak? yuk kita cari Mom . ayuk kak .. "


Freya merajuk padaku .. masih dengan memelukku erat dengan kedua tangannya kepalanya menyembul dan masih tersenyum lebar.. melihatnya begitu aku ingin marah , ingin melepaskan diriku dari nya mendorongnya untuk menjauhiku .. tapi .. matanya yang tanpa dosa hanya membuatku mematung .


" kakek ada dibelakang .. itu .." tunjuknya " kakek sama kayak kakak sekarang .. udah ngga ada yang mau main lagi sama Freya .. "


Freya melepaskan pelukannya dan pergi diikuti pengasuhnya yang membututi di belakangnya . aku tertunduk memandang lantai sesaat sebelum memantapkan langkahku menuju halaman belakang


" kek .. aku ingin ke rumah sakit " . kataku padanya

__ADS_1


kakek memandangku .. sebulan terakhir atau bahkan akhir akhir ini semenjak kebakaran itu , aku jarang bertemu kakek .. kakek terlihat lebih tua dari yang kuingat . raut wajahnya menjadi lebih tegas .. tatapannya dingin namun ada kesedihan di dalamnya


" baik . kita akan bertemu Yeni "


tak butuh banyak waktu . aku berganti pakaian dengan cepat . kakek sudah menungguku di mobilnya, tak banyak berkomentar ketika aku masuk ke dalam mobil .. bahkan kami terdiam di sepanjang perjalanan . aku melirik kakek beberapa kali . kakek terlihat tegang dan gelisah dalam diamnya


kami sampai . di rumah sakit besar di kota . . butuh waktu 6 jam untuk kami sampai ke sana . kami melangkahkan kaki dengan mantap tercium bau obat obatan di sepanjang lorong yang ku lalui , aku merasa takut tapi aku tak berani menggandeng tangan kakek walaupun ingin .


kami sampai di ruang VIP , pintu terbuka tapi pemandangan di depanku membuatku terpaku di depan pintu tak dapat melangkahkan kaki ku lebih jauh ke dalam


di dalam sana . empat orang perawat memegangi tante Yeni yang sedang mengamuk dengan selang infus yang terpasang di lengannya.. dengan selang oksigen yang masih menempel , tante Yeni berteriak ..


" aku mau mati .. biarin aku mati .. lepasin .. aku mau mati !!!! "


pintu kembali menutup di hadapanku dan aku masih berdiri di sana di depan pintunya .. lama , sampai kakek menepuk bahuku dua kali dengan perlahan .. aku mendongak memandanginya dengan bingung . beliau mengajakku pergi dari tempat itu . melalui jalan yang sama dengan bau yang sama tapi dengan rasa yang bercampur.. lebih pedih dari sebelumnya


" menjadi lebih kuatlah Arthur .. untuk Freya "

__ADS_1


itu satu kata yang diucapkan kakek padaku


__ADS_2