
Aku terbangun dan ku dapati diriku di dalam ruangan besar .. Aku berkedip dan menatap langit langit yang berwarna abu abu terang mataku kembali terpejam saat tak sengaja aku melihat bola lampu besar .. Aku bangun dan terduduk .. aku tertidur di sofa di kantor Max .. menggosok mataku sebentar dan memandang berkeliling ruangan yang kosong .. sesuatu terjatuh di kakiku dan aku mengambilnya .. ini Jas luaran milik Max .. dia pasti menyelimutiku tadi saat aku tertidur .. Aku memandang ke luar jendela .. langit sudah mulai beranjak gelap berapa lama aku tertidur .. Aku ingat saat makan siang datang ..
“ kau sudah bangun Freya ? “
Aku menoleh dan kulihat Max datang dari pintu utama . Dia duduk di sebelahku dan berkata .. “ Apa kau merasa lapar ? Maaf menungguku pasti membosankan .. aku tak tahu akan sebanyak ini yang perlu aku kerjakan “
“ Tadi aku sedang membaca berita terbaru di koran online di handphone ku dan aku merasa sangat mengantuk .. “
“ Tak heran sih .. semalam kita menghabiskan banyak waktu untuk mengobrol sampai pagi .. kau pasti lelah dan mengantuk “
Aku mengangguk mengiyakan perkataannya
“ Apa pekerjaanmu sudah beres ? Aku lapar ,.. “ kataku dengan wajah memelas dan Max tersenyum
“ Ya .. beberapa menit yang lalu .. aku keluar untuk memberikan dokumennya pada Sofia .. dan ayo kita pulang .. dan kita akan mampir di resto yang kau suka “
“ Sebenarnya aku agak terganggu dengan sekertarismu , Max .. aku tak menyukainya .. “
“ Apakah kau merasa cemburu , Frey “
__ADS_1
“ Ah .. astaga .. tidakk .. bagaimana mungkin aku cemburu .. untuk apa “ kataku menyangkalnya dengan keras .. merasa gugup .. menggeser dudukku dan menyelipkan rambut ke telinga dengan cepat
“ kalau begitu .. berarti tak ada masalah dengan hal itu . Abaikan dia Frey .. kami sudah berteman saat kami kuliah dulu dan dia cukup kopeten dengan pekerjaannya .. “
“ okay okay Max .. im ok .. aku juga ga akan berusaha ikut campur semua urusan pekerjaanmu “ kataku, berdiri dan merapihkan rok ku yang sedikit kusut .. Aku memasang wajah dinginku ,
Max mengikutiku berdiri dan keluar bersamaku . Kami berjalan beriringan .. melewati meja sofia yang sedang bersolek dan memandangku dari balik kaca yang dia pegang di tangannya , dan aku hanya memberi tatapan tajam meremehkan… semua aku ungkapkan dari tatapan mataku .. aku memberi tahunya bahwa dia sama sekali bukan sainganku .. Max milikku walaupun dia berusaha sekeras apapun .. Aku tak akan menyerah ..
