
Aku baru tahu betapa kacaunya keadaanku saat semua pelayan menyambutku ketika aku sampai di rumah , aku melihat diriku dari cermin di sebelah pintu masuk dari puntu utama , rambutku awut awutan dengan pakaian kotor dan sobek di bebrapa bagian . wajahku sangat pucat .. sedetik kemudian aku di sambut anggota keluarga yang lain yang mencecarku dengan ribuan pertanyaan , ini sudah kuperkirakan ,, aku makan dengan lahap mengjindari tatapan menusuk dari Arthur dan Nathan ,
" kau dari mana saja Freya ,, apa yang terjadi padamu "
" Aku lapar kak,, jangan ganggu aku " kataku cuek menyantap sup asparagus ku . aku melahapnya dengan rakus bagaikan tak merasakan hangatnya nasi selama sebulan penuh
" demi tuhan Freya,, itu bukan jawaban yang tepat , " kata Arthur mondar mandir tak sabaran
" Freya ,, katakan pada kami ,, apa yang terjadi .. " kata Nathan lembut ,, aku mengjindari tatapannya sibuk dengan makananku ,, otakku sibuk berfikir .. apa yang akan ku katakan aku tak mungkin terus mengindar seperti ini . saat aku akan membuka mulutku , seseorang datang ,, dengan langkah terburu buru dan gusar berjalan menghampiriku . tepat disaat aku meneguk habis kuah di mangkukku
" Freya ,, apa yang terjadi padamu ? " tanya Max gusar yang baru saja datang bersama Julius
__ADS_1
" Hai Freya .. kau terlihat sangat kacau " kata Julius membuat semua orang memandangnya kesal , tapi aku menyukainya .. Julius selalu santai .. aku tahu walaupun dia cemas dia mengartikan dan menyampaikannya dengan cara yang berbeda , aku meringis padanya
" Aku baik baik saja Max ,, aku lelah kak ,, aku mau membersihkan diriku "
" Freya ...!!! " Arthur berteriak keras , dia sangat marah padaku , aku beranjak dari dudukku dan ingin secepatnya kabur dari tempat itu, tapi,. aku terantuk pinggiran meja karena terburu buru membuatku oleng ,, Nathan dengan sigap menangkap lenganku
" Hati hati Freya "
" Aku baik baik saja Nathan ,, terimakasih , aku hanya lelah "
" Aku antar kau ke kamarmu, Freya "
__ADS_1
Terimakasih Max,, kataku dalam hati , menyelamatkan ku dari situasi yang tak mengenakkan ini . Max tak banyak bicara mengantarku kembali kekamar , dia memelukku sepanjang jalan membuat otakku kosong dan tak dapat berfikir apapun
" Bawakan saya peralatan P3k " kata Max saat melewati pelayan . aku mendengar Arthur uring uringan dan di tenangkan oleh kedua temannya . aku meringis dan melirik ke arah Max .. wajahnya keras aku punya feeling tak enak kali ini , dia sepuluh kali lebih menyeramkan dari Arthur
Aku di dudukkan di sofa malas yang dipakai Max saat menemaniku ,, memeriksa lengan tanganku yang baru kusadari terluka walaupun tak parah , hanya luka lecet biasa .. kemudian dia memeriksa kakiku yang juga terluka di lututnya .. dengan darah yang sudah mengering diatas celana tidurku yang robek , penampilanku benar benar kacau
" lepaskan mantel mu, Freya ,, mantel tipis ini tak bisa melindungimu ketika kau terjatuh .. apa yang terjadi padamu sebenarnya ?" Max tak memandangku saat mengatakan itu , menerima beberapa obat dari tangan para pelayan , dia duduk bersila di bawah kakiku ,, mulai membasahi kapas dengan cairan putih , mulai membersihkan lukaku , aku meringis saat dia melakukannya pada lenganku , membersihkan dan memberikan antibiotik sebelum menutup lukanya kemudian beralih pada kakiku ,, menggunting celanaku hingga selutut . mengulangi pertolongan pertama pada kakiku . kali ini aku mengerang dan mulai menangis
" Sakit .. Max ,, "
" Lukanya lumayan dalam , . sudah selesai ,, bersihkan dirimu dan istirahatlah "
__ADS_1
" kau tak bertanya padaku? "
" aku akan menunggu sampai kau mau menjelaskannya " katanya berdiri dan memandangiku sejenak , para pelayan mulai membereskan bekas kasa yang tadi digunakan untuk membersihkan lukaku . Max berlalu dan dengan tertatih tatih aku membersihkan diriku berganti dengan pakaian bersih dan nyaman