
Kami sampai di apartemen pribadi Max . terletak di lantai teratas , lantai VIP dengan ruang khusus terbuka di bagian atap dengan lapangan golf mini dan sebuah mini bar terbuka .. aku menyukai pemandangan kota yang
gemerlap dari atas sini , suasananya sangat berbeda dengan rumah Max yang mewah dan terlalu besar untuk aku tempati sendirian walaupun ditemani dengan setidaknya kurang lebih dua puluh empat pelayan , aku merasa kesepian . Apatemen ini mungkin hanya seperempat bagian dari rumah yang sebelumnya namun terasa hangat . .
Aku masih menjelajahi di banyak bagian rumah .. ada Jacuzzi mini , dengan air hangat yang akan memenuhi tubuhku jika aku berendam di dalamnya . Bahkan aku menyukai gelas Kristal yang di pajang di dapur , pisau dapurnya pun bahkan terlihat cantik di mataku
“ kau menyukainya? Air liurmu tak berhenti menetes “ kata Max menggodaku dengan senyumannya yang menawan . Aku cemberut seraya melepas mantel yang ku kenakan .. hujan di luar , udara terasa dingin dua kali lipat dari biasanya
“ Ya aku menyukainya .. sangat menyukai tempat ini .. bahkan lebih menyukainya dari pada dirimu .. “ kataku merengut sedikit kesal
“ hmmm syukurlah kau menyukainya .. semua ini ku desain sesuai seleramu .. aku membayangkan dirimu saat merancang tempat ini . dan yang pasti jika kau menyukainya bahkan lebih daripada menyukai ku sejujurnya aku merasa lega … “
“ lega ? “ kataku heran
Max melalui ku mengambil gelas dan mengambil air dingin dari dalam kulkas . aku masih menunggunya … sepertinya dia sengaja memperlambat semuanya dan membiarkanku menunggu lebih lama .. aku mulai kesal dan melipat tanganku di dada . Max berlalu melewatiku dan aku mengejarnya sampai ruang tengah
“ Aku harus pergi sekarang “ katanya seraya mengecek alroji yang melingkar di tangannya
“ tunggu Max .. “ kataku meraih ujung belakang sweaternya . Max berbalik dan menatapku dengan senyum tipisnya
“ Kau mau pergi begitu saja ? bahkan tanpa menjawab pertanyaanku .. “
“ aku akan kembali secepatnya aku berjanji .. Akan ada yang datang sebentar lagi .. seorang pelayan dia yang akan membantumu dan menemanimu membersihkan tempat ini .. kau bersantailah .. kau bisa memesan apapun padanya ,. Kau bisa memesan makanan apapun yang kau suka aku sudah mentransfer sejumlah uang untuk kau pergunakan sepekan ini . kau bisa membeli apapun .. desainer akan datang secepatnya untuk mengukur dan mendesain pakaian yang akan kau gunakan agar terasa nyaman .. ruangan sudah ku setel agar lebih hangat .. jangan terlalu sering keluar rumah jika tidak mendesak ,.. kau punya alergi dingin .. suhu semakin rendah tiap harinya karena hujan .. dan .. “
“ Aku mengerti Max .. tapi, ke mana Sani , kenapa harus dengan pelayan baru? .. “
__ADS_1
“ Maaf aku tak dapat mengajak Sani kemari ,, belum bisa .. tapi akan aku usahakan secepatnya agar dia bisa menemanimu lagi .. “
Aku mengangguk , masih memegangi ujung sweaternya .. mencegahnya meninggalkanku
Max mencium keningku dan memegangi tanganku , membuatku terpaksa melepaskan ujung sweater yang ku pegang
“ Aku harus pergi sekarang . aku pasti kembali “ kata Max dan berbalik .. aku mengikutinya sampai ke pintu utama . melepasnya dengan pandangan sedih .
“ Jangan pasang tampang sedih .. aku pergi .. “ kata Max di depan pintu .. mengacak acak rambut ku dan berbalik .. aku baru akan menutup pintu ketika kulihat dia berhenti .. aku menunggunya dan dia berkata
“ Aku merasa lega .. jika kau menyukai tempat ini bahkan melebihi dari pada menyukaiku .. itu berarti kau tak akan berpaling pada orang lain .. kau hanya akan melihatku , iya kan .. Freya ? “ Max berbalik dan tersenyum , berjalan mundur dua langkah dan berbalik pergi meninggalkanku yang berdiri dengan mulut menganga disana ..
