Sweet Dreams : Be A Cinderella Romance

Sweet Dreams : Be A Cinderella Romance
Episode 123


__ADS_3

               “ Kau mau pulang Freya ? langit sudah mulai gelap “ Tanya Jaden padaku


                “ Aku akan pulang dengan Sani , Jade . sebentar lagi laporanku beres .. aku tak mau membawa pekerjaan kembali ke rumah “


                “ Sudah mulai gelap .. butuh waktu 20 menit untuk berjalan kaki sampai kerumah .. jalanan disini sangat berbahaya ketika gelap “


                “ Aku baik baik saja Jade .. Aku bersama Sani .. pulanglah .. sudah seminggu aku berada di desa ini dan sejauh yang kulihat .. desa ini aman dan nyaman .. aku bahkan berfikir akan tinggal disini di hari tua ku nanti .. “ kataku tertawa renyah


                Jaden menatapku .. seolah berat baginya untuk meninggalkanku .. dorker Valencia pergi tadi siang karena ada keperluan di kota ,, membuatku mengerjakan banyak laporan karenanya ..


“ pergilah Jade .. “


                “ Aku ingin menemanimu, Freya tapi aku janji dengan nenek Imas di belakang rumah sewa kita .. penglihatannya sudah mulai kabur dan tak dapat datang ke klinik jadi aku berjanji akan memeriksanya hari ini selepas pulang dari klinik “


“ Aku baik baik saja .. serius .. lagipula aku bersama Sani .. “


                Jaden menghela nafas di depan pintu ruang praktekku .. berdiri bersandar tepian kusen


.. melipat tangannya dan menundukkan kepala


                “ Pergilah .. aku tak akan lama .. aku janji .. ini beres sebentar lagi “


                “ Ok ok aku pergi ,,hati hati berjalan di pinggir pematang sawah, kau bisa tergelincir .. jangan lupa bawa senter di laci meja kerjamu .. senter darurat .. udara dingin diluar sepertinya akan hujan .. cepatlah pulang “


                Aku mengangguk dan tersenyum dan Jaden menghilang di balik pintu , aku menghela nafas dan mulai menyelesaikan kembali laporanku yang menumpuk


Langit sudah gelap dan ruangan diluar tampak seram karena tidak semua lampu di dalam ruangan menyala . Sani bahkan terkantuk kantuk dengan posisi duduk di kursinya .. Aku tersenyum dan mengecek arloji yang melingkar di pergelangan tangan kananku .. hampir jam 8 malam .. tak terasa waktu berlalu dengan cepat , aku terlalu focus dengan pekerjaanku dan melupakan keadaan disekitarku sampai hari sudah larut


“ Sani .. sani .. “ panggilku dengan berbisik sambil membereskan buku buku dan mematikan komputernya


                Sani tersentak kaget dan memandang berkeliling .. mengucek matanya sebentar dan menatapku linglung

__ADS_1


                “ Maafkan saya , nona .. saya ketiduran “


                “ ya .. aku tahu Sani .. sangat membosankan menungguku “


                “ Saya tak ingin mengganggu anda Nona .. walaupun saya tahu kita kemalaman “


                “ Ayo kita pulang “ ajakku


Aku mengambil senter kecil di dalam laci meja kerjaku seperti yang di katakan Jaden . keluar dari ruanganku dan berada di lorong yang gelap


                “ Dimana pak kus ya? “ tanyaku pada Sani .. bertanya padanya seperti bertanya pada diriku sendiri


                “ Sepi disini .. kita pulang saja Nona .. “


                “ ya . . ayo kita pulang .. “


Pak kus adalah penjaga klinik .. kamarnya berada di bagian belakang bangunan utama dan aku bisa saja kesana namun, aku juga ingin cepat pulang karena jalanan yang akan aku lalui untuk kembali kerumah sangat tak mudah bagi seorang perempuan seperti kami


“ Nona .. anda merasa tak nyaman ? “ Tanya Sani dengan penuh ke khawatiran


                “ baru pertama kalinya dalam hidupku berada di alam liar dalam gelap seperti ini, Sani .. ini menakutkan .. “ kataku berjalan dengan tertatih tatih menghindari bebatuan yang tak terlihat dengan jelas


                “ Bagaimana kalau kita meminta bantuan pak kus untuk mengantarkan kita .. kita bisa menaiki mobil ambulance milik klikik , Nona . . saya akan kembali.. tunggu disini “


