
Pandangan mataku sangat terbatas . aku hampir menyerah dan ingin kembali karena aku tak bisa lagi menahan dinginnya malam dan bajuku yang hampir basah sempurna. aku juga sudah merasa pusing ,. aku mencari jalan kembali , tapi sia sia ,, aku tak menemukan jalanku ,, berpegang pada arah rumah yang terlihat sangat jauh tapi aku masih bisa melihat cahaya nya , cahaya terang dari tiap kamar yang menyala ,, aku baru sadar aku sudah berjalan jauh ke dalam kebun tanpa berfikir panjang ,, aku mengutuki diriku yang bodoh .. aku berjalan hati hati sambil mempercepat langkahku ketika aku mendengar di kesunyian malam yang di temani suara hewan hewan kecil , aku mendengar langkah kaki ,, jantungku berdetak kencang hinda aku bisa mendengar suaranya berdegup bagaikan menempel di telingaku , aku mematikan senterku ,, berpegang pada cahaya bulan yang redup karena tertutup awan mendung , tapi malang , aku tak melihat jalan di depanku membuatku tersandung akar pohon , aku oleng di jalanan berlumpur ,, membuatku terjatuh dan mendarat dengan keras di atas tanah basah ,, malangnya, kepalaku terantuk sesuatu yang keras ,, aku memekik keras ,, reflek .. pandangan mataku mulai mengabur ,, tapi, ketika kesadaranku mulai hilang aku melihat beberapa orang yang berjongkok di sebelahku .. memandangiku dengan mendekatkan wajahnya padaku ,, mengecek keadaanku apakah aku masih hidup atau sudah mati , aku masih mengingat air hujan yang mulai turun dengan deras di atas wajahku dan sesaat aku kehilangan kesadaranku
....
Aku terbangun .. membuka mataku dengan cepat , kaget .. merusaha untuk bangkit , tapi, aku merasakan pusing yang luar biasa ,, aku memegangi kepalaku dan memaksa diriku untuk bangkit , seluruh badanku terasa remuk redam , aku melihat ke sekeliling , dimana aku berada ,, aku berada di dalam suatu ruangan , beberapa orang langsung mengerumuniku ... anak anak kecil .. 3 orang anak kecil mengelilingiku dan dua orang anak yang beranjak remaja , mengagetkanku
" kau sudah sadar ? " suara seseorang menghardikku
aku mengalihkan pandanganku ke sumber suara ,, seorang ibu paruh baya dengan pakaian yang sangat lusuh ,, aku memandang ke arah anak anak yang mengerubungiku , mereka juga berpakaian sangat lusuh dengan tubuh kecil dan pakaian yang kebesaran ,, longgar sampai memperlihatkan tulang tulang mereka yang tersembunyi di balik pakaian yang mereka kenakan , rumah ini mirip kandang sapi milik kakek , biliknya kayu .. malah kurasa lebih besar kandang sapi milik kami ,
__ADS_1
" hei ! jawab aku "
" Ya ,, dimana saya " tanyaku perlahan
" kalau kau sudah sadar ,, pulanglah segera ! "
Aku memandangnya dengan tatapan bingung . anak anak ini berumur kisaran 3 sampai 15 tahun ,, aku melihat ibu itu melipat tangannya di dada, berdiri di pintu keluar , aku bangkit dengan susah payah
"kakak ,, aku ikut .. " teriak bocah yang lainnya berlari dari dalam rumah . yang diikuti oleh Ibunya yang kemudian menghardik dan melarangnya
" Antarkan dia sampai batas wilayah saja Thomas " teriak Ibu nya aku memandang ke arah anak di sebelahku yang memapah tubuhku , dia tak menjawab kata kata Ibunya
" Jangan membenci Ibuku , Nona ,, "
__ADS_1
" Aku tak membencinya .. " kataku singkat
" Thomas,, hei itu namamu kan ,, ibu mu memanggilmu tadi dengan nama itu ,, bisakah kita istirahat sebentar " kataku padanya
Thomas mengangguk dan kami duduk di bawah pohon besar ,. dia menyodorkan minum padaku dan aku meneguknya dengan rakus , aku memegangi bagian belakang kepalaku yang terasa sakit , ada benjolan kecil disana ,,
" Awww ,," kataku reflek
" kau baik baik saja nona ? "
" ya ,, oiya Thomas ,, bisa kau ceritakan apa yang sudah terjadi padaku? " tanyaku padanya . aku memandangnya dan melihatnya salah tingkah . menghindari tatapanku " katakan padaku ,, aku janji akan merahasiakannya , kau lihat ,, bukankah aku orang baik
Thomas masih terdiam , aku mencoba membujuknya dengan hati hati agar dia buka suara
__ADS_1