Sweet Dreams : Be A Cinderella Romance

Sweet Dreams : Be A Cinderella Romance
episode 30


__ADS_3

aku menatapnya selama sepersekian detik . tak tahu apa yang harus aku perbuat


" berdiri, " katanya tajam


" pergilah Max . . " kataku membuang muka aku masih berjongkok di sana .


max membungkuk dan menarik tanganku , memaksaku untuk berdiri tapi aku menolaknya .. aku memandang kaki wanita yang berdiri di belakangnya , sepatu yang indah di kaki yang sempurna . wanita itu tampak tidak sabaran dia berkata


" selesaikan urusanmu Max aku akan menunggu diluar "


Max tak menjawabnya .. masih berkutat padaku. tapi seketika aku berdiri dan berkata


" maaf sepertinya hanya aku yang salah tempat disini, silahkan di lanjutkan aku akan pergi ." aku menepis tangan Max dan berlalu dengan cepat tanpa menoleh lagi ke belakang menahan air mataku yang mulai menggenang


aku berlari menuju kamarku , mengunci pintunya dan bergelung di bawah selimutnya .menangis ... aku membenci diriku sendiri , kenapa aku harus menangis kenapa air mata ini harus mengalir .. aku benar benar membencinya .. mengusap dengan kasar air mata yang jatuh ke pipi ,marah , sedih semua bercampur jadi satu .


ketukan di pintu kamarku terdengar tak sabar, aku mengabaikannya


" Freya , buka pintunya .. kita harus bicara . kamu salah paham apa yang kau lihat tak seperti yang kau kira "


" pergi Max ga ada yang perlu di bicarain . .. "


tak ada lagi suara yang terdengar dari balik pintu kamarku, aku merasa sangat penasaran .. lama aku menunggu tapi ada rasa tak sabaran dalam diriku .. apa yang terjadi, apa Max meninggalkanku begitu saja?


aku memutuskan turun dari ranjang . menghapus air mata yang mengalir di pipi . aku mendekati pintu kamar .. berjalan mondar mandir di balik pintunya aku ingin mengecek apa Max benar benar sudah pergi . aku menyilakan rambut panjang ku ke balik telinga , berjongkok dan menempelkan pipiku ke lantai untuk melihat dan mengintip di celah pintu bawah, apakah ada seseorang di balik pintu, tapi tak ada siapapun . aku kembali berdiri, merapikan rambutku dan perlahan membuka pintu , aku tak mengerti kenapa aku harus melakukan ini dan aku terperajat kaget saat ku buka pintu, Max berdiri di depanku menyilakan kedua tangannya di dada


" 33 menit lebih 17 detik aku harus menunggu di depan pintu , Freya " katanya sambil melangkah masuk , aku melongo menatapnya berpegangan pada daun pintu dan menutupnya . aku duduk di kursi dekat lemari buku , dan dia duduk di kursi malas . menyilangkan kakinya dan dengan ciri khas yang sudah biasa ku lihat,,, dia menopangkan tangan di pipinya . melihatku dengan tatapan tajam


aku duduk dengan tegang seolah olah aku sedang melakukan kesalahan di hadapan pak polisi. aku bahkan menahan nafasku selama beberapa detik , melepaskannya perlahan ketika dia merubah posisi duduknya dan mulai mengintrogasi ku

__ADS_1


" katakan padaku , apa ada yang salah ? "


" tidak .. " kataku menahan egoku


" lalu .. "


" entahlah tak bisa di ucapkan dengan kata kata " kataku ketus


Max memandangku dengan tajam . aku menunduk memandangi lantai menggoyang goyangkan kakiku karena cemas bagai anak kecil yang bandel bertemu dengan kepala sekolahnya . aku bisa mendengarnya menghela nafas , aku mendongak memandangnya , dia melonggarkan dasi nya dan melepaskan jas luarnya melipatnya di sisi kiri sofa dan duduk dengan posisi santai , tangan mengusap rambutnya dari depan ke belakang , Max terlihat sangat gusar tapi berusaha tenang


" katakan apa yang mau kau katakan, Freya " kata katanya melunak dan aku memandangnya dengan penuh keraguan


" aku hanya .. " aku tak meneruskan kata kataku memandangnya lagi dan kembali tertunduk ke lantai