Aku mencengkeram tangan Sani dengan erat dan menggeleng saat Sani menatapku .. meminta dalam matanya agar melepaskan tangannya


“ Pak Kus selalu memandangku dengan tatapan aneh , Sani .. aku takut “ kataku dan Sani dengan wajah bingung akhirnya kembali menuntunku dan berjalan kembali memecah gelapnya malam


                “ itu karena Nona terlalu cantik . saya bahkan khawatir Mr Smith menyukai anda “


                “ Dia menyukaiku sebagai teman , Sani .. jangan khawatir “

__ADS_1


                “ Tatapan mata Mr Smith sama seperti saat tuan Tjandrawijaya menatap anda “


                Aku tertawa saat mendengar jawaban Sani .. membuatku sedikit tenang di situasi yang sekarang


                “ Jaden tak mungkin merasakan hal seperti itu .. kudengar jaman aku kuliah dia sudah punya pacar .. aku tak tahu itu benar atau tidak .. lagi pula kurasa .. seantero negeri sudah tahu tentang pertunanganku dengan Max .. Sani .. jadi , dia tahu aku hanya milik Max “


                “ Ya Nona .. “


Sebentar lagi sampai, setelah melewati pematang sawah di depan sana .. aku , diatara berharap ada seseorang yang lewat .. namun aku berharap juga agar tidak ada seorangpun yang lewat di tempat ini .. jika ada yang lewat dan itu pemuda kampung .. aku menghawatirkan niat jahat yang mungkin saja muncul dalam diri manusia .


                Tapi, hujan turun tiba tiba dengan deras  .. kami berlari panik menuju sebuah gubuk reot di pinggir jalan . mungkin bekas istirahat para petani . Kami kebasahan .. terpaksa duduk disana dengan penerangan minim dari lampu senter yang menyala dan gelapnya malam.. hujan turun dengan deras .. udara di desa ini .. sangat dingin dan mengesalkan .. Sani .. dia menangis


                “ Nona .. kenapa hujan .. bagaimana jika nona sakit .. ini mengesalkan “ katanya dengan terisak


                “ Sani .. hei , aku baik baik saja .. “ kataku meyakinkannya


                “ Bagaimana kalau besok aku akan meminta pertolongan Mr Smith agar mengantarkan kita kembali ke kota terdekat .. ayo nona kita kembali saja “ katanya putus asa


Aku menghela nafas


                “ Aku juga ,merasa sia sia Sani .. aku merasa taka da yang bisa aku lakukan .. aku sudah datang sejauh ini .. dank au lihat kemarin ketika anak kecil itu terluka .. aku bahkan tak bisa menolongnya “


                Aku tertunduk dan mulai menangis


                “ ayo kita kembali ke kota saja Nona .. jika Mr Tjandrawijaya melihat kondisi Nona saat ini .. bagaimana menurut anda .. beliau akan sangat memarahi saya “


                Aku mengangkat wajahku .. mulai bergetar karena angin yang berhembus dengan kencang dan atap gubuk yang mulai berderik dan bocor di mana mana .. aku melihat Sani yang juga menggigil kedinginan.. Aku memeluknya erat dengan tubuh yang bergetar


                Lama kami berada dalam posisi yang sangat memprihatinkan .. kurasa seluruh tubuhku sudah basah karena hujan .. tak mungkin berlari menembus hujan dan tak mungkin tetap disini .. otakku kosong .. aku tak dapat berfikir dengan jernih . Aku mencoba bertahan , melihat Sani yang mulai memucat


                Tapi .. disaat genting .. sebuah cahaya terang menerangi kami .. aku tak dapat melihatnya .. cahaya itu semakin dekat .. bersinar sangat terang hingga aku harus menutupi wajahku dengan lengan karena silaunya .. sebuah mobil .. berhenti dekat dari kami dan seseorang keluar .. mengenakan pakaian hitam menghampiri kami dengan keadaan yang sangat mengenaskan . aku mendongak menatap orang tersebut .. aku menyipitkan mataku , tak dapat mengenalinya … dia menarik lenganku dengan keras dan memelukku erat .. sangat erat .. aku mendongak dan kulihat seseorang yang kurindukan , dia Max ..

__ADS_1


__ADS_2