
Julius datang pagi ini . membangunkanku yang tertidur di sofa .. Aku menolak tidur di ranjang yang di sediakan untuk pendamping .. aku merasa seperti seorang pasien jika tidur disana. Walaupun tak se nyaman tempat tidurku di rumah .. sofa ini lumayan juga .
" Jul .. bisa jaga kakek sebentar , aku mau mandi .. " aku tak menunggu jawaban Julius , dia sudah seperti kakak yang lain bagiku selain Arthur .. melihatku dalam keadaan kacau sudah menjadi pandangan yang biasa baginya . kami tumbuh bersama setiap tahunnya ketika liburan tiba, jadi .. tak ada lagi yang harus aku sembunyikan dan berpura pura bertingkah elegan di hadapannya akan membuatnya sakit perut selama seminggu kurasa .
Aku keluar dari kamar mandi dengan keadaan segar .. terasa dingin karena berada di ruangan ber AC . Aku mendekati kakek dan Julius yang duduk di kursi tunggu di sebelah kakek . Kakek belum sadar semenjak drop lagi ini sudah hari ke tiga .
" Bagaimana kakek Jul .. "
" barusan suster jaga datang kemari , mengecek keadaan kakek .. menyuntikkan obat pada infusnya dan membasuh kakek saat kamu di kamar mandi tadi "
" aku melewatkan mengecek obat apa yang di berikan pada kakek pagi ini . "
" Frey ,, pulanglah dulu .. kau terlihat lelah , aku bisa menyuruh Sani atau bahkan bibi Mary bisa ku bawa kesini untuk menjaga kakek " kata Julius dengan tegas padaku . baru kali ini Julius yang jenaka berkata dengan suara beratnya
Aku tersenyum padanya dan menggeleng pelan . merapihkan selimut kakek dan mengelus tangan tuanya
" Aku sudah kehilangan kedua orang tuaku dalam semalam . Tak banyak memori yang ku simpan tentang mereka .. aku tak mau menyesal dua kali dengan tak menjaga kakek dengan baik "
" Kau tak bisa terus keras kepala Frey .. kau juga harus menjaga kondisimu sendiri . pikirkan akan banyak orang yang akan khawatir kalau kau sampai sakit . aku ingat dengan jelas kalau kau anak sakit sakitan waktu kecil"
" Aku selalu meminum vitaminku Jul , aku baik baik aja .. aku bisa pulih dalam sekejap jika aku tidur siang " kataku tersenyum meyakinkan " Jam berapa sekarang .. kenapa kau tak berangkat kerja ? " kataku mengalihkan pembicaraan padanya
" aku khawatir padamu Frey .. kau adalah adik kecilku yang ku punya .. aku anak tunggal di rumahku yang menyedihkan itu seperti tanpa kehidupan . itulah kenapa aku banyak menghabiskan waktuku di asrama dan di rumah kakek. "
__ADS_1
" Aku baik baik aja . se - ri - us kakak Julius Caesar Candradinata yang ganteng dan baik hati .. " kataku sambil tertawa
" Aku masih ingat .. Frey dengan jelas saat kau dilarang kakek untuk ikut acara camping pertama kami, kau sakit demam selama seminggu yang membuatku dan yang lainnya batal pergi . semudah itu kau sakit yang membuat kami semua dimarahi tuan dan nyonya Brawijaya .. sekarang dengan kondisi begini kau harus menjaga kakek sendirian . Besok aku akan menyuruh bibi Mary datang . "
" Aku ingat hari itu Jul, aku sengaja berendam di bathup dengan air dingin dan mengambil banyak es batu di kulkas .. aku nakal sekali waktu itu .. bagaimana bisa dengan tubuh kecilku aku punya ide untuk melakukan hal itu .. tapi rencanaku berhasil , sorenya aku demam yang membuat kalian semua menjagaku " kataku tertawa
Julius memandangku dengan tajam , berdiri mendekatiku yang duduk di tepian ranjang kakek ..
" Frey ,, barusan kau bilang apa? "
" Apa? " tanyaku polos
" Kau .. kau cerita tentang kejadian itu .. kau ingat ? "
Julius memegang bahuku erat dengan kedua tangannya . mencengkeram hingga membuatku sedikit kesakitan
" katakan padaku bagaimana kau ingat semua itu ? sejak kapan kau ingat itu semua ? kenapa kau tak katakan pada kami .. jelaskan padaku Frey .. itu mengapa aku merasa kau berbeda , sikapmu yang cuek dan melanggar aturan akhir akhir ini karena kau sudah mengingat semuanya? "
" Aku ,, aku .. jangan katakan pada siapapun Julius ,, aku mohon . "
Julius melepaskan cengkeraman tangannya pada bahuku dan menuju sofa , terduduk lemas . Aku menghampirinya
" kenapa kau tak cerita pada kami? apa kau ingat dengan kejadian di rumah hantu? "
__ADS_1
" ya ,. aku mengingatnya .. "
Julius membenamkan wajahnya kedalam kedua tangannya yang besar
" Janji padaku jangan katakan pada siapapun saat ini , kalau kau berjanji padaku akan menceritakan bagaimana ingatanku kembali "
Julius menatapku tak percaya
" Bagaimana dengan Arthur ? "
" Aku merahasiakannya ke semua orang "
" Bagaimana bisa Frey .. astagaaa .. "
" Apanya yang bagaimana Jul ? "
Max muncul tiba tiba membuatku melotot pada Julius memintanya menurutiku
" Aku harus berangkat ke kantor kalau kau disini, kantor tak boleh kosong "
Dengan cepat Julius menyambar Jas kerjanya yang dia sampirkan di pinggiran ranjang kakek . dan berlalu begitu saja . pandangan kami mengikuti sampai Julius menghilang di balik pintu
" Kenapa dia Frey? " tanya Max dan aku mengangkat bahu . " aku membawakan sup daging untuk sarapan . kau mau? "
__ADS_1
Aku menghampirinya dengan tersenyum dan mengangguk