" ... banyak hal yang ingin aku tanyakan padamu Max , dan kamu ga pernah kasih aku waktu untuk bertanya dengan waktu yang kamu beri untukku .. seakan akan kamu menghindari ku " kataku dengan suara bergetar menahan tangis


" aku tak menghindarimu .. " katanya


.. aku hanya bertanya karena aku manusia ." kataku lagi


" apa ada yang membuatmu tak puas dengan pelayanan mereka? katakan padaku aku akan memecat mereka sekarang juga . tak becus mereka mengurusi segala kebutuhanmu " Max bangkit berdiri dan aku mengikutinya


" ga seperti itu Max . . aku hanya merasa terasing . disini lebih dingin dari pada di rumah kakek .. baju ini semua , barang barang , sepatu cantik yang kupakai setiap hari aku ga tau punya siapa, aku cuma pingin bilang ke kamu Max kalau aku ingin meminjamnya ,kalau aku ingin berterima kasih dengan semuanya .. tapi ga pernah tersampaikan " aku sedikit emosional ketika mengatakan semua itu. aku berdiri cukup dekat dengan Max tapi tak bisa ku jangkau


" ini semua milik kamu, Freya " katanya pelan " aku tak tahu selera mu seperti apa jadi aku menyuruh orang untuk menyiapkan ini semua. aku minta maaf karena ga kasih tau ke kamu kupikir Sani udah bilang semua .. karena aku ga pintar menjelaskan " katanya pelan . " tapi kalau kamu ga suka aku akan suruh pelayan untuk buang semua ini dan ganti dengan apa yang kamu mau "


aku tak menimpali kata katanya . Max mendekatiku dan memegang ke dua lenganku dengan tangannya


" aku harap kamu suka tinggal disini, Freya " katanya lembut

__ADS_1


" ada hal lain yang ingin ku tanyakan " kataku tertunduk


" oke , kamu bisa bertanya apa aja "


" aku dengar ayahmu meninggal minggu lalu , bagaimana bisa kamu bikin acara sebesar ini ? disaat harusnya kamu berduka ?? " aku menatapnya .. menatap jauh ke dalam matanya


" dia bukan ayahku " katanya sambil berjalan menjauhiku , tangannya melepaskan lenganku


" apa maksud kamu , Max? sebenarnya apa arti pertunangan ini ?? "


" pertunangan kita adalah hal terbaik yang ku lakukan seumur hidupku . dan pesta ini .. itu pantas untuk membalas ayahku yang sudah tiada "


" apa. maksudmu Max .. " aku bergidik ngeri ,. Max berdiri membelakangiku


" sudahlah Freya aku tak ingin membahas masalah ayahku .. aku akan menceritakannya padamu ketika 0tiba saatnya nanti " Max berbalik dan berjalan mendekatiku


" jangan Max .. jangan mendekatiku , kamu manusia macam apa yang melakukan itu pada ayahmu sendiri " aku berjalan mundur menghindarinya


" kamu ga tau Freya, ga akan pernah tahu se menderita apa aku hidup dengannya selama ini. "


" tapi kamu ga harus ngelakuin ini, kamu harus menghormati ayahmu .. mengadakan upacara dengan layak " kataku syok


" sudahlah Freya hentikan . beri aku waktu untuk ngejelasinnya ke kamu nanti.. " kata Max masih berjalan mendekatiku berusaha memelukku dengan tatapan mata yang terluka tapi aku terlalu tak bisa mempercayai semua ini


" pergii ... pergi Max .. aku benci kamu .. pergiiii... " kataku histeris mendorongnya menjauh air mataku mengalir deras " pergi dari hadapanku , Max ... " teriakku lagi " pergi lah bersama wanita itu .. hikz hikz .. "


Max mematung di hadapanku .. memandangku seolah olah tak percaya dengan yang kukatakan . aku menutupi mulutku dengan punggung tangan , dengan air mata yang mengalir deras . berjongkok di sana memeluk kedua kakiku kemudian


" baik Freya , aku cuman ingin kamu bahagia , aku cuman pingin buat kamu senang tinggal disini gimanapun caranya , aku melakukan semua ini. tapi jika ini memang bisa membuatmu bahagia aku akan pergi seperti yang kamu mau "

__ADS_1


max melangkah pergi dengan cepat. aku terduduk lemas di lantai, menangis.


__ADS_2