Kami menuju lift yang akan mengantarkan kami ke lobby .. aku masih memasang ekspresi dinginku .. sama seperti Max .. aku tahu semua orang berbisik . karena aku yang sekarang berjalan di sebelah Max .. dengan wajah yang sama dengannya dengan makeup yang sudah pudar, rambut berantakan dan rok terusanku yang sudah kusut .. aku tak lebih seperti office girl di kantornya . Namun tiba tiba Max menggenggam tanganku yang terasa dingin karena berkeringat .. menarikku agar mendekat padanya tepat disaat kami melewati para pekerja yang akan pulang kembali ke rumah mereka karena jam kerja mereka yang sudah selesai hari ini . Semua orang menyapa Max dan aku tentu saja karena berada di sebelahnya .. Aku pun mengikuti Max yang mengangguk pada para bawahannya .. Aku bahkan kembali menyelipkan rambutku ke belakang telinga saat kami menunggu pintu lift terbuka .berdesak desakan dengan mereka .. Kami berdiri di paling belakang lift karena masuk lebih dahulu saat pintu lift terbuka ..Aku merasa gugup dan tak nyaman karena berdesak desakan dengan para karyawan .. berada dalam satu ruangan sempit seperti ini .. hening .. bahkan semua orang kurasa menahan nafasnya karena berdiri diantara bos utama mereka .. bahkan makin canggung saat pintu terbuka di lantai yang berbeda dan para karyawan yang membatalkan niatnya untuk naik bersama kami karena status sosial .. yang pasti mereka menundukkan kepalanya dalam dalam sampai pintu lift kembali menutup ,,, membuatku sangat tak nyaman . Max sama sekali tak mengendorkan genggaman tangannya padaku ..dia tahu aku sangat gugup dan tak menyukai situasi ini. Aku menatapnya .. menatapnya dengan jelas ., bagaimana tubuhnya yang berdiri sangat dekat denganku dan berdiri menjulang tinggi di sebelahku , dengan rahang yang kokoh dan rambutnya yang tersisir dengan rapih , bahkan dari jarak sedekat ini aku bisa mencium arom parfumnya yang menusuk ke dalam hatiku .. menyihirku .. karena membuatku semakin jatuh cinta padanya .. Ada sesuatu yang ingin melompat dari dalam diriku namun aku menahannya
“ sampai kapan kau akan terus menatapku .. pintu lift akan terbuka sebentar lagi “ katanya menunduk dan berbisik padaku .Aku tersadar, berkedip terkesiap dan menundukkan kepalaku , berusaha melepaskan genggaman
tangannya namun Max terus menolak .. membuatku menurutinya lagi.
.. aku bahkan bisa mendengar salah satunya
“ itu tunangan bos kita? Kukira cantik .. ternyata biasa aja .. “
“ itu baju keluaran mode terbaru .. harganya puluhan juta .. gila .. sayang dipake cewe biasa aja kayak gitu ya .. lihat sepatunya juga ,, gila .. itu keluaran terbaru juga .. dia duit berjalan ...”
__ADS_1
“lihat itu rambutnya berantakan banget . dia habis ngapain sih sama si bos? “
Aku memejamkan mataku sejenak dan tetap memasang wajah dinginku .. untungnya mobil Max datang dengan cepat dan aku baru bisa bernafas lega .. Max melepaskan genggaman tanganku saat sudah berada di dalam mobil .mematikan handphone nya , aku memotongnya sebelum dia sempat berbicara padaku
“ Aku mau pulang , Max .. aku tak lapar .. kita makan malam dengan masakan bibi Jo saja .. “
“ kita kerumah paman Jonny “ kata Max dan paman Jonny mengangguk .
“ apakah kau tersinggung dengan semua perkataan para karyawanku, Freya ? “ Tanya Max saat kami melangkah di dalam aula rumah Max yang besar
“ tidak Max “ kataku menggeleng .. “ lain kali aku akan berkunjung ke kantormu lagi dengan dandanan yang pantas .. aku tak akan mempermalukanmu lagi , seharusnya aku tahu dari awal ketika kau mengajakku ke kantor mu aku akan membawa tas makeup ku dan berganti pakaian yang lebih pantas “ kataku tersenyum
“ Aku tak perduli ucapan orang lain . bagiku kau memakai riasan atau tidak .. kau memakai pakaian seperti apapun aku tak perduli . kau cantik di mataku .. "
Aku berhenti berjalan dan menatapnya .. “ terimakasih Max .. aku akan ke kamarku sekarang, aku tak akan turun untuk makan malam .. aku akan meminta Sani mengirimku makan malam ke kamarku “
__ADS_1
Aku meninggalkan Max begitu saja .. suara sepatuku menggema di dalam ruangan yang
sepi dan aku menuju kamarku dengan cepat .