Aku baru tersadar beberapa menit kemudian .. merasa senang dan sedih sekaligus .. aku berjalan gontai disana , mendadak merasa luar biasa kesepian .. baru beberapa menit yang lalu namun aku sudah merasa sangat merindukannya sekarang
Aku membuka kulkas .. melihat isinya yang penuh .. daging, sayuran, susu bahkan buah buahan tersedia disana .. namun aku sama sekali tak merasa lapar . aku menutup pintunya dan bingung .. apa yang harus aku lakukan .. aku memutuskan untuk berendam .. merasa lelah dan berat melewati hari ini .. aku ingin melepas lelahku
.. mengapa aku harus mempersiapkan hatiku untuk kehilangan dirinya .. aku melamun .. bahkan memandang langit langit kamar tidurku dengan masih memakai baju mandi dan handuk di kepala .. terngiang perkataan Max selama perjalanan menuju kemari
Saat itu kami sedang berada di dalam penerbangan kemari aku bertanya padanya
“ Max .. aku ingin tahu .. sejak kapan kau merasa kau menyukai ku ? “ tanyaku
“ saat pertama kali melihat dirimu “
“ aku masih bocah saat itu .. kau tahu kan? “
__ADS_1
“ ya .. aku sangat yakin dengan perasaanku .. “ kata Max cuek . pandangan matanya tak berpaling dari laptopnya . dia sedang membaca email entah dari siapa .. aku iseng mengintipnya .. isinya menggunakan Bahasa Inggris . aku tak ingin mengetahui isinya karena tak ingin melanggar privacy
“ Bagaimana kau tahu , dan kau yakin juga ? kau anak remaja saat itu .. “ tanyaku lagi , aku benar benar bosan dan tak ada yang bisa ku kerjakan selama perjalanan .. jadi aku menggodanya dengan pertanyaanku .. aku bersandar di tepian tempat dudukku , mencondongkan tubuhku padanya menopangkan wajahku dengan sebelah tangan .. tangan yang satunya ku lambaikan di hadapannya menutupi layar laptopnya .. meminta perhatian darinya agar memperhatikanku. Namun, Max tiba tiba berpaling dan mencondongkan tubuhnya padaku hingga ku rasa
wajahku sangat dekat dengan nya
“ Kau mau ku cium ? aku bisa melakukannya sekarang kita di kelas Vip sekarang dan tak banyak orang yang berada disini dan melihat kita .. bukankah ini romantis dan tak terlupakan ? “ katanya tersenyum dan aku membelalakkan mataku kaget , aku memundurkan tubuhku dengan cepat dan memalingkan wajahku melihat keluar jendela .. ke awan awan putih yang berkumpul dan terlihat indah dengan cahaya matahari terang .. terlihat seperti cahaya surga
“ kau masih ingin mendengarkan jawaban atas pertanyaanmu? “
“ Tidak .. terimakasih .. aku hanya penasaran .. siapa yang mengajarimu banyak hal untuk menggoda wanita .. kau belajar dimana ? di Amerika ? apa bule bule agresif disana mengajarkan banyak hal ? “ kataku mencibir
Max tertawa mendengar sindiranku . dia kembali ke layar laptopnya dan bergumam
“ Julius .. dia yang mengajariku banyak hal agar dapat memperlakukan wanita dengan baik .. “
“ Julius ? “
“ Hmmm .. Julius .. “ katanya cuek
Aku memonyongkan bibirku kesal .. pantas saja Max berubah setelah bergaul dengan cowok mata keranjang itu ..
“ Kau .. kau sangat membuatku kerepotan saat kau masih kecil .. kau yang selalu menangis tentang banyak hal .. kau yang selalu tak bisa melakukan apapun .. kau yang selalu ringkih dan sakit sakitan .. kau yang selalu mengikuti kita namun selalu tertinggal dan membuat repot .. kau yang seperti itu yang membuat pikiranku penuh untuk selalu menjagamu .. kau mengalihkan pikiranku dari diriku yang tak punya semangat lagi untuk hidup .. terimakasih Freya “
Max berpaling lagi dan mata kami bertemu .. aku tak dapat membayangkan selama ini betapa beratnya menjadi Max .. betapa di balik sikap dinginnya dia .. sebenarnya penuh cinta dan kehangatan , dia hanya berusaha membangun tembok besar agar terus bertahan dan merasa kuat .. aku , mendadak merasa sedih dan bersalah .. bagaimana dia yang membutuhkanku .. hanya melihat dan memperhatikanku dari jauh karena aku yang traumatis dengan kejadian Camelia dan bertahun tahun membencinya .. aku membenamkan wajahku ke dalam bantal ..
__ADS_1
membenci diriku sendiri .